SERANG – Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 resmi dimulai dari Provinsi Banten. Kehadiran delegasi Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) dari berbagai provinsi disambut istimewa lewat gala dinner di Pendopo Bupati Serang, Kamis malam (5/2/2026).
Acara tersebut bukan sekadar jamuan makan malam. Ketua Umum SMSI Pusat, Firdaus, memanfaatkan momentum ini untuk mengenang sejarah lahirnya SMSI yang ternyata berakar kuat di Banten.
Dalam sambutannya, Firdaus mengungkapkan bahwa SMSI berdiri pada 7 Maret 2017 di Provinsi Banten, melalui proses panjang yang penuh refleksi dan perjuangan. Ia menyebut Banten sebagai tempat lahir sekaligus titik balik perjalanan organisasi media siber terbesar di Indonesia tersebut.
“SMSI lahir dari proses panjang, dari renungan dan kepedihan. Saya kembali ke Banten, karena SMSI lahir di Banten. Saya bangga Banten mampu menjembatani saya,” ujar Firdaus.
Mantan Ketua PWI Banten dua periode itu juga mengingatkan seluruh anggota SMSI se-Indonesia untuk menjaga independensi pers dan tidak menggantungkan keberlangsungan media pada APBD.
“Jangan bangga dimanjakan oleh Pemda atau APBD. Media harus mandiri dan berdaulat,” tegasnya.
Firdaus turut mengungkap fakta sejarah bahwa notaris pertama SMSI berada di Kota Cilegon, bahkan pendaftaran SMSI Sumatera Selatan pertama kali dilakukan di Kantor PWI Banten.
Menjelang usia ke-9 SMSI pada 7 Maret mendatang, Firdaus menekankan pentingnya peran media siber dalam menjaga kedaulatan informasi serta meningkatkan kualitas jurnalisme digital di tengah tantangan zaman.
Tak hanya itu, rangkaian HPN 2026 juga akan diwarnai dengan peresmian Tugu SMSI di Kota Cilegon pada 7 Februari 2026. Tugu tersebut menjadi simbol sejarah dan perjuangan media siber Indonesia.
Selain tugu, SMSI juga akan melakukan peletakan batu pertama Museum Media Siber Indonesia, sebagai ruang memori kolektif dan identitas pers di era digital.
Menutup sambutannya, Firdaus berpesan agar insan pers SMSI menjauhi praktik tidak etis, tidak tergiur proyek tak halal, serta mengedepankan jurnalisme yang menyejukkan.
“Jangan cepat menulis berita negatif. Tidak ada kebijakan yang sempurna. Pers harus jadi penengah,” pungkasnya.
HPN 2026 di Banten pun diproyeksikan menjadi tonggak sejarah baru, menegaskan posisi Banten sebagai kiblat sejarah media siber Indonesia.







