Harita.id
Jumat, 11 September 2026
  • Home
  • News
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Sosial
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Tokoh
  • Opini
  • Kesehatan
  • Lingkungan
  • Budaya & Religi
  • Advertorial
  • berita gosip artis terbaru
  • Info terkini
  • berita artis terbaru
  • tips kesehatan
  • Berita terbaru
  • berita artis terkkini
  • tips&trik
  • nunung srimulat
Harita.idHarita.id
Pengubah Ukuran FontAa
  • Home
  • News
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Sosial
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Tokoh
  • Opini
  • Kesehatan
  • Lingkungan
  • Budaya & Religi
  • Advertorial
Search
  • Home
  • Kanal
    • News
    • Daerah
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum
    • Ekonomi
    • Sosial
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Gaya Hidup
    • Tokoh
    • Opini
    • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Budaya & Religi
    • Advertorial
Sudah memiliki akun? Masuk
Ikuti KAMI
© 2026 darkslategrey-mongoose-970280.hostingersite.com. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com
Beranda » Dirut Bank Aceh Raih SMSI Aceh Award: Penggerak Ekonomi Daerah melalui UMKM dan Industri Kreatif
Nasional

Dirut Bank Aceh Raih SMSI Aceh Award: Penggerak Ekonomi Daerah melalui UMKM dan Industri Kreatif

admin
Diterbitkan: 10 September 2026
Bagikan
9 Menit Baca
- Advertisement -
Ad image

HARITA.ID — Direktur Utama PT Bank Aceh Syariah Fadhil Ilyas SH MH menerima penghargaan SMSI Aceh Award 2026 dengan kategori “Tokoh Penggerak Ekonomi Daerah melalui Sektor UMKM dan Industri Kreatif.”

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Ketua Umum Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Pusat, Firdaus, didampingi Ketua SMSI Aceh, Aldin NL dalam Malam Anugerah SMSI Aceh Award 2026 yang berlangsung di Anjong Mon Mata, Banda Aceh, Sabtu (5/9/2026) malam.

Fadhil Ilyas hadir sebagai salah satu dari 20 tokoh dan institusi yang menerima penghargaan dalam ajang tersebut. Para penerima berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari pemerintahan, legislatif, penegakan hukum, perbankan, dunia usaha, energi, sosial kemasyarakatan hingga lingkungan dan kemanusiaan.

Penghargaan yang diberikan kepada Fadhil tidak terlepas dari kiprah Bank Aceh Syariah dalam memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui pembiayaan berbasis prinsip syariah.

Fadhil menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada SMSI Aceh atas penghargaan tersebut.

Baca Juga

Dewan Pers Siapkan Rapat Bersama Konstituen Bahas HPN 2027, AMSI Dukung Usulan SMSI di Jakarta
Hadir di Dewan Pers, Hasyim Djojohadikusumo Ingatkan Media Jangan Sesatkan Publik
JAM-Intel Kejagung Apresiasi Pokja Newsroom Jaga Desa SMSI Kepri
Jembatan Merah Putih Presisi di Bayah Diresmikan, Gubernur Banten Andra Soni Hadir Bersama Forkopimda

Menurutnya, penghargaan itu bukan semata-mata merupakan apresiasi kepada dirinya secara pribadi, tetapi juga menjadi penghargaan terhadap seluruh jajaran dan insan Bank Aceh Syariah yang selama ini bekerja dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Bagi Fadhil, keberadaan Bank Aceh Syariah tidak hanya berkaitan dengan aktivitas perbankan dan pembiayaan, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk ikut memperkuat perekonomian masyarakat Aceh.

Penghargaan tersebut memiliki relevansi kuat dengan kiprah Bank Aceh Syariah dalam pembiayaan sektor UMKM.

