HARITA.ID – Ketua Lembaga kesehatan PB Alkhairiyah, Titin Kholawiyah mengatakan, pada momentum hari Ibu se dunia ini menyeroti terkait dengan kasus kanker Payudara di Kota Cilegon. Bahkan, menurut Titin Berdasarkan data globocon 2020, jumlah kasus baru kangker payudara mencapai 68, 858 kasus (16,6%) dari total 396.914 kasus baru kangker di Indonesia, dengan jumlah kematian lebih dari 22 ribu kasus dan 70 persen pasien datang ke rs dengan stadium lanjut.
“Tingginya persentase penemuan kangker dalam stadium lanjut. menggerakkan Lembaga kesehatan Al-Khairiyah pada peringatan hari ibu iniĀ untuk turut serta membantu pemerintah mengkampanyekan SADARI (periksa payudara sendiri),” kata Titin yang juga merupakan Kahmi Kota Cilegon, Kamis 22 Desember 2022.
Tak sampai disitu, Titin juga mengutip dari yayasan kangker payudara Indonesia bahwa pemeriksaan payudara sendiri (SADARI), merupakan salah satu cara untuk mengetahui ada atau tidaknya kelainan pada payudara, pemeriksaan ini dilakukan sendiri oleh para perempuan/ibu di rumah setiap bulannya.
“Periksaan dilakukan dengan ketentuan.
Bagi wanita Haid, hari ke7-10 dari hari haid
Bagi menopause setiap tanggal tertentu di tiap bulannya, misal tanggal satu atau tanggal kelahiran,” jelas Titin.
Titin mengungkapkan bahwa bagaimana cara melakukan SADARI, 3D, dilihat, diraba, dipencet.
“Dilihat apakah ada perubahan bentuk payudara. Seperti Diraba menggunakan 3 jari (jari telunjuk, jari tengah dan jari manis) yang dirapatkan,”terangnya.
“Di pencet dengan menggunakan ibu jari dan telunjuk, tekan puting payudara dengan lembut, lihat apalah ada cairan yang keluar dari puting payudara,” imbuhnya.
Sekedar informasi bahwa Kelainan payudara yang perlu diperhatikan, berikut di antaranya
1. Perubahan bentuk dan ukuran payudara
2. Teraba benjolan
3. Nyeri
4. Penebalan kulit
5. Terdapat cekungan kulit seperti lesung pipit
6.pengerutan kulit payudara
7. Keluar cairan dari puting susu
8. Penarikan puting susu kedalam
9. Luka pada payudara yang tidak kunjung sembuh. (Zar/Red)







