Harita.id
Jumat, 16 Oktober 2026
  • Home
  • News
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Sosial
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Tokoh
  • Opini
  • Kesehatan
  • Lingkungan
  • Budaya & Religi
  • Advertorial
  • berita gosip artis terbaru
  • Info terkini
  • berita artis terbaru
  • tips kesehatan
  • Berita terbaru
  • berita artis terkkini
  • tips&trik
  • nunung srimulat
Harita.idHarita.id
Pengubah Ukuran FontAa
  • Home
  • News
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Sosial
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Tokoh
  • Opini
  • Kesehatan
  • Lingkungan
  • Budaya & Religi
  • Advertorial
Search
  • Home
  • Kanal
    • News
    • Daerah
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum
    • Ekonomi
    • Sosial
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Gaya Hidup
    • Tokoh
    • Opini
    • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Budaya & Religi
    • Advertorial
Sudah memiliki akun? Masuk
Ikuti KAMI
© 2026 darkslategrey-mongoose-970280.hostingersite.com. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com
Beranda » Ferdi Setiawan Maju Calon Komisioner KPI, Usung Gagasan Smart untuk Penyiaran Berkualitas
Nasional

Ferdi Setiawan Maju Calon Komisioner KPI, Usung Gagasan Smart untuk Penyiaran Berkualitas

admin
Diterbitkan: 12 Juli 2026
Bagikan
7 Menit Baca
- Advertisement -
Ad image

HARITA.ID-Nama Ferdi Setiawan menjadi salah satu figur yang mengikuti proses seleksi calon Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia (KPI Pusat). Berbekal pengalaman lebih dari dua dekade di industri penyiaran nasional, jurnalisme, hingga dunia akademik, Ferdi membawa rekam jejak yang dinilai relevan untuk memperkuat peran KPI dalam menghadapi tantangan penyiaran di era digital.

Pria kelahiran Jakarta dan menjalani masa kecilnya di Daerah Istimewa Yogyakarta tersebut telah meniti karier di sejumlah stasiun televisi lokal dan nasional. Perjalanan profesionalnya dimulai dari Jogja TV, TV 7 (Trans 7), DAAI TV, Jak TV, kemudian berlanjut di tvOne dan Metro TV. Kini, ia dipercaya mengemban amanah sebagai Wakil Pemimpin Redaksi Sinpo TV dan Sinpo.id.

Pengalaman lintas media itu membentuk pemahaman yang komprehensif mengenai dunia penyiaran, mulai dari proses produksi berita, manajemen redaksi, etika jurnalistik, regulasi penyiaran, hingga dinamika industri media yang terus berubah seiring perkembangan teknologi digital.

Selain aktif di industri televisi, Ferdi juga mengabdikan diri di dunia pendidikan sebagai dosen Ilmu Komunikasi Universitas Dian Nusantara (Undira) Jakarta. Melalui ruang akademik, ia ikut menyiapkan generasi baru insan komunikasi dan penyiaran yang memiliki kompetensi serta menjunjung tinggi etika profesi.

Menurut Ferdi, pengalaman sebagai praktisi sekaligus akademisi memberinya perspektif yang lebih utuh mengenai kebutuhan dunia penyiaran Indonesia, baik dari sisi industri, regulasi, maupun pengembangan sumber daya manusia.

Baca Juga

PB Mathla’ul Anwar Gandeng Kemnaker Perluas Akses Kerja dan Wirausaha
Algo Sapiens: Ketika Manusia Mulai Dikendalikan Mesin
Peresmian PW Mathla’ul Anwar Papua Barat Daya dan Papua Barat Dihadiri Wakil Gubernur
Dua Tahun Prabowo: Antara Negara Kuat dan Pemerintahan Efektif

Perjalanan kariernya juga diwarnai pengalaman mengemban tugas sebagai petugas Media Center Haji. Kesempatan itu datang setelah dirinya bergabung sebagai Wakil Pemimpin Redaksi Sinpo TV dan Sinpo.id.

Bagi Ferdi, amanah tersebut bukan sekadar penugasan jurnalistik, melainkan jawaban atas doa yang pernah dipanjatkannya.

Ia percaya Allah memiliki cara terbaik mempertemukan seorang hamba dengan Baitullah.