Baca Juga

Dahnil Ceritakan Filosofi Berdirinya Ormas Matahari Pagi Indonesia
Resmi Dikukuhkan, PW Matahari Pagi Indonesia Provinsi Banten Fokus Bangun Gerakan Sosial Berbasis Optimisme 
Ketum Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Himbau Kepada Pengurus dan Anggota Ikut PKPA Atau Pendidikan Mediator
Untuk Persatuan Indonesia, PWI Pusat dan Hotman Paris Sepakat Akhiri Polemik

Data hingga Juni 2026 menunjukkan Bank Aceh Syariah telah menyalurkan pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp2,94 triliun kepada 26.983 pelaku UMKM di seluruh Aceh sejak 2022.

Pembiayaan tersebut digunakan pelaku usaha untuk berbagai kebutuhan, mulai dari modal kerja, investasi, pengadaan sarana produksi hingga pengembangan kapasitas usaha.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Fadhil mengatakan, penyaluran KUR merupakan salah satu bentuk nyata komitmen Bank Aceh Syariah dalam mendukung program pemerintah untuk memperkuat UMKM sebagai salah satu penggerak utama perekonomian daerah.

“Kami berharap pembiayaan ini mampu mendorong pertumbuhan usaha, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sekaligus menciptakan lapangan kerja baru di Aceh,” kata Fadhil.

Penyaluran pembiayaan tersebut juga telah menjangkau berbagai sektor usaha strategis, antara lain perdagangan, pertanian, perkebunan, perikanan, industri pengolahan, kerajinan, jasa dan pariwisata.

Dengan cakupan tersebut, pembiayaan Bank Aceh Syariah tidak hanya diarahkan kepada aktivitas perdagangan, tetapi juga sektor produktif yang memiliki potensi menciptakan nilai tambah dan lapangan pekerjaan di daerah.

Baca Juga

Guru Besar Ilmu Politik Sebut Presiden Prabowo Tegak Lurus pada Konstitusi, Tidak Ada Ruang untuk Intervensi Hukum
Rakernas dan HUT ke 13 ASPRUMNAS, Bidik Bangun 50.000 Unit Rumah untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah
Jelang Kongres II, Garda Pemuda NasDem Banten Kompak Dukung Prananda Surya Paloh
Saat Dunia Dilanda Turbulensi, FORMAS Dorong Strategi Perkuat Ekonomi RI

Komitmen Bank Aceh Syariah dalam memperkuat UMKM juga terlihat dari kepercayaan pemerintah memberikan kuota KUR Syariah sebesar Rp1,5 triliun pada 2026.

Bank Aceh Syariah kembali ditunjuk sebagai salah satu penyalur KUR Syariah untuk tahun anggaran 2026.

Alokasi tersebut ditujukan untuk memperkuat akses permodalan bagi pelaku UMKM di Aceh.

Hingga akhir 2025, realisasi pembiayaan KUR Syariah Bank Aceh telah mencapai Rp2,56 triliun dan menjangkau 23.853 pelaku UMKM di berbagai wilayah Aceh.

Pada 2026, strategi penyaluran diarahkan semakin inklusif, terutama dengan memperluas pembiayaan ke sektor produksi serta memastikan manfaat pembiayaan tidak hanya terkonsentrasi di kawasan perkotaan.

Bank Aceh juga menargetkan pembiayaan tersebut dapat menjangkau masyarakat hingga pelosok desa di seluruh kabupaten/kota di Aceh.

Langkah ini penting mengingat struktur perekonomian Aceh sangat bergantung pada aktivitas ekonomi masyarakat dan usaha skala kecil serta menengah.

Akses terhadap pembiayaan menjadi salah satu faktor penting bagi pelaku usaha untuk meningkatkan kapasitas produksi, memperluas pasar dan menciptakan lapangan kerja.

Bukan Sekadar Modal, tetapi Pendampingan

Fadhil juga menegaskan bahwa dukungan Bank Aceh Syariah terhadap UMKM tidak berhenti pada penyediaan modal.

