Harita.id
Rabu, 7 Oktober 2026
  • Home
  • News
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Sosial
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Tokoh
  • Opini
  • Kesehatan
  • Lingkungan
  • Budaya & Religi
  • Advertorial
  • berita gosip artis terbaru
  • Info terkini
  • berita artis terbaru
  • tips kesehatan
  • Berita terbaru
  • berita artis terkkini
  • tips&trik
  • nunung srimulat
Harita.idHarita.id
Pengubah Ukuran FontAa
  • Home
  • News
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Sosial
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Tokoh
  • Opini
  • Kesehatan
  • Lingkungan
  • Budaya & Religi
  • Advertorial
Search
  • Home
  • Kanal
    • News
    • Daerah
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum
    • Ekonomi
    • Sosial
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Gaya Hidup
    • Tokoh
    • Opini
    • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Budaya & Religi
    • Advertorial
Sudah memiliki akun? Masuk
Ikuti KAMI
© 2026 darkslategrey-mongoose-970280.hostingersite.com. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com
Beranda » KKN Mahasiswa UGM Edukasi Warga Tanara Soal Penanggulangan Stunting
Daerah

KKN Mahasiswa UGM Edukasi Warga Tanara Soal Penanggulangan Stunting

admin
Diterbitkan: 17 Januari 2023
Bagikan
3 Menit Baca
- Advertisement -
Ad image

HARITA.ID – Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta memberikan edukasi kepada warga Kecamatan Tanara soal penanggulangan stunting. Salah satunya dengan memfasilitasi untuk berdiskusi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang.

Hal itu terungkap pada Sosialisasi Penanggulangan Stunting pada Masyarakat dari Pola Aktivitas dan Faktor Lingkungan di Aula Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Tanara pada Selasa 17 Januari 2023. Pada Sosialisasi tersebut menghadirkan sebagai Pemateri Dosen Geografi Lingkungan UGM dan Peneliti Pusat Studi Kependudukan dan Kebijakan (PSKK) UGM Sukamdi.

Sukamdi menjelaskan terkait strategi nasional tentang pencegahan stunting dimana banyak dimensi dan banyaknya faktor yang harus di perhatikan.

“Nah ketika kita ada strategi nasional maka kemudian PR (pekerjaan rumah) nya adalah bagaimana kita menurunkan strategi nasional turun ke kabupaten, kecamatan, sampai desa itu. Selama ini menurut saya masih miskomunikasi ketika apa yang dikemukakan pada level nasional seperti apa,” ungkapnya disela sosialisasi.

Oleh karenanya Sukamdi menyebutkan hal yang terpenting adalah bagaimana mengoordinasikan antar sektor untuk mengimplementasikan strategi nasional tersebut. Sebab, kata dia, menurunkan stunting itu multi sektoral bukan hanya sektor kesehatan saja.

Baca Juga

Cilegon Temukan Potensi Transaksi Restoran Tak Terlapor, Sistem Real-Time Dipasang
Citangkil Zona Merah Narkoba, 240 Pegawai Wajib Tes Urine
Rp10 Miliar Digelontorkan untuk Infrastruktur Cilegon, Jalan hingga Trotoar Dibenahi
Cilegon Dapat 91 Sarana Pengangkut Sampah, Ada 59 Cator hingga Compactor

”Jadi bagaimana misalnya yang di bawah ada kapolsek, camat dan yang lainnya seperti sektor agama. Menurut saya untuk di Kecamatan Tanara itu saya melihat tokoh agama perlu diberi posisi yang lebih di dalam penanggulangan (stunting), karena salah satu persoalan itu PHBS yang saya dengar dari peserta,” katanya

”Persoalan untuk perubahan masyarakat terkait PHBS (perilaku hidup bersih dan sehat) selain dari pendidikan formal agar lebih bisa didekati dengan pendekatan kepada tokoh agama maupun tokoh masyarakat,” pintanya.

Senada dikatakan Ketua Panitia Sosialisasi Penanggulangan Stunting pada Masyarakat dari Pola Aktivitas dan Faktor Lingkungan Jendra Satria Pitoyo.

