HARITA.ID – Pemerintah Kota Cilegon menggandeng beberapa industri untuk mendukung standar pelayanan minimal kesehatan di Kota Cilegon khususnya program Jaminan Kesehatan Nasional(JKN), kebutuhan jamban hingga antropometri.
Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat pada Dinas Kesehatan Kota Cilegon Rully Kusumawardhany mengatakan, standar pelayanan minimal kesehatan merupakan arahan dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia yang harus dicapai targetnya. Untuk itu, perlu adanya dukungan dari pihak industri.
“Dalam hal pemenuhan target-target ini kita hanya membutuhkan dukungan dalam hal ini, pembiayaan kesehatan demi mencapai target dari program-program tersebut,” katanya di Aula Setda, Senin 31 Juli 2023.
Rully menturkan, adapun pemenuhan kebutuhan tersebut diantaranya bantuan kepada 399 posyandu, pemberdayaan Aksi Bergizi, JKN, antropometri, pos gizi, kesehatan tradisional, program lansia, puskesmas persalinan, hingga pemenuhan jamban di setiap kecamatan.
“Kami harapkan untuk memiliki kontribusi yang nyata ya terhadap terutama di bidang kesehatan, jadi ini tidak semata-mata hanya untuk tercapainya target SPM saja, tapi juga untuk betul-betul meningkatkan derajat kesehatan masyarakat kota Cilegon,” tuturnya.
Sementara itu, Wali Kota Cilegon Helldy Agustian menyatakan, keberhasilan program-program tersebut, perlu adanya kolaborasi dari pihak terkait. Untuk itu, pihaknya berharap agar kerjasama tersebut dapat terwujud.
“Kami mengucapkan terimakasih atas kehadirannya, kami menjelaskan kembali kami tidak bisa bekerja sendiri. Makanya dikumpulkan dalam rangka mengkolaborasi yang selama ini sudah baik, jadi lebih baik,” ujarnya.
Di tempat yang sama, salah satu CSR dari PT Indorama mengaku, akan mendukung kegiatan yang dicanangkan. Namun, perlu adanya usulan lebih lanjut dengan pimpinan terkait.
“Kami akan mensupport kegiatan ini, akan kami usulkan dan sampaikan ke pimpinan terlebih dahulu,” ucapnya. (Zar/Red)







