HARITA.ID – Dinas Sosial (Dinsos) Kota Serang menggelar Evaluasi Keluarga Penerimaan Manfaat (KPM) Progran Keluarga Harapan (PKH) sekaligus memberikan penghargaan KPM Regulasi Mandiri Tahun 2022. kepada para Pendamping PKH, di Aula Flamengo Hotel, Senin 30 Januari 2023.
Walikota Serang Syafrudin mengatakan, atas nama pemerintah kota serang, mengucapkan terima kasih dan mudah-mudahan apa yang kita lakukan selama menjadi pkh dalam rangka evaluasi dan pemberian manfaat dan mendapat berkah dari allah swt.
“Kami apresiasi setingginggi-tingginya walaupun honor kecil tetapi semangatnya tinggi. Dinsos tanpa pkh tidak bisa bekerja apa-apa, ya kalau tidak ada pkh apa yg harus dikerjakan. Yang berjasa menanggulangi kemiskinan adalah PKH,” ujar syafrudin.
Menurut dia, para pendamping bukan hanya berfungsi untuk memastikan bantuan dari pemerintah tepat sasaran, namun mereka juga ikut mendorong Keluarga Penerima Manfaat (KPM) untuk mandiri dan lepas dari kemiskinan.
“Ini evaluasi pendataan kemiskinan pkh harus benar dan salahnya ada di PKH, tapi masih banyak keluhan dari masyarakat kadang-kadang yang punya motor 2 di data miskin, kalau yang miskin udah kaya kita ganti coret,” katanya.
Lanjut orang nomor satu di kota serang Syafrudin, program pengentasan kemiskinan harus habis dan target harus tercapai. Kec. Serang 10 ribu keluarga, Kec. curug 8.500. Penduduk kota serang sekitar 700.000 ribu masyarakat, tinggal 100.000 ribu atau hampir 15% masih ada warga miskin.
“Alhamdulilah penyaluran pkh 96%, tahap 2 dan 3 98% dan ke 4 99%. Tingggal 1% penyaluran yg blm terealisasi,” tuturnya.
Syafrudin berharap kepada pkh dalam rangka pendataan di wilayah masing-masing harus akurat, jangan sampai yang meninggal dunia masih ada datanya, kaya, pns dan udh pindah, harus terdata.
Oleh karena itu, pembinaan kepada pkh menyampaikan kepada masyarakat dengan benar dan berjuang hidup untuk dapat sejahtera.
“Adakan edukasi kembali agar masyarakat tidak males, dan kalau pengen sejahtera tergantung diri kita masing-masing dalam mengupayakan usahanya, hidup miskin itu susah,” tambah syafrudin.
Terakhir, berikan pengertian agar masyarakat bisa berpikir maju untuk bisa mensejahterakan diri sendiri dan keluarga. Disamping, memberikan bantuan, pendataan juga benar. (Niel/Red)







