HARITA.ID – Lurah Kepuh Holilullah mengungkapkan bahwa masih ada sekiranya 80 warga dari total 3.000 warga di Kelurahan Kepuh, Kecamatan Ciwandan yang belum terbebas dari Buang Air Besar Sembarangan (BABS) atau Dolbon.
Hal itu disampaikanya usai Peresmian Sumur Bor Dirangkai Penyerahan Bantuan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) di Link. Karet Combong Rt.09/02 Kel. Kepuh Ciwandan, Senin 23 Oktober 2023.
“Masih ada beberapa yang terdaftar dari masukan beberapa RT sekitar 80an warga,” katanya.
Holil menyampaikan, jika dibandingkan dengan tahun 2022 lalu, total KK yang belum memiliki akses jamban tahun ini menurun. Jika tahun lalu KK yang sudah diberikan bantuan jamban sebanyak 19 KK.
“Mudah-mudahan tahun depan beres semua, nanti kita koordinasi dengan puskesmas 1 KK berapa anggarannya. Sebelumnya 115 udah dapet bantuan dari Chandra Asri 19 KK,” ujarnya.
Menanggapi itu, Wali Kota Helldy Agustian menyampaikan, dalam mensejahterakan masyarakat terbebas dari Buang Air Besar Sembarangan (BABS). Pihaknya mengajak para industri untuk berkontribusi untuk menangani Dolbon di Kelurahan kepuh, Kecamatan Ciwandan.
“Kami perintahkan kepada lurah untuk membuat inovasi tanpa menggunakan APBD karena banyak industri yang udah disini,” imbaunya.
Helldy menargetkan agar masyarakat Kota Cilegon bisa sehat dan bersih sehingga bisa stop buang air besar sembarangan kedepanya. Sebelummya Pemerintah Kota Cilegon juga sudah membangun sebanyak 250 WC di Kelurahan Gerem.
“Kemarin kita sudah pasang 250 wc di daerah Gerem, disini kami harapkan camat dan para industri juga mendukung, kalau memang budgeting bisa pake APBD, tapi kalau tidak bisa industri dengan CSR dia,” ungkapnya. (Zar/Red)










