CILEGON – Satuan Tugas Penanganan Pencegahan Covid-19 menggelar rapat evaluasi pelaksanaan Protokol Kesehatan terkait pembahasan tingginya angka sebaran Covid-19 yang berada di 3 Kecamatan, yakni Kecamatan Cibeber, Kecamatan Jombang dan Kecamatan Citangkil yang berlangsung di Aula Setda II Pemkot Cilegon, Senin (08/02/2021).
Rapat evaluasi pelaksanaan Protokol Kesehatan yang dipimpin langsung oleh Walikota Cilegon Edi Ariadi yang juga dihadiri oleh Komandan Kodim 0623 Cilegon Letkol Inf Ageng Wahyu Romadhon dan para Camat dan Lurah terkait serta para Tenaga Kesehatan (Nakes).
Walikota Cilegon Edi Ariadi mengatakan, tingginya kasus penyebaran Covid-19 di 3 Kecamatan menjadi perhatian khusus bagi Satgas Covid-19 di Kota Cilegon. Salah satu penyebabnya karena kurangnya perhatian dari Satgas Covid-19 masing-masing di tingkat RT, RW, Kelurahan dan Kecamatan.
“Kenapa bisa tinggi, karena perhatian dari Satgas Covid-19 disana masih rendah dan tidak memperhatikan terhadap warga setempat. Saya minta Satgas di tingkat RT, RW, Kelurahan dan Kecamatan agar lebih serius dalam pencegahan penyebaran Covid-19,” katanya.
Tak hanya itu, orang nomor satu di Kota Cilegon ini mengaku, faktor tingginya sebaran Covid-19 juga karena kurang sadarnya masyarakat untuk melakukan Isolasi Mandiri. Padahal Pemkot Cilegon telah menyediakan lokasi Isolasi yang disediakan di Trans Hotel.
“Tempat Isolasi Mandisi (Trans Hotel) kan masih banyak yang kosong, memang kita memiliki kriteria khusus untuk Isolasi Mandiri terhadap pasien Covid-19. Pada akhirnya kan kami mengevaluasi kembali pasien-pasien yang masuk dan melakukan Isolasi Mandiri, juga kecenderungan masyarakat yang bebas keluar rumah. Padahal mereka terkonfirmasi Covid-19, dan kami minta masyarakat harus benar-benar memanuhi Protokol Kesehatan yang telah ditetapkan Pemerintah,” tukasnya. (Dm)










