Harita.id
Jumat, 16 Oktober 2026
  • Home
  • News
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Sosial
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Tokoh
  • Opini
  • Kesehatan
  • Lingkungan
  • Budaya & Religi
  • Advertorial
  • berita gosip artis terbaru
  • Info terkini
  • berita artis terbaru
  • tips kesehatan
  • Berita terbaru
  • berita artis terkkini
  • tips&trik
  • nunung srimulat
Harita.idHarita.id
Pengubah Ukuran FontAa
  • Home
  • News
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Sosial
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Tokoh
  • Opini
  • Kesehatan
  • Lingkungan
  • Budaya & Religi
  • Advertorial
Search
  • Home
  • Kanal
    • News
    • Daerah
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum
    • Ekonomi
    • Sosial
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Gaya Hidup
    • Tokoh
    • Opini
    • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Budaya & Religi
    • Advertorial
Sudah memiliki akun? Masuk
Ikuti KAMI
© 2026 darkslategrey-mongoose-970280.hostingersite.com. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com
Beranda » Viral Jemaah Haji Banten Tidak Kebagian Tenda Saat di Mina, Ternyata Hanya Misinformasi
Nasional

Viral Jemaah Haji Banten Tidak Kebagian Tenda Saat di Mina, Ternyata Hanya Misinformasi

admin
Diterbitkan: 1 Juni 2026
Bagikan
4 Menit Baca
- Advertisement -
Ad image

MAKKAH, HARITA.ID – Ketua Kloter JKB 12 Anwar Munawar angkat bicara terkait viralnya video yang seolah-olah menggambarkan kondisi jemaah haji asal Banten tidak mendapatkan fasilitas tenda saat Mabit (bermalam) di Mina.

Video tersebut diunggah sejumlah akun media sosial di Banten, namun tidak menyertakan informasi yang valid dan berimbang.

Jemaah haji dalam video tersebut yakni berasal dari Embarkasi Banten (JKB) Kloter 12, yang saat itu baru datang ke lokasi tenda Mina usai melaksanakan Mabit di Muzdalifah yang merupakan rangkaian ibadah haji.

Dikatakan Ketua Kloter, Anwar Munawar, kejadian dalam video itu hanya berlangsung singkat dan sudah diselesaikan dalam waktu 15-20 menit.

Video yang beredar di medsos tersebut jelas bermuatan misinformasi.

Baca Juga

PB Mathla’ul Anwar Gandeng Kemnaker Perluas Akses Kerja dan Wirausaha
Algo Sapiens: Ketika Manusia Mulai Dikendalikan Mesin
Peresmian PW Mathla’ul Anwar Papua Barat Daya dan Papua Barat Dihadiri Wakil Gubernur
Dua Tahun Prabowo: Antara Negara Kuat dan Pemerintahan Efektif

Klarifikasi disampaikan Anwar kepada Media Center Haji, Senin (1/6/2026).

Dalam video juga dinarasikan bahwa tenda Mina yang seharusnya jatah jemaah haji Banten ditempati oleh orang asing.

Anwar menjelaskan, Kloter JKB 12 menempati 3 ruangan tenda di Mina. Tenda pertama diisi 180 jemaah, tenda kedua 130 jemaah, dan ketiga 83 jemaah.

Baca Juga

Dirut Bank Aceh Raih SMSI Aceh Award: Penggerak Ekonomi Daerah melalui UMKM dan Industri Kreatif
Dewan Pers Siapkan Rapat Bersama Konstituen Bahas HPN 2027, AMSI Dukung Usulan SMSI di Jakarta
Hadir di Dewan Pers, Hasyim Djojohadikusumo Ingatkan Media Jangan Sesatkan Publik
JAM-Intel Kejagung Apresiasi Pokja Newsroom Jaga Desa SMSI Kepri

Masalah muncul saat jemaah hendak masuk ke tenda ketiga.

“Pas jemaah kita mau masuk, di sana sudah ada orang-orang asing. Setelah dicari tahu, ternyata mereka adalah karyawan dapur (perusahaan penyedia layanan haji),” ungkap Anwar.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Kondisi itu membuat jemaah yang sudah kelelahan usai wukuf di Arafah dan Mabit di Muzdalifah langsung bereaksi.

“Jemaah kita wajarlah, jemaah ya ngotot. Jemaah (seharusnya) tidak usah panik,” ujarnya menceritakan.

Anwar bersama petugas langsung bergerak berkoordinasi dengan Petugas Layanan Maktab (Fasilitas Tenda) untuk meminta penjelasan terkait masalah ini.

