HARITA.ID – Wakil Walikota Cilegon, Sanuji Pertamarta baru saja melakukan inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah lokasi stockpile atau tempat penampungan batu bara.
Upaya sidak tersebut dilakukan Sanuji, setelah warga Taman Cilegon Indah (TCI) kembali mengeluhkan bau belerang yang diduga berasal dari stockpile.
Ketua RW 05 Taman Cilegon Indah (TCI) Kota Cilegon, Sugianto menuturkan bahwa sidak tersebut dilakukan setelah warga mengadukan bau yang menyengat masuk ke pemukiman warga.
“Tadi pagi warga kembali komplain bau menyengat, jadi saya hubungi semua pihak baik pak wakil sama dinas terkait,” ujarnya, Kamis 21 September 2023.
Atas laporan tersebut, kata dia, Wakil Walikota Sanuji Pertamarta datang menemui warga di Kawasan TCI Kota Cilegon.
Setelah mengecek kondisi warga, Wakil Walikota Sanuji kemudian melakukan sidak ke tempat penampungan batu bara.
“Pada saat ke lokasi memang ada satu stockpile yang terbakar batu baranya, sehingga menimbulkan bau,” katanya.
Kata Sugianto, dari dua stockpile yang dikunjungi oleh Wakil Walikota Sanuji bersama warga setempat.
Kedua stockpile tersebut dalam kondisi ditutup police line oleh tim penyidik dari Mabes Polri.
“Stockpilenya udah di police line sama mabes dari hari Jumat kemarin, cuma itu case nya bukan karena polusi, tapi hampir semua stockpile ditutup,” katanya.
Meski sudah ditutup, namun dari salah satu stockpile diketahui mengalami insiden terbakar.
“Jadi di sana ngga ada aktivitas, semua di police line, cuma ada satu yang kebakar sendiri akhirnya bau,” terangnya.
Pada saat datang ke tkp, di sana sudah ada pegawai stockpile yang sedang berusaha memadamkan dengan menyiram air.
Sugianto menuturkan bahwa kedatangan Sanuji ke tkp, bertujuan untuk membuktikan apakah bau belerang itu benar adanya atau tidak.
“Dia ingin membuktikan bahwa bau itu benar ada, dia bisa merasakan satu kali dua kali, karena bukan warga kita aja hampir semua merasakan bau itu,” katanya.
Setelah melakukan peninjauan, kata Sugianto, warga TCI mendapatkan arahan dari Wakil Walikota Sanuji.
Di mana warga diminta untuk memberi tahu apabila mengalami keluhan yang serupa.
“Pak wakil minta kepada kita supaya bersurat terus, ketika ada masalah seperti ini bisa sama-sama kita pantau,” katanya.
“Kemudian dari LH Serang pun sudah memberikan tanggapan dengan sejumlah tahapan, cuma poin warga kita adalah cuma satu yaitu kami tidak mau ada polusi debu lagi,” tambahnya. (Zar/Red)







