HARITA.ID – Walikota Serang Syafrudin didampingi oleh Asda I, Kepala Dinas PUPR beserta jajaran, Kepala Diskominfo beserta jajaran dan Kabag Ekbang Setda hadir dalam rangka meninjau lokasi pembangunan gedung di Kota Serang. Pada Kamis 05 Oktober 2023.
Lokasi pertama yang kami tinjau adalah Landscape Masjid Agung At-Tsauroh, yang kedua adalah pembangunan gedung Inspektorat Kota Serang dan yang terakhir adalah pembangunan gedung UTD PMI.
Ditemui usai meninjau lokasi, Walikota Serang mengungkapkan kondisi terkini pembangunan di tiga lokasi tersebut.
“Pada pembangunan landscape masjid agung ini sudah memasuki tahap ke 2, ini menggunakan anggaran kurang lebih 30 miliar sedangkan pada tahap pertama pada tahun 2022 sekitar 20 miliar. Realisasi pembangunan sudah 68% dan insyallah untuk tahap ke 3 tahun depan anggarannya semoga tidak sampai 10 miliar karena tinggal finishing saja” Ucap Syafrudin
“Untuk pembangunan gedung inspektorat, alhamdulillah progresnya sudah 40% dengan anggaran 1.8 miliar, Semoga diakhir November sudah selesai dan awal Desember bisa diresmikan” Lanjutnya
“Sedangkan untuk pembangunan gedung UTD PMI sudah sampai 44% dengan anggaran 3.1 miliar dan akhir november bisa terselesaikan namun untuk pembangunan tahap 2 UTD PMI ini harus di tunda terlebih dahulu, kemungkinan tahun 2025 baru bisa dimulai kembali” Sambungnya.
“Kami ingin melihat terlebih dahulu manfaat dari gedung UTD PMI ini, apakah efektif apa tidak karena sampai saat ini masyarakat Kota Serang itu kalau ingin mendonor darah masih menginduk ke Kabupaten Serang” Ungkapnya.
Menambahkan hal tersebut, Kepala Dinas PUPR Iwan mengatakan bahwa
“Untuk pembangunan tahap ketiga masjid agung ini nantinya tinggal memasang ornamen-ornamen pelengkapnya, semoga bisa terealisasi ditahun depan dan berharap hasil dari revitalisasi pembangunan masjid agung ini bisa menjadi suatu ciri khas dari Kota Serang yang merupakan ibu kota Provinsi Banten” Ucap iwan
“kami berharap sebetulnya semua ada di tengah kota, apalagi bagian pelayanan. Tapi melihat aset yang ada di tengah kota belum seluruhnya dilimpahkan ke Kota Serang masih merupakan aset milik Kabupaten Serang. Kalau ini menunggu kapan pemerintah Kota Serang dapat melayani masyarakat Kota Serang terhadap donor darah, sehingga dengan aset yang ada di wilayah ini kita manfaatkan seoptimal mungkin yang penting bisa melayani masyarakat Kota Serang” Sambungnya
“Donor darah ini selama ini masyarakat Kota Serang masih menginduk ke Kabupaten Serang. Sehingga dengan adanya lahan yang kita miliki aset pemkot kenapa tidak dimanfaatkan untuk kepentingan semua” Lanjutnya
“Semoga kedepannya tidak ada kendala dalam penyelesaian pembangunan ini, lancar sampai selesai diresmikan” Tutup Syafrudin. (Zar/Red)







