Harita.id
Jumat, 16 Oktober 2026
  • Home
  • News
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Sosial
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Tokoh
  • Opini
  • Kesehatan
  • Lingkungan
  • Budaya & Religi
  • Advertorial
  • berita gosip artis terbaru
  • Info terkini
  • berita artis terbaru
  • tips kesehatan
  • Berita terbaru
  • berita artis terkkini
  • tips&trik
  • nunung srimulat
Harita.idHarita.id
Pengubah Ukuran FontAa
  • Home
  • News
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Sosial
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Tokoh
  • Opini
  • Kesehatan
  • Lingkungan
  • Budaya & Religi
  • Advertorial
Search
  • Home
  • Kanal
    • News
    • Daerah
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum
    • Ekonomi
    • Sosial
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Gaya Hidup
    • Tokoh
    • Opini
    • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Budaya & Religi
    • Advertorial
Sudah memiliki akun? Masuk
Ikuti KAMI
© 2026 darkslategrey-mongoose-970280.hostingersite.com. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com
Beranda » Pemkot Cilegon Keluarkan Edaran GERTAM Cabai, ASN Wajib Tanam 15 Polybag di Rumah
Kota Cilegon

Pemkot Cilegon Keluarkan Edaran GERTAM Cabai, ASN Wajib Tanam 15 Polybag di Rumah

admin
Diterbitkan: 9 Juli 2026
Bagikan
5 Menit Baca
- Advertisement -
Ad image

HARITA.ID — Pemerintah Kota Cilegon resmi menerbitkan Surat Edaran Nomor 900/1733/DKPP tentang Gerakan Tanam Cabai (GERTAM) sebagai langkah konkret menekan laju inflasi daerah, khususnya pada komoditas cabai yang selama ini kerap memicu gejolak harga di pasaran.

Lewat kebijakan tersebut, Pemkot Cilegon mengajak seluruh unsur pemerintah hingga masyarakat untuk ikut terlibat dalam gerakan menanam cabai di pekarangan rumah. Sasaran gerakan ini tak hanya perangkat daerah dan Aparatur Sipil Negara (ASN), tetapi juga camat, lurah, sekolah, hingga warga di tingkat lingkungan.

Penjabat Sekretaris Daerah Kota Cilegon, Aziz Setia Ade, menegaskan bahwa GERTAM Cabai bukan sekadar program seremonial, melainkan strategi nyata untuk memperkuat ketahanan pangan rumah tangga sekaligus mengendalikan inflasi dari sisi pasokan.

“Gerakan Tanam Cabai ini bukan hanya sekadar program menanam, tetapi merupakan bentuk partisipasi bersama dalam menjaga stabilitas harga pangan. Kami mengajak seluruh ASN menjadi contoh dengan menanam cabai di lingkungan rumah masing-masing, kemudian mengajak masyarakat untuk melakukan hal yang sama,” ujar Aziz di sela rapat Evaluasi Program Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) di ruang rapat Asda, Selasa (7/7).

Dalam surat edaran tersebut, setiap ASN di lingkungan Pemkot Cilegon diminta memanfaatkan pekarangan rumah dengan menanam cabai sedikitnya di 15 polybag. Langkah ini dipandang sebagai bentuk teladan dari aparatur pemerintah dalam membangun budaya menanam di tengah masyarakat.

Baca Juga

Pemkot Cilegon Siapkan Lahan 2.000 Meter Persegi untuk 53 PKL Bonakarta
Cegah Dampak Bencana Industri, DLH Cilegon Tekankan Pentingnya Mitigasi
BAZNAS Cilegon Buka Seleksi Pimpinan Periode 2026-2031, Ini Syaratnya
76,69 Hektare Permukiman Kumuh Masih Tersisa di Cilegon, Akses Damkar Jadi Kendala

Tak berhenti di situ, perangkat daerah juga diminta ikut melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan gerakan tersebut. Artinya, program ini tidak hanya berhenti pada imbauan administratif, tetapi diarahkan agar benar-benar berjalan dan berdampak.

Kebijakan ini menunjukkan bahwa pengendalian inflasi di Cilegon kini tidak hanya dibaca dalam ruang rapat dan angka statistik, melainkan mulai ditarik ke level rumah tangga. Pemerintah tampaknya ingin memastikan bahwa upaya menjaga harga pangan juga dimulai dari kebiasaan sederhana di halaman rumah.

Pemkot Cilegon juga meminta camat dan lurah untuk membangun sinergi dengan RT/RW, tokoh masyarakat, serta elemen lingkungan lainnya agar gerakan menanam cabai bisa menjangkau warga secara lebih luas. Lahan pekarangan didorong menjadi sumber pangan keluarga yang produktif, bukan sekadar ruang kosong.

Baca Juga

Tak Ingin Ada Lagi Krisis Air, Pemkot Cilegon Kejar Tuntas Jaringan Pipa Merak
Pemkot Cilegon Mulai Tindak Parkir Liar, PKL hingga Balap Liar Pekan Depan
Disdukcapil Cilegon Jemput Bola, 141 Personel Polres Aktifkan IKD
Cilegon Dapat 91 Armada Sampah, LPS Sapu Bersih Dibentuk di 2 Kecamatan

Sementara itu, Dinas Pendidikan turut diimbau melibatkan sekolah-sekolah agar memanfaatkan pekarangan sebagai lokasi budidaya cabai dan tanaman pangan lainnya. Dengan begitu, GERTAM Cabai tidak hanya menjadi gerakan administratif, tetapi juga bisa menjadi sarana edukasi bagi pelajar tentang pentingnya ketahanan pangan sejak dini.