“Kita juga langsung ke maktab. Kita juga minta pertanggungjawaban, kok bisa berubah seperti ini? Kita punya kartu, kita punya kartu masuk. Per jemaah punya kartu. L8 itu semuanya, di sana semua,” tegasnya.

Baca Juga

Jembatan Merah Putih Presisi di Bayah Diresmikan, Gubernur Banten Andra Soni Hadir Bersama Forkopimda
Dahnil Ceritakan Filosofi Berdirinya Ormas Matahari Pagi Indonesia
Resmi Dikukuhkan, PW Matahari Pagi Indonesia Provinsi Banten Fokus Bangun Gerakan Sosial Berbasis Optimisme 
Ketum Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Himbau Kepada Pengurus dan Anggota Ikut PKPA Atau Pendidikan Mediator

Dengan komunikasi dan pendekatan, termasuk kepada Syarikah (perusahaan penyedia layanan haji) dan petugas, akhirnya karyawan dapur bersedia keluar dan dipindahkan ke tempat lain.

“Dengan berbagai komunikasi, pendekatan, akhirnya orang-orang yang di dalam itu bisa keluar. Bisa dipindahkan. Dan pada akhirnya jemaah kita bisa masuk dengan aman, nyaman, sampai pulangnya ke hotel ini,” jelasnya.

Anwar membantah isu yang menyebut jemaah lama terlantar di luar tenda.

Menurutnya, proses pemindahan pekerja dapur hanya memakan waktu 15 sampai 20 menit.

“Dibantu sama Syarikah. Semua pihak kumpul di situ. PPIH Arab Saudi juga semua ikut. 15 sampai 20 menit selesai. Selesai pagi itu juga,” katanya.

Ia juga meluruskan soal waktu kejadian tersebut.

Menjawab kenapa video bisa viral tersebar, Anwar menilai hal itu wajar karena kondisi jemaah saat itu sudah sangat lelah.

“Ya itu ya namanya jemaah yang habis capek kali ya, dari Arafah ke Muzdalifah. Capek yang kita wajarlah. Tidak sabar. Tidak sabaran,” katanya.

Ia memastikan setelah kejadian itu, seluruh jemaah JKB 12 bisa menempati tenda dengan aman dan menyelesaikan rangkaian mabit di Mina tanpa gangguan.

Insiden ini menjadi catatan penting bagi PPIH dan Syarikah terkait penataan tenda di Mina.

Anwar berharap ke depan koordinasi penempatan jemaah diperketat agar tidak ada lagi miskomunikasi yang berpotensi menimbulkan kegaduhan.

“Alhamdulillah akhirnya selesai baik-baik. Jemaah kita pulang ke hotel dalam keadaan sehat. Tapi ini jadi evaluasi bersama agar layanan di Mina semakin baik tahun depan,” pungkasnya.

(Red*)

- Advertisement -
Ad image
Bagikan Artikel Ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Salin Tautan
Artikel Sebelumnya Soegiharto Santoso Kembali Surati Ketua Mahkamah Agung Terkait Perkara Kasasi No. 431 K/TUN/2026 dan Infokan adanya 16 LP Perkara APKOMINDO
Artikel Berikutnya Pancasila, Kompas Moral Bangsa di Tengah Gelombang Era Digital
- Advertisement -
Ad imageAd image
TERKINI

Pemkot Cilegon Siapkan Lahan 2.000 Meter Persegi untuk 53 PKL Bonakarta

Cegah Dampak Bencana Industri, DLH Cilegon Tekankan Pentingnya Mitigasi

BAZNAS Cilegon Buka Seleksi Pimpinan Periode 2026-2031, Ini Syaratnya

SMSI Siap Kawal Pembangunan Berdampak Bagi Masyarakat Banten

26 Tahun Provinsi Banten, Banten Bergerak, Maju Berdampak

- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
Berita Terkait
Nasional

Untuk Persatuan Indonesia, PWI Pusat dan Hotman Paris Sepakat Akhiri Polemik

Nasional

Guru Besar Ilmu Politik Sebut Presiden Prabowo Tegak Lurus pada Konstitusi, Tidak Ada Ruang untuk Intervensi Hukum

Nasional

Rakernas dan HUT ke 13 ASPRUMNAS, Bidik Bangun 50.000 Unit Rumah untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah

Nasional

Jelang Kongres II, Garda Pemuda NasDem Banten Kompak Dukung Prananda Surya Paloh

Nasional

Saat Dunia Dilanda Turbulensi, FORMAS Dorong Strategi Perkuat Ekonomi RI

Harita.id
Harita.id menyajikan berita terpercaya, aktual, dan berimbang tentang berbagai peristiwa serta perkembangan yang penting bagi masyarakat.
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Disclaimer
  • Iklan

2016 © Harita.id. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com