HARITA.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cilegon waspadai 3 aspek yang mengakibatkan dampak terjadinya kekeringan di Kota Cilegon.
Untuk diketahui sebelumnya BPBD Cilegon mencatat 3 wilayah atau 3 kecamatan yang terdampak kekeringan. 3 kecamatan itu diantaranya,Kecamatan Purwakarta,Kecamatan Pulo Merak,dan terakhir Kecamatan Gerem.
Kepala Bidang Sistem dan Informasi Bencana Bustanil Arifin menyampaikan dampak terjadinya kekeringan berkepanjangan di Kota Cilegon itu sendiri kepada kurangnya air bersih dan juga sering terjadi kebakaran disetiap wilayah Kota Cilegon. Ditambah lagi, berdampak kepada musim panen di pertanian yang nantinya akan berdampak gagal panen kepada para petani yang berada di Kota Cilegon.
“Selain krisis air yang harus kita waspadai akibat dampak El Nino 2023 ini diantaranya terjadi kebakaran lahan. Kemudian juga kebakaran pemukiman dan juga terjadinya gagal panen,”ungkapnya.
Dikatakan dia, dari informasi yang didapat olehnya dari Dinas Pertanian Kota Cilegon untuk stok pangan aman dan terkendali.
Karena, kata Dia, Dinas Pertanian Kota Cilegon telah mengantisipasi dijauh jauh hari sebelum terjadinya kekeringan di Kota Cilegon.
“Cuman tadi disampaikan dari Dinas Pertanian bahwa untuk stok pangan masih aman,”tuturnya.
“Intinya kalau untuk stok pangan di Cilegon tidak jadi gagal panen. Karena mereka sudah melakukan antisipasi kegiatan terjadi sebelum kemarau. Artinya tidak melakukan penanaman pertanian,”pungkasnya. (Zar/Red(