Bagi Pemkot Cilegon, gerakan ini memiliki makna yang lebih besar dari sekadar menanam cabai. Di tengah harga bahan pokok yang mudah bergejolak, cabai kerap menjadi salah satu komoditas penyumbang inflasi karena fluktuasi pasokan dan harga yang cukup tajam.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Karena itu, pendekatan yang dipilih bukan hanya mengandalkan pasar atau distribusi, tetapi juga mendorong masyarakat untuk memproduksi sebagian kebutuhan pangannya sendiri. Jika dilakukan secara masif, gerakan ini dinilai bisa membantu menekan ketergantungan terhadap pasokan pasar, terutama saat harga cabai melonjak.

“Ketahanan pangan dimulai dari lingkungan terkecil, yaitu keluarga. Jika setiap rumah mampu memanfaatkan pekarangan untuk menghasilkan cabai dan tanaman pangan lainnya, maka secara bertahap kita dapat mengurangi ketergantungan terhadap pasokan pasar sekaligus membantu menjaga stabilitas harga,” jelas Aziz.

Menariknya, dalam surat edaran itu ASN juga didorong untuk ikut mengampanyekan Gerakan Tanam Cabai melalui media sosial masing-masing. Langkah ini dimaksudkan agar gerakan tersebut tak berhenti di internal birokrasi, tetapi juga menjadi ajakan publik yang lebih luas.

Pemanfaatan media sosial dipandang penting untuk memperkuat edukasi kepada masyarakat, sekaligus membangun kesadaran bahwa pengendalian inflasi bukan semata tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama.

Baca Juga

Bukan Cuma Warga Ciwandan, Pasien dari Anyer-Mancak Ikut Berobat ke Sini
Cegah Kekerasan, PATBM Jadi Ujung Tombak Perlindungan Perempuan dan Anak di Cilegon
Banyak Kecelakaan, Dishub Cilegon Siapkan Garis Kejut di 5 Titik JLS
Waspada! Puskesmas Ciwandan Ungkap 10 Penyakit yang Banyak Menyerang Warga

Dengan skema seperti ini, GERTAM Cabai diarahkan menjadi gerakan kolektif: pemerintah menanam, warga ikut menanam, sekolah ikut menanam, lalu pesan itu diperluas melalui ruang digital.

Di balik gerakan ini, ada pesan yang lebih substansial: ketahanan ekonomi daerah berangkat dari ketahanan pangan keluarga. Ketika rumah tangga mampu memenuhi sebagian kebutuhan pangannya sendiri, tekanan belanja bisa berkurang. Di sisi lain, stabilitas harga di pasar juga lebih terjaga karena permintaan tidak sepenuhnya bertumpu pada pasokan luar.

Pemkot Cilegon berharap GERTAM Cabai tak berhenti sebagai respons sesaat terhadap inflasi, tetapi tumbuh menjadi budaya baru di masyarakat. Budaya menanam di pekarangan, sekecil apa pun, diyakini bisa menjadi fondasi penting dalam membangun kemandirian pangan dan memperkuat daya tahan ekonomi warga.

Jika gerakan ini berjalan konsisten, maka cabai bukan lagi sekadar komoditas yang identik dengan lonjakan harga, melainkan simbol bagaimana pemerintah dan masyarakat bisa bergerak bersama menghadapi ancaman inflasi dari dapur rumah sendiri.

(Red*)

- Advertisement -
Ad image
Bagikan Artikel Ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Salin Tautan
Artikel Sebelumnya Status Anak Krakatau Level III, Masyarakat Diminta Jauhi Radius 3 Kilometer
Artikel Berikutnya FGD SMSI di Bali Bedah Masa Depan Kedaulatan Finansial: PFII Dinilai Strategis Penuhi Kebutuhan Triliunan Rupiah
- Advertisement -
Ad imageAd image
TERKINI

SMSI Siap Kawal Pembangunan Berdampak Bagi Masyarakat Banten

26 Tahun Provinsi Banten, Banten Bergerak, Maju Berdampak

Dari Konsolidasi ke Kolaborasi, HIPKA Banten Dorong Pengusaha Berdaya Saing

PB Mathla’ul Anwar Gandeng Kemnaker Perluas Akses Kerja dan Wirausaha

Pemprov Banten Pastikan APBD 2027 Fokus pada Kesejahteraan Warga

- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
Berita Terkait
Kota Cilegon

Citangkil Cilegon Masuk Zona Merah Narkoba, 88 ASN Jalani Tes Urine

Kota Cilegon

Cilegon Temukan Potensi Transaksi Restoran Tak Terlapor, Sistem Real-Time Dipasang

Kota Cilegon

Citangkil Zona Merah Narkoba, 240 Pegawai Wajib Tes Urine

Kota Cilegon

Rp10 Miliar Digelontorkan untuk Infrastruktur Cilegon, Jalan hingga Trotoar Dibenahi

Kota Cilegon

Cilegon Dapat 91 Sarana Pengangkut Sampah, Ada 59 Cator hingga Compactor

Harita.id
Harita.id menyajikan berita terpercaya, aktual, dan berimbang tentang berbagai peristiwa serta perkembangan yang penting bagi masyarakat.
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Disclaimer
  • Iklan

2016 © Harita.id. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com