HARITA.ID – Dinas Sosial ungkapkan tangani ratusan anak jalanan (anjal), gelandangan dan pengemis (gepeng) hingga orang dalam gangguan jiwa (ODGJ).
Dalam data yang didapat dari Dinsos bahwa, 551 anjal, gepeng dan ODGJ pada tahun 2023 termasuk pengemis yang berasal dari luar kota Cilegon.
Jumlah tersebut terbagi, gepeng dan ODGJ sebanyak 117 orang, anak terlantar 188 orang, lansia terlantar 55 orang dan penyandang disabilitas 191 orang.
“Untuk eksekutor penanganannya ada di Satpol PP, setelah itu diserahkan kepada kita untuk dilakukan assesment,” Kata Kepala Dinas Sosial Kota Cilegon, Damanhuri Pada Selasa, 30 Januari 2024.
Damanhuri mengatakan, setelah dilakukan assessment, baru kemudian dikembalikan kepada keluarganya. Namun biasanya, sebelum dikembalikan ke keluarga masing-masing pihaknya melakukan pembinaan terlebih dahulu.
“Penanganannya kita pertama kembali ke keluarga dulu, supaya mereka bertemu dengan keluarga,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menuturkan anak apabila pihak keluarga dari anak yang terjaring razia menginginkan untuk diberikan pembinaan. Maka, pihaknya akan memberikan pembinaan, selama satu minggu.
“Sehingga nanti dari pihak keluarga apabila ingin si anak ini diberikan pelatihan, kita berikan pelatihan ke disnaker, tapi kalau engga mau pelatihan, kita kirim ke dinsos tempat daerah asal mereka,” tuturnya.
Lebih lanjut, Damanhuri mengatakan dari sekian banyak anjal dan gepeng yang terjaring razia mayoritas bukan berasal dari Kota Cilegon.
“Karena setelah kita assessment, memang rata-rata si pengemis itu kebanyakan dari luar Kota Cilegon, ada dari Serang, Labuan, Pandeglang,” ucapnya.
Adapun terkait saat ini masih ada lagi anjal dan gepeng yang marak berada di jalanan terutama lampu merah di Kota Cilegon. Damanhuri berharap bisa bekerja sama dengan pihak Satpol PP untuk menjaga titik-titik rawan.
Meskipun pada Dinas Sosial, tidak ada aturan untuk melarang para pengemis melakukan aksinya di jalan raya. Namun Damanhuri berharap para anjal dan gepeng bisa ditertibkan, atas dasar aturan K3 (ketertiban, kebersihan dan keindahan) yang pelaksananya dilakukan oleh Satpol PP. (Zar/Red)







