HARITA.ID – Ribuan santri, alumni pesantren, dan masyarakat tumpah ruah mengikuti kegiatan Senam Santri dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2026 di Kota Cilegon, Minggu (1/11/2026).
Mengusung tema “Menguatkan Akar Tradisi, Menjaga Keutuhan Negeri”, kegiatan tersebut bukan sekadar ajang olahraga bersama. Lebih dari itu, Senam Santri menjadi ruang silaturahmi lintas generasi sekaligus upaya memperkuat kebersamaan antara kalangan pesantren dan masyarakat.
Kegiatan yang dimulai pukul 07.00 WIB itu diinisiasi Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (PC GP) Ansor Kota Cilegon bersama Kementerian Agama Kota Cilegon, BPW HIPKA Provinsi Banten, PDAM Kota Cilegon, serta sejumlah instansi dan perusahaan. Dukungan juga datang dari UMKM JAWARA, Dwippa, dan berbagai elemen masyarakat lainnya.
Antusiasme peserta terlihat dari beragamnya unsur yang hadir. Mereka datang dari lingkungan pondok pesantren, majelis, padepokan, lembaga pendidikan formal dan nonformal, hingga masyarakat umum.
Ketua PC GP Ansor Kota Cilegon, Moh. Muachir, mengatakan peringatan Hari Santri Nasional harus menjadi momentum untuk menjaga semangat para santri, tidak hanya dalam menuntut ilmu, tetapi juga dalam menjalankan pengabdian kepada masyarakat.
“Ini adalah harinya santri. Kami ingin para santri bisa bergembira, berkumpul, dan mempererat silaturahmi. Kegiatan seperti ini insyaallah akan terus kami upayakan agar bisa dilaksanakan setiap tahun, sehingga santri tetap semangat dalam belajar dan mengabdi untuk agama, bangsa, dan Kota Cilegon,” ujar Muachir.
Menurut dia, peringatan Hari Santri tidak seharusnya berhenti pada seremoni tahunan. Nilai-nilai kepesantrenan, seperti kebersamaan, persaudaraan, kedisiplinan, dan pengabdian, perlu terus dihidupkan dalam kehidupan sehari-hari.
Muachir juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus PC GP Ansor, kader Ansor, Banser Kota Cilegon, para pembina, serta pihak-pihak yang telah berkontribusi menyukseskan kegiatan tersebut.
Ia menilai, keterlibatan berbagai unsur menjadi bukti bahwa kegiatan yang membawa semangat kepesantrenan dapat menjadi ruang kolaborasi antara organisasi kepemudaan, pemerintah, dunia usaha, UMKM, dan masyarakat.
Kemeriahan acara semakin terasa ketika panitia memasuki agenda pembagian doorprize. Sejumlah hadiah disiapkan untuk peserta, mulai dari rice cooker, jam digital, peci, sarung, mesin cuci, hingga sepeda.
Pengundian hadiah tersebut menjadi salah satu agenda yang paling dinantikan. Sorak dan antusiasme peserta menambah semarak perayaan Hari Santri Nasional di Kota Cilegon.
Melalui Senam Santri, GP Ansor Cilegon ingin menunjukkan bahwa tradisi pesantren dapat berjalan beriringan dengan aktivitas sosial yang melibatkan masyarakat luas. Santri bukan hanya bagian dari sejarah pendidikan keagamaan, melainkan juga memiliki peran strategis dalam menjaga persatuan dan membangun kehidupan sosial.
Karena itu, semangat Hari Santri diharapkan tidak hanya hadir dalam kegiatan peringatan, tetapi juga tercermin melalui kontribusi nyata para santri di tengah masyarakat.
GP Ansor Kota Cilegon pun berkomitmen untuk terus menghadirkan kegiatan positif yang memberi ruang bagi santri dan generasi muda untuk tumbuh, berjejaring, serta mengambil bagian dalam pembangunan daerah.
Menguatkan tradisi, menjaga persatuan, dan mengabdi untuk negeri. Semangat itulah yang ingin terus dirawat melalui peringatan Hari Santri Nasional di Kota Cilegon.
(Red*)