Baca Juga

Sering Jadi Titik Kecelakaan, U-Turn JLS Cilegon Akhirnya Ditutup
Cek Kesehatan Gratis ke Sekolah, Puskesmas Ciwandan Temukan Siswa Buta Warna
Ngopi Sambil Bahas Kesehatan, Cara Puskesmas Ciwandan Edukasi Warga
Wali Kota Cilegon: Jualan Sekarang Tak Perlu Toko, Cukup Punya HP

”Dalam hal ini lebih mengedukasi atau bahkan mengerucutkan suatu keputusan atau kebijakan, mempertimbangkan yang nanti akhirnya dapat menjadi penanggulangan stunting khususnya di Kecamatan Tanara dan sekala kecamatan,” ujarnya.

Oleh karena itu pihaknya mengundang dari OPD terkait di lingkungan Pemkab Serang baik itu Dinkes, DLH, Bappeda Litbang, Disporapar, Diskominfosatik unsur muspika, para kader posyandu dan masyarakat setempat yang nantinya akan menjadi output sebagai salah satu indikator jadinya desa wisata di Desa Tanara, Kecamatan Tanara.

- Advertisement -
Ad imageAd image

”Sebenarnya untuk output nya lebih ke indikator jadinya desa wisata di Kecamatan Tanara. Karena di desa wisata itu selain ada masalah perekonomian ataupun pariwisata disitu tapi untuk permasalahannya untuk stunting memang harus ditanggulangi terlebih dahulu, jadi seperti itu outputnya,” katanya.

Pada sosialisasi juga, tambah Jendra, pihaknya memberikan waktu untuk Focus Group Discussion (FGD) memberikan kesempatan masyarakat untuk berdiskusi secara langsung dengan adanya OPD-OPD terkait dengan di fasilitasi Panitia Sosialisasi Penanggulangan Stunting pada Masyarakat dari Pola Aktivitas dan Faktor Lingkungan.

”Nantinya bentuk follow up nya lebih kedalam hal periode selanjutnya KKN dari UGM, sehingga dari kami baru untuk menjembatani pertama kalinya dilakukan kolaborasi dari masyarakat dengan OPD secara langsung,” terang Jendra. (Zar/Red)

- Advertisement -
Ad image
Bagikan Artikel Ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Salin Tautan
Artikel Sebelumnya Awali Tahun 2023, Honda Resmikan Dealer Pertama di Kota Cilegon Melalui Honda Auto Cilegon
Artikel Berikutnya Tangani Banjir, BPBD Kota Cilegon Kerahkan Belasan Personil dan Turunkan Alat Penyedot Air
- Advertisement -
Ad imageAd image
TERKINI

Tandon Sukmajaya Cilegon Dikebut, Ditarget Rampung Desember 2026

Satpol PP Cilegon Perluas Penertiban, Usaha hingga Taman Kota Diawasi

RSUD Cilegon Tak Cuma Andalkan Skill Medis, Cara Komunikasi Nakes Ikut Diasah

Bagi Anak Pemegang KIA Kabupaten Serang, Bisa Nikmati Wahana Gratis di Anyer Wonderland

Peringati Haornas 2026, SIWO PWI Cilegon Beri Penghargaan kepada Walikota Robinsar dan 4 ASN Penggerak Olahraga

- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
Berita Terkait
Kota Cilegon

Bukan Sekadar Obati Warga, Puskesmas Ciwandan Diganjar Penghargaan Berkat Cegah Anemia-Stunting

Kota Cilegon

JLS Cilegon Rawan Kecelakaan, Pemkot Siapkan Penutupan U-Turn

Kota Cilegon

54.475 Warga Cilegon Kantongi IKD, Hampir 49 Ribu Lagi untuk Kejar Target

Kota Cilegon

Parkir Semrawut di Bonakarta Bikin Warga Resah, Dishub Cilegon Turun Tangan

Kota Serang

Ratu Zakiyah Minta Sekolah Jadi Ruang Aman bagi Anak, Orang Tua Diminta Ikut Mengawasi

Harita.id
Harita.id menyajikan berita terpercaya, aktual, dan berimbang tentang berbagai peristiwa serta perkembangan yang penting bagi masyarakat.
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Disclaimer
  • Iklan

2016 © Harita.id. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com