HARITA.ID – Bangun Sekolah Dasar Negri Bojong Baru keluhkan minimnya bantuan CSR industri yang tidak prioritas kepada pendidikan.
Kepala Sekolah SD N Bojong Baru,Aca menyampaikan, pada bangunan sekolahnya yang di pimpin sudah sejak lama bangunan itu berdiri. Bahkan bangunan sekolah tersebut di masa presiden Soeharto.
“Bangunan sekolah di SD N Bojong Baru itu bangunan inpres. Bangunan inpres itu tidak ada pondasi besinya. Bahkan bangunan SD N Bojong Baru itu berdiri semasa pak Soeharto,”ucap Aca saat beberapa hari yang lalu di konfirmasi awak media, Minggu 16 Juli 2023.
Dikatakan Aca, bahwa selain bangunan sekolah yang di pimpin itu sudah lama rusak. Dirinya juga menjadi kepala sekolah di SD N Bojong Baru di tahun 2019.
Sehingga dari tahun 2019 yang lalu, Aca melakukan koordinasi dengan pihak industri untuk meminta arahan terkait bantuan dana dalam merenovasi bangunan sekolah yang di pimpin olehnya.
“Di tahun 2019 lalu, saya diberikan tugas menjadi kepala sekolah. Dari tahun 2019 itu kami meminta arahan ke industri. Dari arahan industri suruh pengajuan. Nah dari pengajuan itu kami sudah mengajukan ke PT Pelindo tapi tidak di acc oleh pihak industri,”ungkapnya.
Selain sudah mengajukan dana bantuan kepada PT.Pelindo, kata Aca, pihaknya juga sudah mengajukan ke beberapa industri yang ada di Ciwandm.
Sehingga beberapa pengajuan dana terhadap renovasi sekolagan yang dia pimpin, tidak ada sama sekali industi yang membantu.
Maka oleh sebab itu,Aca berharap kepada industri yang ada di wilayah Ciwandan agar bisa memberikan wujud bantuan sosialnya kepada pendidikan.
Hal tersebut karena kebanyakan industri yang ada di Ciwandan tidak membantu persoalan renovasi Sekolahanya.
“Saya berharap kepada industri yang ada di Ciwandan untuk bisa memberikan bantuan CSRnya. Karena selama ini CSR di Ciwandan bantuanya di luar dari Ciwandan. Tidak menyentuh ke wilayah ciwandan. Bahkan tidak ke sekolahan kami,”tandasnya. (Zar/Red)








