HARITA.ID – DP3AP2KB Kota Cilegon mengajak kepada 41 Sekolah yang bersifat inklusi bagi anak anak kebutuhan khusus guna mewujudkan pendidikan yang ramah terhadap anak.
Kepala DP3AP2KB Kota Cilegon, Agus Zulkarnain mengatakan, pada fasilitas sekolah inklusi untuk kebutuhan khusus yang ia data di Kota Cilegon itu kisaran puluhan sekolah inklusi yang notabenya menerima murid yang normal sehat dan berkebutuhan khusus bagi anak anak yang ingin mendapatkan wawasan dari sang guru.
“Jumlahnya kalau enggak salah itu ada 41 yang sekolah inklusi bagi anak anak berkebutuhan khusus,” kata Agus Zulkarnaen kepada wartawan, Jumat 25 November 2022.
Lebih lanjut, dari data puluhan sekolah inklusi yang ka terima tentunya menjadi perhatian dirinya agar memfasilitasi anak anak yang berkebutuhan khusus. Baik itu dari para guru maupun bagi kaum pendidik.
“Nah ini juga perlu membutuhkan perhatian khusus. Hal itu karena memang anak anak kebutuhan khusus juga membutuhkan perhatian pendampingan khusus oleh para guru maupun kaum pendidik,” terangnya.
Dijelaskan Agus Zulkarnaen bahwa terkait demgan sekolahan swasta yang saat ini yang belum menfasilitasi bagi anak anak berkebutuhan khususnya dibawah 10 orang anak berkebutuhan khusus.
“Untuk sekolah swastanya kalau enggak salah itu ada 5. Tapi itu memang belum bisa menfasilitasi bagi anak anak berkebutuhan khusus,” katanya.
“Nah oleh karena itu saat ini Kota Cilegon ada sifanya yang inklusi. Jadi sekolah yang menggabungkan antara anak yang normal, sehat anak anak berkubutuhan khusus,” imbuhnya.
Selain itu, kata Agus bahwa ketika anak anak berkebutuhan khusus itu di fasilitasi tentunya jika memamg anak anak berkebutuhan khusus itu difasilitasi tentunya apa yang di harapkan Pemkot Cilegon akan tercapai yakni Kota yang layak anak. Dan tenyu akan bisa memberikan kontribusi perhatian secara khusus kepada anak maupun perempuan secara ramah
“Kedepan Cilegon mudahan mudahan akan menjadi Kota yang layak anak,kemudian juga bisa memberikan atensi perhatian kepada anak dan juga ramah perempuan dan anak untuk kedepan,” paparnya.
Terakhir, lanjut Agus dari puluhan sekolah inklusi yang ia himpun ini tentunya akan dilibatkan dan mereka juga siap mendukung program program pemerintah terkait ramah terhadap anak.
“Oyah, dari sekolah inklusi nya sudah meminta untuk dilibatkan dan siap untuk mendukung program program pemerintah terkait dengan pendidikan yang ramah terhadap anak,”jelasnya.
Agus juga menuturkan, bahwa untuk saat ini pihaknya belum ada kefikiran untuk menambah bagi sekolah inklusi. Namun yang jelas kata dia pihaknya akan melakukan kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaaan yang ada di Kota Cilegon dalam memperjuangkan hak anak anak berkebutuhan khusus.
“Sementara ini belum, nanti kita akan koordinasikan dengan Dinas Pendidikan,” pungkasnya. (Zar/Red)








