HARITA.ID – Tim Satgas Saber Pungli menggandeng Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Cilegon dalam melakukan sosialisasi di 3 pasar rakyat yang ada di Kota Cilegon.
Untuk diketahui kegiatan sosialisasi saber pungli yang difasilitasi oleh Disperindag Cilegon dalam upaya mencegah terjadinya pemungutan liar atau Pungli yang kerap terjadi disetiap pasar yang ada di Kota Cilegon.
Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan pada Disperindag Kota Cilegon Ema Hermawati mengatakan pada kegiatan tim satgas saber pungli yang terdiri dari Polres dan Pemkot Cilegon dalam hal ini Inspektorat Cilegon melakukan sosialisasi terkait pencegahan pungutan liar yang berada di Kota Cilegon. Khususnya, di pasar yang kerap terjadinya pungutan liar.
“Kegiatan ini merupakan kegiatan tim satgas saberpungli Kota Cilegon. Dan dari tim satgasnya itu sendiri terdiri dari Polres dan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon itu yakni Inspektorat,”kata Ema.
Dijelaskan Ema,pada kegiatan sosialisasi saber pungli itu dikarenakan memang ada permintaan dari Inspektorat akan mengadakan penyuluhan saberpungli di pasar pasar. Hal itu menjadi leading sektor Disperindag untuk menfasilitasi tempat dan Sumber Daya Manusia (SDM) atau petugas pasar agar diberikan bekal pemahaman saber pungli.
“Otomatis kami dari Disperindag hanya menfasilitasi tempat terkait untuk kegiatan sosialisasi Saberpungli yang lebih jelas berada di tim satgas saber pungli,”ucapnya.
“Selanjutnya, kalau kami karena memang tempatnya di pasar, jadi ada kewenanganya ada di Disperindag Kota Cilegon dalam menfasilitasi tim saberpungli disetiap pasar agar tidak melakukan pungutan liar atau pungli,”imbuhnya.
Ema menyatakan pada kegiatan sosialisasi saber pungli ini digelar selama tiga hari. Dengan melakukan sosialisasi di tiga pasar yang ada di Kota Cilegon.
“Hari ini kita di Pasar Kranggot,kemudian nanti hari jumat di pasar blok f dan terakhir hari senin di pasar merak. Jadi kegiatan tim satgas saber pungli ini selama 3 hari yang digelar di 3 pasar yang ada di Kota Cilegon,”jelasnya.
Diakhir Ema juga mengajak kepada seluruh kepala UPT Pasar yang ada di Cilegon, agar tidak melakukan pungutan liar. Apalagi, dalam aturannya pungutan liar tidak dibolehkan. Namun, jika memang terdapat oknum yang melakukan pungutan liar,Disperindag akan menindak tegas jika terdapat oknum yang sengaja melakukan pungutan liar ke warga Kota Cilegon.
“Himbauanya karena kita ada tim pasar dari Disperindag, saya dari Dinas hanya menghimbau supaya pengelola pasar itu bekerja dengan sesuai dengan aturan yang berlaku.Jangan ada pungli atau pungutan apapun itu yang ada di pasar yang tidak sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan.Kalaupun memang memungut diluar ketetapan artinya itu sudah masuk pungli,”tandasnya.
Sementara itu, Ketua Saber Pungli Kota Cilegon, Kompol Rifki Seftirian Yusuf menuturkan pada kegiatan sosialisasi saber pungli yang menunjuk tempat pasar diberikanya pembekalanya dalam mencegah pungutan liar ini karena pasar menjadi sentral perputaranya ekonomi.
Ditambah lagi, pasar menjadi objek yang sering melakukan aktivitas orang banyak. Maka pada hari ini, pihaknya menggelar sosialisasi di Pasar Kranggot.
“Di pasar ini kan perputaran ekonominya cukup besar, jadi sangat rawan adanya pungli. Untuk itu, kita sentuh melalui sosialisasi ini ke pengelola dan sejumlah pedagang pasar di Kranggot ini,” kata Ketua Saber Pungli Kota Cilegon, Kompol Rifki Seftirian Yusuf di Aula Kantor UPTD Pasar Baru Kranggot, Rabu 20 September 2023.
Rifki berharap, digelarnya sosialisasi bahaya pungli ini, pengelola dan pedagang pasar dapat memahami sehingga bisa menghindari praktik pungli.
Ia juga mengajak kepada masyarakat agar turut aktif melaporkan jika terdapat adanya pungutan liar di tengah masyarakat.
“Jika menemukan ada pungli harap melaporkan kepada kami,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Pasar Baru Kranggot Kota Cilegon, Dani Rahmat mengaku senang adanya Sosialisasi Saber Pungli, menurutnya, digelarnya kegiatan ini sangat baik upaya untuk memberi pemahaman kepada pengelola pasar terkait pungli.
“Di Pasar Kranggot ini sangat rawan pungli, baik parkir maupun penyediaan lahan, makanya ini juga jadi perhatian kami karena banyak yang harus kita benahi,” katanya.
“Makanya kita juga selalu mengeluarkan instruksi atau himbauan untuk tidak melakukan pembayaran diluar dengan aturan yang diberlakukan, terus kita woro-woro itu baik ke pedagang maupun ke petugas pasar,”tukasnya. (Zar/Red)







