HARITA.ID – Walikota Cilegon, Helldy Agustian canangkan menaikan anggaran untuk bidang pendidikan naik menjadi 28 persen.
Hal itu diungkapkan Helldy saat menghadiri acara Gebyar Hardiknas Tahun 2023.
“Anggarannya kalau bisa lebih besar sama dengan Jogja, yah Jogja kan diangka itu (28 persen,-red),” ujarnya saat ditemui di Rumah Dinas Walikota Cilegon, Senin 28 Agustus 2023.
Menurut Helldy, anggaran yang saat ini disiapkan untuk bidang pendidikan sekitar 21 persen masih belum cukup.
Hal itu lantaran masih banyak fasilitas-fasilitas yang perlu diperbaiki di Kota Cilegon.
“Kota pelajar itu kan rata-rata diangka 28 persen, kalau kita lihat Kota Pelajar di Jogja itu hampir 28 persen,” katanya.
“Sementara kita masih diangka 21 persen, belum lagi dikurangi biaya-biaya pengeluaran,” tambahnya.
Sehingga ke depan, Helldy berharap anggaran untuk bidang pendidikan bisa dinaikan dari 21 persen menjadi 28 persen dari APBD Kota Cilegon.
Menanggapi hal itu, Ketua DPRD Kota Cilegon, Isro Mi’roj menyambut baik atas usulan Walikota Cilegon.
Namun Isro menilai bahwa persoalan itu perlu adanya kesepahaman antara legislatif dan eksekutif.
“Kita lihat kemampuan keuangan daerah, kan dalam undangan-undang menyatakan minimal 20 persen, maksimal nya tergantung pada kesepahaman dua lembaga antara DPRD dengan eksekutif,” ungkapnya.
Untuk menindaklanjuti usulan tersebut, Isro menuturkan bahwa persoalan tersebut menjadi bahan untuk pembahasan bersama di DPRD Kota Cilegon.
“Pada prinsipnya demi pendidikan dan sumberdaya manusia Kota Cilegon saya rasa bisa,” jelasnya.
Terlebih, kata Isro, terkait dunia pendidikan saat ini di Kota Cilegon, masih banyak sekolah yang kurang layak.
“Selama ini masih banyak sekolah yang kurang layak, infrastrukturnya perlu diperbaiki dan jangan juga terlalu dari APBD kita,” ungkapnya.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Cilegon, Heni Anita Susila menambahkan bahwa dalam peraturannya dikatakan untuk anggaran bidang pendidikan minimal 20 persen.
Sementara anggaran yang disiapkan untuk Dindikbud Kota Cilegon saat ini sekitar 21 persen.
“Walaupun kita sudah 21 persen, tapi itu include dengan belanja jasa pegawai guru, gaji PPPK dan sebagainya,” terangnya.
Diakui Heni, jumlah anggaran disiapkan saat ini masih kurang untuk memenuhi kebutuhan bidang pendidikan.
Apalagi, kata Heni, saat ini Dindikbud Kota Cilegon masih memerlukan anggaran untuk meningkatkan sarana dan prasarana ditingkat SD dan SMP.
“Total anggaran di dindikbud Kota Cilegon di tahun 2023 ini sekitar Rp 503 miliar, tapi itu include dengan gaji pokok semua hampir 400 miliar,” katanya.
“Yang Rp 100 miliar nya, itu baru untuk kegiatan dan sebagian besar juga digunakan untuk beasiswa full sarjana,” sambungnya.
Sehingga pihaknya mengaku masih memiliki kekurangan untuk biaya infrastuktur di wilayah Kota Cilegon.
“Iya kurang buat infrastruktur nya, karena ada program prioritas walikota yaitu beasiswa full sarjana, yang mungkin nanti selama 5 tahun ini perlu Rp 120 miliar dari tahun 2021-2025,” tandasnya. (Zar/Red)







