HARITA.ID – Program Kartu Cilegon Sejahtera (KCS) yang diluncurkan dalam kampanye Helldy-Sanuji pada Pilkada 2020 lalu menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat.
Anggota DPRD Kota Cilegon dari Fraksi Berkarya, Dimas Saputra bahwa menegaskan banyak pihak yang tidak memahami program Kartu Cilegon Sejahtera (KCS) yang diluncurkan dalam kampanye Helldy-Sanuji pada Pilkada 2020 lalu.
“Padahal program yang tertera pada KCS tersebut sudah berjalan dan manfaatnya banyak dirasakan masyarakat Cilegon,” kata Dimas Saputra yang juga menjabat sebagai Sekretaris Fraksi Berkarya DPRD Kota Cilegon, Rabu 01 Maret 2023
Kata, Dimas Saputra, kritik sah-sah saja dilakukan kalau memang bertujuan untuk kemajuan pembangunan dan koreksi untuk pemerintahan sekarang ini. Namun tentunya, kritik yang konstruktif dan membangun, bukan kritik yang destruktif atau kritik yang hanya melihat dari sisi negatifnya saja dan mengabaikan sisi positif.
Program KCS, kata dia, sudah sedang bergulir dan berjalan antara lain, beasiswa full sarjana, bantuan modal usaha tanpa bunga, serta kesehatan gratis.
Untuk beasiswa full sarjana, kata Dimas, Dinas Pendidikan Kota Cilegon sudah menyalurkan program tersebut selama dua tahun ajaran.
Program bantuan modal usaha juga sudah sedang disalurkan oleh Dinas Koperasi. Sementara bidang kesehatan, melalui Dinkes sudah menerapkan berobat gratis melalui program UHC.
Karena itu sambung Dimas, tidak masuk akal jika ada pihak-pihak yang mempertanyakan dan menuding bahwa program tersebut tidak berjalan.
Bahkan dia menegaskan, pihak tersebut dianggap tidak paham apa itu program KCS.
Terkait dengan pernyataan Ketua DPD Partai Golkar Cilegon yang menyebut bahwa tidak semua masyarakat bisa merasakan manfaat KCS, Dimas meresponnya dengan santai.
Jelas saja, karena program KCS hanya untuk masyarakat kurang mampu.
“Tentu saja program KCS tidak mampu menyentuh seluruh masyarakat Kota Cilegon, karena program tersebut disiapkan untuk warga kurang mampu,” tegasnya.
Oleh sebab itu, Dimas berharap, sudahi kritik yang tidak konstruktif dan tidak membangun, karena justru akan ditertawakan oleh pihak lain yang memahami dan merasakan manfaat program Kartu Cilegon Sejahtera. (Zar/Red)







