HARITA.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cilegon mengumumkan dua wilayah di Cilegon menjadi potensi rawan tanah longsor.
Hal tersebut dibenarkan oleh Kepala BPBD Kota Cilegon,Suhendi bahwa Kota Cilegon akan mengalami tanah longsor di tahun 2023.
Bahkan, di Tahun 2023 juga menurur data BPBD sendiri terdapat dua wilayah yang menjadi potensi rawan tanah longsor.
Maka kata Suhendi,meminta kepada warga Cilegon agar bisa menjaga diri baik baik,khususnya kepada warga yang bermukim di daerah pegunungan.
“Iyah longsor juga bagi masyarakat yang bermukim di daerah daerah miring. Seperti di krotek dan pulo merak juga berhati hati,”kata Suhendi kepada wartawan,Senin 13 November 2023.
Kata Suhendi, dari dua wilayah yang dia himpun menjadi potensi rawan tanah longsor itu karena, terjadinya pergesekan tanah dan tanah tersebut mengalami kekeringan sehingga potensi tanah longsor.
“Karena ini biasanya setelah kemarau panjang banyak tanah tanah retak dan mudah terisi air bisa menyebabkan longsor dengan berkurangnya tanaman yang berikat di tanah tersebut,”kata Suhendi.
Selain tanah yang mengalami kekeringan dan tak terikat pohon pohonan,Suhendi menyebutkan, ada juga disebabkan karena proses gunung yang ada di Cilegon yang mengalami kegundulan.
“Iyah bisa juga disebut sebagai terjadinya tanah longsor di daerah perbukitan salah satunya di daerah pulo merak yang masih banyak pegunungan karena efek gundulnya gunung,”kata Suhendi yang juga mantan Sekdis Dindikbud Cilegon.
“Dan bahkan ada jugs disebabkan karena adanya galian golongan C. Sehingga Kota Cilegon mengalami terjadinya rawan tanah longsor,”tandasnya. (Zar/Red)











