HARITA.ID – Alami kenaikan harga ayam potong di Kota Cilegon,UPTD Pasar Kranggot singgung Pemprov dan Pemkot agar bisa melakukan sinergitas ketahanan kenaikan harga ayam potong di Pasar Kranggot.
Kepala UPTD Pasar Kranggot,Dani mengungkapkan, pihaknya mengakui terjadi kenaikan harga ayam potong di Pasar Kranggot. Di tambah lagi, dalam data yang diterima olehnya beberapa pedagang pemotong ayam akan melakukan mogok menjual. Hal tersebut di sebabkaan karena terjadi naiknya harga ayam potong di Pasar Kranggot.
“Harga Ayam menaik seluruh indonesia. Termasuk di Pasar Kranggot mengalami kenaikan. Sehingga kenaikan itu juga dari informasi yang saya dapat mereka ingin mogok karena terjadi kurangnya yang membeli Ayam Potong di Pasar Kranggot,” ujarnya.
Menurut Dani, dari data yang ia terima beberapa pedagang ayam mau mogok tersebut di sebabkan karena terjadi kenaikan harga ayam potong dan juga selain terjadi kenaikan dampak dari kenaikanya juga kepada sektor pembeli ayam potong di Pasar Kranggot berkurang.
“Stok ayam di Kota Cilegon aman. Akan tetapi dari faktor kenaikan juga berdampak kepada minimnya konsumen yang membeli ayam potong bagi para pelaku usaha Ayam Potong di Pasar Kranggot,” tuturnya.
Diakhir, Dani juga meminta kepada Pemerintah Provinsi Banten maupun Pemkot Cilegon agar bisa memberikan solusi terhadap kenaikan harga ayam pokok di Kota Cilegon.
“Harapan kami Pemprov dan Pemkot bisa bersinergi dan memberikan solusi kepada pedagang ayam yang ada di Kota Cilegonn maupun Provinsi Banten agar kenaikan harga ayam potong bisa lebih turun karena banyak sekali pedagang yang mengeluh karena terjadi kenaikan harga Ayam Potong,” tutupnya. (Zar/Red)










