HARITA.ID — Haru dan rasa syukur tak bisa disembunyikan dari wajah Bapak Sandi dan keluarganya saat menatap rumah baru yang kini berdiri kokoh di Lingkungan Sukasari RT 002/007, Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon. Rumah yang sebelumnya nyaris roboh itu kini berubah total menjadi hunian layak, aman, dan nyaman berkat program Renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dalam kegiatan TMMD ke-128 Kodim 0623/Cilegon.
Perubahan itu bukan sekadar pembangunan fisik. Di balik dinding rumah yang kini tegak berdiri, tersimpan cerita tentang kepedulian, gotong royong, dan kolaborasi antara TNI, masyarakat, serta pihak industri di Kota Cilegon.
Bapak Sandi, yang baru dua bulan bekerja sebagai petugas keamanan, sebelumnya hidup dalam kondisi memprihatinkan. Atap rumah yang lapuk dan struktur bangunan yang rapuh membuat keluarganya dihantui rasa waswas setiap kali hujan turun atau angin kencang datang.
Namun kini, situasi itu berubah drastis. Program TMMD hadir membawa harapan baru bagi keluarga kecil tersebut.
Dan SSK TMMD ke-128 Kodim 0623/Cilegon, Kapten Inf Dede menegaskan, program RTLH bukan hanya soal mengejar target pembangunan semata, melainkan juga upaya membangun kembali nilai kebersamaan di tengah masyarakat.
“Kegiatan ini bukan hanya memindahkan material bangunan, tetapi juga restorasi nilai sinergisitas dan kepedulian antara stakeholder dan warga. Ini menjadi bagian dari budaya gotong royong bangsa kita,” ujar Kapten Inf Dede, Minggu (17/5/2026).
Menurutnya, keberhasilan renovasi rumah Bapak Sandi hingga tuntas 100 persen menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara TNI, masyarakat, dan pihak swasta mampu menghadirkan solusi konkret bagi warga yang membutuhkan.
Selama proses pengerjaan, warga sekitar juga turut terlibat membantu personel Satgas TMMD. Kebersamaan yang terbangun selama kurang lebih 25 hari itu menciptakan suasana kekeluargaan yang kuat di tengah lingkungan masyarakat.
Semangat gotong royong tersebut sejalan dengan tema TMMD tahun ini, yakni “TMMD Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa.”
Sementara itu, Dansatgas TMMD ke-128 Kodim 0623/Cilegon, Letkol Inf Imam Buchori, S.H., M.IP., mengatakan program RTLH merupakan bentuk nyata hadirnya negara di tengah masyarakat bawah.
Ia menyebut, kegiatan ini juga menjadi bagian dari dukungan terhadap program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan berbasis kerakyatan.
“Program ini menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Kehadiran TNI melalui TMMD diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan warga,” katanya.
Tak hanya berhenti pada satu rumah, program TMMD ke-128 Kodim 0623/Cilegon tahun ini menargetkan renovasi 11 unit rumah warga di Kota Cilegon. Seluruh pengerjaan ditargetkan selesai dalam beberapa hari ke depan agar seluruh penerima manfaat dapat segera menempati rumah yang lebih layak.
Warga Kelurahan Mekarsari pun berharap kegiatan serupa terus berlanjut. Bagi mereka, TMMD bukan hanya tentang pembangunan infrastruktur, tetapi juga momentum memperkuat hubungan antara rakyat dan TNI.
Di kota industri seperti Cilegon, sinergi antara pemerintah, TNI, perusahaan, tokoh masyarakat, hingga warga dinilai menjadi modal penting dalam menjaga stabilitas sosial sekaligus mempercepat pemerataan kesejahteraan.
Satgas TMMD Kodim 0623/Cilegon juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkolaborasi menyukseskan program tersebut. Keharmonisan antara TNI, dunia industri, tokoh agama, dan masyarakat disebut menjadi fondasi kuat dalam membangun Kota Cilegon yang lebih maju menuju visi Indonesia Emas 2045.
(Red*)








