HARITA.ID – Dalam rangka menurunkan inflasi di Kota Cilegon, Pemerintah Kota Cilegon melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Cilegon menyelenggarakan pangan murah di Kota Cilegon.
Penyelenggaraan pangan murah di Kota Cilegon disebut menjadi rekomendasi nasional yang ditunjuk sebagai wilayah dalam penurunan inflasi. Apalagi,Pemerintah Provinsi Banten telah memberikan penghargaan bahwa Kota Cilegon berhasil menjadi penurunan inflasi yang cukup rendah.
Kepala DKPP Kota Cilegon,Eva Syarifah mengatakan, pada gerakan pangan murah yang dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia ini merupakan dalam rangka mengurangi inflasi tingkat daerah termasuk Kota Cilegon. Maka oleh sebab itu, pada kegiatan Gerakan Pangan murah tersebut di selenggarakan du Kota Cilegon menjadi perwakilan di Provinsi Banten ini di inisiasi oleh Badan Pangan Nasional (BPN).
“Hari ini adalah gerakan pangan murah. Gerakan pangan murah serentak seluruh Indonesia yang di inisiasi oleh Badan Pangan Nasional (BPN),”kata Eva kepada wartawan
Dijelaskan Eva bahwa Badan Pangan Nasional memberikan kontribusi kepada Pemkot Cilegon bahwa Kota Cilegon sebagai kota yang memiliki tingkat inflasinya cukup rendah di lingkungan Provinsi Banten. Maka oleh sebab itu,DKPP Kota Cilegon akan terus memberikan pelayanan kepasa masyarakat dalam bentuk gerakan pamgan murah serentak se Indonesia.
“Cilegon ini tingkat inflasinya cukup rendah di tingkat Provinsi Banten. Termasuk juga kita harus memberikan terus pelayanan kepada masyarakat dengan membuat gerakan pangan murah serentak ini,”jelas Eva.
Lebih lanjut, kata Eva bahwa gerakan pangan serentak ini nantinya DKPP Kota Cilegon bersama Kejaksaan Negri Kota Cilegon atau Kejari Kota Cilegon akan menyelenggarakan gerakan pangan. Dan dimana nantinya gerakan Pangan tersebut akan di selenggarakan di awal bulan Juli besok.
“Insya Allah Bulan Juli juga akan ada gerakan pangan juga di Kejari. Tadi juga sudah bicara juga,”ungkap Eva.
“Jadi terus menerus kita akan memberikan bahwa masyarakat Kota Cilegon dapat membeli pangan murah yang ada di Kota Cilegon. Yaitu di mulai dari, Terigu, beras, telur, gula,cabe dan tanaman lainnya,”tambahnya.
Diakhir Eva menjelaskan dalam penyedian Gerakan Pangan juga DKPP Cilegon menghadirkan beberapa stand dalam menunjang pelayanan pangan murah di Kota Cilegon.
“Satu dari Umkm di seluruh UMKM seluruh Kota Cilegon kita sediakan stand, satu lagi kita dari kelompok wanita tani se Kota Cilegon satu stand, lalu Agro Bisnis Banten Mandiri (ABM), lalu dari Bulog, dan satu lagi ideafood,”tukasnya.
Sementara itu, Walikota Cilegon,Helldy Agustian menambahkan, bahwa kegiatan Gerakan Pangan Murah rekor muri ini merupakan kegiatan nasional yang dilakukan secara serentak se Indonesia. Hal tersebut dilakukan Gerakan Pangan Murah itu merupakan dalam rangka melayani masyarakat dalam pelayanan harga pangan yang sangat murah di Kota Cilegon. Apalagi,kata Helldy bahwa Kota Cilegon menjadi rekomendasi kegiatan Pasar murah gratis itu sendiri di sebabkan karena telah berhasil menurunkan inflasi yang cukup rendah di lingkungan Pemerintah Provinsi Banten.
“Iyah hari ini gerakan pangan murah rekor muri secara nasional bahwa kami Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon juga ikut dalam rangka memeriahkan gerakan pangan murah. Dan alhamdulillah Kota Cilegon ini dari 90 tadi yang sudah kami sampaikan tadi, bahwa salah satu kota untuk memberikan kontribusi terhadap kejadinya inflasi wabil khusus di Provinsi Banten,”kata Helldy.
Diungkapkan Helldy, bahwa Kota Cilegon ini beberapa waktu yang lalu pernah di katakan oleh Pj Gubernur Banten bahwa karena inflasi Kota Cilegon menjadi terbaik maka Provinsi Banten presentasi jadi projek percontohan yang terbaik secara nasional.
Oleh sebab itu, Helldy berharap dengan telah dilakukannya kegiatan Gerakan Pangan murah di Kota Cilegon ini dapat bermanfaat untuk masyarakat Kota Cilegon terkhusus bisa menyumbang kontribusinya dalam penurunan inflasinya di Indonesia.
“Iyah harapannya kami tadi bagaimana kita memutus rantai dari biasanya kan petani di ambil,mohon maaf di ambil oleh tengkulak itu atau di kirimkan ke jakarta terus kemudian di bawah lagi ke sini (Cilegon-red) dengan harga yang mahal. Sehingga diperlukan yang namanya aplikasi suatu sistem yang terfikir di saya bagaimana dari Petani langsung bisa ke masyarakat. Sehingga harganya bisa stabil dan tidak terlalu mahal dan tidak di kendalikan sama orang lain. Terutama di Cabai yah. Yang waktu itu kita sudah melaksanakan kegiatan tanam cabai dengan Bank Indonesia (BI),”harapnya.
“Mudah mudahan ini bisa terealisasi dan Cilegon menjadi jauh lebih baik lagi secara inflasi dan memberikan kontribusinya untuk Indonesia,”tutupnya. (Zar/Red)






