HARITA.ID – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Cilegon menggelar loka karya dalam penanganan stunting di Kota Cilegon.
Dalam kegiatan loka karya itu sendiri, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Cilegon melibatkan peran serta swasta, industri dan perbankan yang ada di Cilegon agar bisa bersinergi mengkampanyekan zero stunting.
Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Cilegon Agus Zulkarnain mengatakan pada kegiatan loka karya penangan stunting 2023 ini merupakan kegiatan tindak lanjut dari bulan januari 2023. Maka oleh sebab itu, DP3AKB) Kota Cilegon perusahan dan perbankan dalam mencegah penanganan stunting di Kota Cilegon.
“Iyah loka karya ini loka karya lanjutan iyah dari yang sudah dilakukan di bulan januari yang lalu iyah. Jadi artinya mengajak peran serta masyarakat dalam kalangan swasta, industri perusahaan dan Perbankan. Semoga bisa membantu dalam upaya percepatan penurunan stunting,”kata Agus Zulkarnaen kepada wartawan,Kamis 10 Agustus 2023.
Dikatakan Agus Zul dalam kegiatan loka karya 2023 ini mengajak kepada seluruh industri dan swasta maupun perbankan agar bisa bersinergi mengentaskan persoalan stunting di Kota Baja.
“Iyah ada kolaborasi dan mengajak keterlibatan swasta maupun idunstri serta perbankan untuk bisa membantu percepatan stunting di Cilegon,”terangnya.
Lanjut Agus dalam data yang di himpun oleh dia penanganan stunting di Cilegon selama bulan Febuari 2023, mencapai ribuan. Ditambah lagi,jumlah bayi di Cilegon yang mengalami stunting sekitar puluhan ribu. Artinya dari jumlah tersebut bisa dikatakan relatif penurunan dan penambahan. Maka,oleh sebab itu Agus minta kepada seluruh stakeholder agar bisa mengkampanyekan zero stunting di Cilegon.
“Jumlahnya sendiri berdasarkan penimbangan dan percatatan selama bulan febuari 2023 ini ada seribu seratus empat puluh empat balita stunting. Artinya 3,49 % dari jumlah balita di Kota Cilegon sejumlah 32 ribu sekian. Dan angka itu masih relatif tinggih walaupun ada penurunan. Maka harapanya mudah mudahan kedepan Kota Cilegon bebas dari zona stunting atau zero stunting,”pungkasnya. (Zar/Red)







