HARITA.ID – Dalam menghadapi Kontijensi Bencana Tahun 2022 di Daerah Hukum Polres Cilegon, Polisi libatkan Forkopimda Kota Cilegon untuk menangani kebencanaan di bulan Pancaroba.
Diketahui, kegiatan ini dinisiasi oleh Polres Cilegon yang di hadiri langsung oleh, Kapolres Cilegon, AKBP Eko Tjahyo Untoro dan juga Wali Kota Cilegon, Helldy Agustian juga Kajari Kota Cilegon Inneke.
Kapolres Cilegon AKBP Eko Tjahyo Untoro mengatakan, bahwa pada kegiatan hari Polres Cilegon bersama dengan Forkopimda Kota Cilegon melakukan kesiap siaagaan dalam menghadapi Kontijensi Bencana Tahun 2022 di Daerah Hukum Polres Cilegon.
“Iyah, Jadi gini yang pertama pertama karena ini sudah mulai masuk Pancaroba. Maka oleh sebab itu Kita sebagai Polres bekerjasama dengan Forkopimda lainnya dengan semua elemen untuk mengantisipasi kebencanaan di Kota Cilegon,” kata Eko, Rabu 26 Oktober 2022.
“Tadi yang kita hadirkan adik adik mahasiswa,industri,budaya dan semua elemen forkopimda. Dalam kegiatan ini bertujuanya yakni ketika ada bencana tidak hanya kita tetapi semua. Karena ini kan warga Kota Cilegon,” imbuhnya.
Eko juga mengajak kepada seluruh stekholder yang ada di Kota Cilegon untuk turut serta membantu dalam mengantisipasi kebencanaan di Kota Cilegon. Bahkan kata Eko ia juga akan menyusun sebuah strategi dalam rumah singga nanti ketika nantinya ada musibah kebencanaan di Kota Cilegon.
“Semua harus turun,media turun membantu. Nanti kita akan rumuskan lagi dimana nanti rumah singgahnya. Rumah singgah masyarakat,” paparnya.
“Bukan posko, tapi untuk di evakuasi itukan ada rumah singgahnya di masing masing sehingga nanti setelah ada Rumah Singga nantinya kemudian juga ada dapur umum yang nantinya akan di peruntukan buat kita bersama,” ujarnya.
Selain itu, lebih lanjut Eko menjelaskan setelah kedua titik itu sudah di buat tentu nantinya Polres Cilegon akan membagi letak kesiapan dalam menghadapi kebencanaan di Kota Cilegon.
“Nah nanti disini kita bagi. Rekan rekan media disana, kemudian rekan rekan polres disana dan seluruh rekan-rekan Forkopimda yang lainya yang ada di Kota Cilegon,” ucapnya.
“Kalaupun umpanya di daerah anyer itu pada Kanal. Karena tupoksinya perairan itu kanal. Seperti ad perahu karet dan lain sebagainya,” imbuhnya.
Sementara masih kata Eko bahwa kalaupun untuk kebencanaan di atas,seperti misalkan tanah longsor itu nantinya ada stekholder yang lainya dalam mengantisipasi kebencanaan di atas. Maka oleh sebab itu, Eko pun meminta agar semua stekholder yang ada ikut terlibat dalam mengantisipasi kebencanaan di Kota Cilegon.
“Kalau untuk di daerah atas, mungkin terkaitnya tanah longsor dan lain-lain. Karena apa perbedean jenis bencana itu kan berbeda-beda. Semua yang ada di Kota Cilegon harus terlibat,” ujarnya.
Saat ditanya mengenai titik sentral pada kebencaan pada Polres Cilegon, kata Eko bahwa ia tidak mengklaim bahwa akan di titik fokuskan pada Polres Cilegon melainkan dirinya akan rapatkan bersama dengan Forkopimda lainya di Kota Cilegon dalam mengantisipasi kebencanaan di wilayah hukum Polres Cilegon.
“Nanti kita rapatkan bersama sama. Kita tidak mau siapa yang sama sama tapi kita maunya turunnya sama siapa,” pungkasnya. (Zar/Red)