Bank Aceh berupaya memberikan pendampingan agar pelaku usaha mampu mengembangkan bisnisnya secara berkelanjutan.

Pendekatan tersebut penting karena persoalan UMKM tidak selalu berkaitan dengan keterbatasan modal.

Banyak pelaku usaha juga menghadapi tantangan dalam manajemen usaha, pemasaran, peningkatan kualitas produk, digitalisasi hingga perluasan jaringan pasar.

Karena itu, pembiayaan yang disertai peningkatan kapasitas dan pendampingan diharapkan dapat membuat UMKM tidak sekadar bertahan, tetapi mampu berkembang dan naik kelas.

Sektor kerajinan, industri pengolahan, ekonomi kreatif, kuliner, pariwisata dan berbagai usaha berbasis potensi lokal Aceh menjadi bagian dari ekosistem ekonomi yang dapat berkembang apabila memperoleh akses permodalan dan pasar yang memadai.

Rekam Jejak Kepemimpinan Fadhil

Fadhil Ilyas saat ini tercatat sebagai Direktur Utama Bank Aceh Syariah. Fadhil merupakan lulusan Sarjana Ilmu Hukum Universitas Syiah Kuala dan meraih gelar Magister Ilmu Hukum dari universitas yang sama.

Kariernya di Bank Aceh telah dijalani sejak 2005. Ia pernah menduduki sejumlah posisi, mulai dari petugas kliring, customer service, legal officer, account officer, kepala seksi pembiayaan, pemimpin kantor cabang pembantu, pemimpin cabang hingga Direktur Bisnis sebelum dipercaya menjadi Direktur Utama.

Pengalaman panjang tersebut menjadi bagian dari perjalanan Fadhil dalam memahami operasional perbankan sekaligus kebutuhan masyarakat dan pelaku usaha di berbagai daerah di Aceh.

Pada awal 2026, Fadhil juga menerima penghargaan 20 Best CEO Syariah Awards 2026, sementara Bank Aceh Syariah memperoleh penghargaan Top Sharia Regional Bank 2026. Penghargaan tersebut diberikan berdasarkan penilaian terhadap kinerja bank dan sejumlah indikator kepemimpinan.

Penghargaan SMSI Aceh Award 2026 kepada Fadhil juga menempatkan peran Bank Aceh Syariah dalam konteks yang lebih luas, yakni bagaimana bank milik daerah dapat menjadi instrumen penggerak ekonomi masyarakat.

Sebagai bank daerah berbasis syariah, Bank Aceh memiliki posisi strategis dalam menghubungkan sektor keuangan dengan aktivitas ekonomi masyarakat.

UMKM menjadi salah satu sektor penting karena memiliki keterkaitan langsung dengan kehidupan ekonomi masyarakat, terutama perdagangan, pertanian, perikanan, perkebunan, industri rumah tangga, kerajinan, kuliner dan jasa.

Karena itu, keberhasilan penyaluran pembiayaan tidak hanya dapat dilihat dari besarnya nominal dana yang disalurkan, tetapi juga dari sejauh mana pembiayaan tersebut mampu meningkatkan produktivitas usaha, membuka lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan masyarakat.

Dalam konteks tersebut, penghargaan yang diterima Fadhil Ilyas menjadi bentuk apresiasi atas peran Bank Aceh Syariah dalam memperluas akses pembiayaan sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat Aceh.

SMSI Aceh Award 2026 sendiri memberikan penghargaan kepada 20 tokoh dan institusi yang dinilai memiliki kontribusi terhadap pembangunan dan kemajuan masyarakat Aceh.

Selain Fadhil Ilyas, penerima penghargaan antara lain Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah sebagai Tokoh Penguat Ekonomi Syariah Aceh, Kejaksaan Tinggi Aceh sebagai Institusi Penegak Keadilan Restoratif, Ketua TP PKK Aceh Marlina Usman sebagai Perempuan Tangguh Bencana, Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal sebagai Wali Kota Penggerak Inovasi Daerah serta sejumlah kepala daerah, legislator dan tokoh dunia usaha.