Baca Juga

Dirut Bank Aceh Raih SMSI Aceh Award: Penggerak Ekonomi Daerah melalui UMKM dan Industri Kreatif
Dewan Pers Siapkan Rapat Bersama Konstituen Bahas HPN 2027, AMSI Dukung Usulan SMSI di Jakarta
Hadir di Dewan Pers, Hasyim Djojohadikusumo Ingatkan Media Jangan Sesatkan Publik
JAM-Intel Kejagung Apresiasi Pokja Newsroom Jaga Desa SMSI Kepri

“Allah selalu memiliki cara sendiri untuk mempertemukan seorang hamba dengan rumah-Nya. Terkadang jalan itu datang melalui antrean panjang, terkadang melalui pengabdian,” tuturnya.

Selama bertugas di Tanah Suci, Ferdi terlibat dalam penyebarluasan informasi penyelenggaraan ibadah haji kepada masyarakat Indonesia. Pengalaman itu mengasah kemampuannya bekerja dalam situasi penuh tekanan, menyampaikan informasi secara cepat, akurat, sekaligus bertanggung jawab.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Meski memiliki perjalanan karier yang panjang, Ferdi mengaku tetap menjalani kehidupan secara sederhana. Setiap pagi ia mengantar dua putrinya ke sekolah, sementara putra sulungnya menempuh pendidikan di sebuah pondok pesantren di Banten.

Selepas itu, ia memimpin aktivitas redaksi, mengajar mahasiswa, kemudian kembali ke rumah untuk menjalankan perannya sebagai suami dan ayah.

“Tidak ada yang spesial dari saya. Saya hanya menjalani kehidupan sederhana, bekerja, mengurus keluarga, mengajar, dan berusaha menjalankan kewajiban sebaik mungkin,” katanya.

Dalam kehidupan sehari-hari, Ferdi memegang tiga prinsip yang selalu menjadi pedoman. Pertama, menjaga silaturahmi tanpa membedakan siapa pun. Kedua, tidak pernah meremehkan orang lain. Ketiga, berbuat baik tanpa menghitung untung maupun rugi.

Baca Juga

Jembatan Merah Putih Presisi di Bayah Diresmikan, Gubernur Banten Andra Soni Hadir Bersama Forkopimda
Dahnil Ceritakan Filosofi Berdirinya Ormas Matahari Pagi Indonesia
Resmi Dikukuhkan, PW Matahari Pagi Indonesia Provinsi Banten Fokus Bangun Gerakan Sosial Berbasis Optimisme 
Ketum Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Himbau Kepada Pengurus dan Anggota Ikut PKPA Atau Pendidikan Mediator

Menurutnya, prinsip-prinsip sederhana tersebut justru menjadi fondasi yang membentuk perjalanan hidup dan kariernya hingga saat ini.

“Saya percaya silaturahmi akan menambah berkah dan rezeki. Jangan pernah meremehkan orang lain, karena di hadapan Allah semua sama. Siapa pun yang kita temui harus dihargai,” ujarnya.

Pria yang pernah mendapatkan sejumlah penghargaan jurnalistik, konten kreasi hingga aktif sebagai pegiat literasi informasi publik itu juga aktif dalam sejumlah organisasi profesi diantara Ikatan Jurnalistik Televisi Indonesia (IJTI), Forum Jurnalis Zakat dan Wakaf Indonesia (Forjukafi), Asosiasi Konten Kreator untuk Nusantara (AKKuN) serta sejumlah organisasi kemasyarakatan di lingkungan sosialnya.

“Bagi saya makin banyak teman, sahabat dan ruang diskusi dalam kegiatan formal maupun organisasi, maka akan makin luas perspektif dalam menganalisis sebuah isu, termasuk yang berhubungan dengan kepenyiaran, jurnalistik hingga keterbukaan informasi publik” tegas dosen Undira tersebut.

Berkomitmen Memajukan Penyiaran Indonesia dengan Cara Smart

Maju sebagai calon Komisioner KPI, Ferdi Setiawan membawa komitmen untuk ikut memperkuat kualitas penyiaran nasional agar mampu menjawab tantangan perkembangan teknologi komunikasi dan informasi sekaligus tetap berpihak kepada kepentingan publik.

Menurutnya, penyiaran memiliki fungsi strategis sebagai media informasi, pendidikan, hiburan yang sehat, kontrol sosial, pelestarian budaya bangsa, serta perekat persatuan nasional. Oleh sebab itu, kualitas isi siaran harus terus ditingkatkan agar mampu memberikan manfaat yang lebih luas kepada masyarakat.

Pengalamannya selama bertahun-tahun di industri televisi membuatnya memahami tantangan besar yang sedang dihadapi lembaga penyiaran. Persaingan dengan platform digital, maraknya penyebaran informasi yang tidak terverifikasi, perubahan perilaku audiens, hingga tuntutan peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi persoalan yang membutuhkan solusi bersama.

