HARITA.ID – Teknologi Blockhain mulai dikenal pada tahun 2008, dimana sekelompok orang dengan nama samaran Satoshi Nakamoto menguraikan teknologi blockhain melalui whitepaper yang berjudul “Bit Coin : A Peer To Peer Electronic Cash System”.
Blockhain diciptakan untuk membuat transaksi lebih terjamin dan aman. Data yang terdapat dalam blockhain tidak dapat dimodifikasi atau dihapus oleh entitas manapun tanpa persetujuan dari semua pihak yang terlibat dalam jaringan.
Sebagai infrastruktur buku besar yang aman, terdesentralisasi, dan transparan, blockhain siap merevolusi paradigma pelaksanaan transaksi keuangan dunia. Kemudian pada akhirnya akan menghasilkan peningkatan efisiensi, mengubah cara pembayaran lebih cepat, serta peningkatan tingkat keamanan dalam ekosistem transaksional.
Menurut Magnesia Surbakti dalam jurnalnya yang berjudul “Revolusi Teknologi Blockhain: Dampaknya Pada Integritas Keamanan dan Data” bahwa revolusi teknologi blockhain merupakan sebuah perubahan besar-besaran dalam dunia teknologi industri finansial dan telah mempengaruhi aspek transaksi dimulai dari cara data disimpan, dikelola, dijamin keamanan serta integritasnya.
Keamanan dan integritas data menjadi elemen kunci dalam revolusi teknologi blockhain. Dalam strukturnya, data yang dimasukkan ke dalam ledger tidak dapat mengalami perubahan atau penghapusan. Ini artinya setelah data tercatat dalam blockhain menjadi catatan yang sah dan tidak dapat dimanipulasi.
Keamanan diperkuat dengan menggunakan tanda tangan yang unik untuk autentifikasi suatu transaksi, memastikan data tidak berubah selama proses perjalanan.
Dengan demikian, teknologi blockhain menjadi suatu kebutuhan mendesak untuk sistem keamanan yang dapat menjaga rahasia data selama proses bertransaksi.
Teknologi blockhain diimplementasikan sebagai sarana keamanan, namun hanya sedikit industri finansial yang menggunakan platform berbasis blockhain.
Penggunaan teknologi blockhain adalah untuk mengelola identitas, melacak suatu produk, menyinkronkan data, serta memudahkan pembayaran.
Penulis merupakan seorang mahasiswa aktif ternama di Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten. Ia bernama Lydia Khaerani Mahasiswa Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam Semester 3 di UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten. (Zar/Red)