Ketua Umum SMSI Pusat Firdaus mengatakan, penerima penghargaan telah melalui proses penilaian dan seleksi. Mereka dinilai memiliki rekam jejak serta kontribusi yang memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Sementara Ketua SMSI Aceh Aldin NL menegaskan SMSI Award bukan sekadar seremoni, tetapi diharapkan menjadi bentuk apresiasi sekaligus motivasi bagi para penerima untuk terus memberikan karya terbaik bagi masyarakat.

Menurutnya, penghargaan tersebut juga menjadi momentum bagi insan pers untuk memperkuat sinergi dengan pemerintah, dunia usaha, lembaga serta berbagai elemen masyarakat dalam membangun ekosistem informasi yang sehat dan konstruktif.

Bagi Fadhil Ilyas, penghargaan tersebut pada akhirnya menjadi amanah baru.

Apresiasi itu sekaligus menjadi dorongan agar Bank Aceh Syariah terus memperluas perannya dalam membuka akses pembiayaan, mendukung UMKM, memperkuat industri kreatif dan menghadirkan layanan keuangan yang semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat.

Dengan dukungan pembiayaan yang semakin luas, UMKM Aceh diharapkan tidak hanya menjadi penerima manfaat kebijakan ekonomi, tetapi mampu tumbuh menjadi kekuatan utama ekonomi daerah yang produktif, mandiri dan berdaya saing.

Penghargaan SMSI Aceh Award 2026 pun menjadi pengingat bahwa ukuran keberhasilan sebuah lembaga keuangan daerah bukan semata-mata tercermin dari angka pertumbuhan bisnis, tetapi juga dari seberapa besar manfaat keberadaannya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

(Red*)

- Advertisement -
Ad image
Bagikan Artikel Ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Salin Tautan
Artikel Sebelumnya Dilantik, Bupati Serang Minta Pengurus GOW Beri Perempuan Penguatan Inklusif Mencegah KDRT
Artikel Berikutnya Bupati Serang Doakan Jurnalis yang Hilang di Selat Sunda Segera Ditemukan dalam Keadaan Selamat
- Advertisement -
Ad imageAd image
TERKINI

Jurnalis Hilang di Selat Sunda, Robinsar Bersama PWI-SMSI Turun dalam Pencarian

Pemkot Cilegon Benahi Data UHC, Ribuan Penerima Tak Lagi Layak Masih Tercatat

Revisi RTRW Cilegon Dimulai, Robinsar: Jangan Sampai Industri Korbankan Lingkungan

Bupati Serang Doakan Jurnalis yang Hilang di Selat Sunda Segera Ditemukan dalam Keadaan Selamat

Dilantik, Bupati Serang Minta Pengurus GOW Beri Perempuan Penguatan Inklusif Mencegah KDRT

- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
Berita Terkait
Nasional

Calon Komisioner KPI Ferdi Setiawan Dorong Regulasi Setara untuk Media dan Platform Digital

Nasional

Jelang Pengesahan RUU PFII, SMSI Desak Klausul Anti Tax Avoidance Diperkuat

Nasional

Ferdi Setiawan Maju Calon Komisioner KPI, Usung Gagasan Smart untuk Penyiaran Berkualitas

Nasional

FGD SMSI di Bali Bedah Masa Depan Kedaulatan Finansial: PFII Dinilai Strategis Penuhi Kebutuhan Triliunan Rupiah

Nasional

Menuju Indonesia Emas 2045, ADI Dorong Reformasi Profesi Dosen sebagai Pilar Ekonomi Berbasis Pengetahuan

Harita.id
Harita.id menyajikan berita terpercaya, aktual, dan berimbang tentang berbagai peristiwa serta perkembangan yang penting bagi masyarakat.
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Disclaimer
  • Iklan

2016 © Harita.id. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com