Karena itu, Ferdi menilai penguatan literasi media masyarakat harus menjadi salah satu prioritas disamping pelibatan aktif seluruh StakeHolder penyiaran tanah air. Masyarakat yang memiliki literasi media yang baik akan lebih kritis dalam menerima informasi, mampu membedakan fakta dan disinformasi, sekaligus mendorong tumbuhnya ekosistem penyiaran yang sehat.

Ia juga mendorong lembaga penyiaran agar terus menghasilkan program-program yang berkualitas, edukatif, inovatif, menghormati keberagaman budaya Indonesia, serta memberikan perlindungan terhadap anak dan remaja dari konten yang tidak sesuai.

Menurut Ferdi, KPI harus hadir bukan semata sebagai regulator, tetapi juga menjadi mitra strategis bagi lembaga penyiaran untuk bersama-sama meningkatkan kualitas industri penyiaran nasional.

Sesuai amanat Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran, KPI merupakan lembaga negara independen yang berfungsi mewadahi aspirasi masyarakat serta mewakili kepentingan publik dalam bidang penyiaran. KPI memiliki tugas menetapkan dan mengawasi pelaksanaan Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS), mengawasi isi siaran televisi dan radio, menerima serta menindaklanjuti pengaduan masyarakat, memberikan rekomendasi kelayakan penyelenggaraan penyiaran, hingga mendorong terwujudnya siaran yang berkualitas, sehat, berimbang, dan bertanggung jawab.

Berbekal pengalaman sebagai jurnalis, pimpinan redaksi, praktisi televisi, akademisi, serta petugas Media Center Haji, Ferdi berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam memperkuat peran KPI sebagai pengawal kualitas penyiaran Indonesia.

Baginya, penyiaran yang berkualitas bukan sekadar menghadirkan tayangan yang menarik, tetapi juga menjadi instrumen penting untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, memperkuat demokrasi, menjaga keberagaman, dan membangun karakter masyarakat Indonesia di tengah derasnya arus informasi global.

“Kualitas penyiaran yang baik bukan hanya menjadi tanggung jawab lembaga penyiaran, tetapi juga merupakan tanggung jawab bersama dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. KPI harus hadir sebagai mitra yang mendorong lahirnya penyiaran yang profesional, beretika, inovatif, dan selalu berpihak kepada kepentingan masyarakat,” pungkas Ferdi Setiawan.

(Red*)

- Advertisement -
Ad image
Bagikan Artikel Ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Salin Tautan
Artikel Sebelumnya FGD SMSI di Bali Bedah Masa Depan Kedaulatan Finansial: PFII Dinilai Strategis Penuhi Kebutuhan Triliunan Rupiah
Artikel Berikutnya Jelang Pengesahan RUU PFII, SMSI Desak Klausul Anti Tax Avoidance Diperkuat
- Advertisement -
Ad imageAd image
TERKINI

Pemkot Cilegon Siapkan Lahan 2.000 Meter Persegi untuk 53 PKL Bonakarta

Cegah Dampak Bencana Industri, DLH Cilegon Tekankan Pentingnya Mitigasi

BAZNAS Cilegon Buka Seleksi Pimpinan Periode 2026-2031, Ini Syaratnya

SMSI Siap Kawal Pembangunan Berdampak Bagi Masyarakat Banten

26 Tahun Provinsi Banten, Banten Bergerak, Maju Berdampak

- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
Berita Terkait
Nasional

Untuk Persatuan Indonesia, PWI Pusat dan Hotman Paris Sepakat Akhiri Polemik

Nasional

Guru Besar Ilmu Politik Sebut Presiden Prabowo Tegak Lurus pada Konstitusi, Tidak Ada Ruang untuk Intervensi Hukum

Nasional

Rakernas dan HUT ke 13 ASPRUMNAS, Bidik Bangun 50.000 Unit Rumah untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah

Nasional

Jelang Kongres II, Garda Pemuda NasDem Banten Kompak Dukung Prananda Surya Paloh

Nasional

Saat Dunia Dilanda Turbulensi, FORMAS Dorong Strategi Perkuat Ekonomi RI

Harita.id
Harita.id menyajikan berita terpercaya, aktual, dan berimbang tentang berbagai peristiwa serta perkembangan yang penting bagi masyarakat.
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Disclaimer
  • Iklan

2016 © Harita.id. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com