HARITA.ID – Dinas Sosial Kota Cilegon mencatat sebanyak enam kelurahan di Kota Cilegon rawan terjadi bencana alam.
Hal itu dibenarkan oleh Kepala Bidang Penanganan Bencana dan Warga Negara Migran Tindak Kekerasan, Dinas Sosial Kota Cilegon, Tb. Hkualizaman bahwa dalam rangka mengantisipasi kesiapan bencana di Kota Cilegon Dinsos Cilegon menggelar sosialisasi kesiap siagan di setiap kelurahan yang ada di Kota Cilegon.
Hal itu dilakukan oleh Dinsos Cilegon dalan upaya mensosialisasikan kepada warga Cilegon agar tetap menjaga lingkunganya.
Maka kata Dia dari pembentukan Desa Tanggap Bencana yang di dua wilayah ini bertujuan untuk antisipasi kesiap siagaan bencana di Cilegon.
“Ini dalam rangka untuk bagaimana masyarakat Kota Cilegon untuk lebih siap dalam menghadapi bencana. Apalagi ada pembentukan desa tanggap bencana yang ada di merak. Seperti di Taman Sari, Mekarsari,Lebak Gede dan gerem,”kata Tb. Hkualizaman.
“Selanjutnya juga di ciwandan itu,Kubangsari dan tegal ratu masuk dalam siaga bencana,”tambah dia.
Diterangkannya bahwa dari empat puluh tiga kelurahan yang ada di Cilegon terdapat enam kelurahan yang menjadi rawan bencana.
“Iyah itu yang rawan bicara yang sudah dikaji oleh BNPT bahwa 6 kelurahan itu rawan bencana. Apalagi di daerah merak itu rawan kalau terjadi gempa mengakibat tsunami otomatis harus ada persiapan sesiagaan,”paparnya
Diakhir dia juga mengajak kepada seluruh warga Cilegon bersamaa dengan pemerintah wilayah setempat peran lurah dan camat serta RT dan RW agar tetap melakukan sosialisasi kepada warganya dalam menjaga lingkunganya. (Zar/Red)










