Harita.id
Rabu, 23 September 2026
  • Home
  • News
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Sosial
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Tokoh
  • Opini
  • Kesehatan
  • Lingkungan
  • Budaya & Religi
  • Advertorial
  • berita gosip artis terbaru
  • Info terkini
  • berita artis terbaru
  • tips kesehatan
  • Berita terbaru
  • berita artis terkkini
  • tips&trik
  • nunung srimulat
Harita.idHarita.id
Pengubah Ukuran FontAa
  • Home
  • News
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Sosial
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Tokoh
  • Opini
  • Kesehatan
  • Lingkungan
  • Budaya & Religi
  • Advertorial
Search
  • Home
  • Kanal
    • News
    • Daerah
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum
    • Ekonomi
    • Sosial
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Gaya Hidup
    • Tokoh
    • Opini
    • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Budaya & Religi
    • Advertorial
Sudah memiliki akun? Masuk
Ikuti KAMI
© 2026 darkslategrey-mongoose-970280.hostingersite.com. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com
Beranda » Junaenah: Walau Beda Kelas, Pelayanan Peserta BPJS Kesehatan Tidak Dibeda-bedakan
Wawancara

Junaenah: Walau Beda Kelas, Pelayanan Peserta BPJS Kesehatan Tidak Dibeda-bedakan

admin
Diterbitkan: 23 April 2020
Bagikan
2 Menit Baca
- Advertisement -
Ad image

SERANG,- Sesuai dengan peraturan yang berlaku, tidak ada perbedaan pelayanan medis antara peserta Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) kelas I, kelas II, maupun kelas III. Hal ini dirasakan oleh salah satu peserta JKN-KIS, Junaenah (39), warga Lingkungan Cikamal Jaya, Kecamatan Cipocok Jaya Kota Serang yang merasakan manfaat layanan berobat jalan di salah satu fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.

“Beberapa bulan belakangan ini saya harus berobat jalan di Puskemas Banten Girang. Hal ini dikarenakan saya punya eksim dan jamur pada kulit tangan. Biaya perawatannya mungkin sudah jutaan, tapi saya tidak ditarik biaya sepeserpun setiap kali konsul dengan dokter di Puskesmas,” ungkap Junaenah dengan muka sumringah.

Untuk diketahui, Eksim merupakan penyakit kulit kronis yang membuat kulit merah meradang, bengkak, terasa gatal, serta kering dan pecah-pecah. Eksim juga sering disebut sebagai penyakit kulit dermatitis atopik.

Saat menjalani berobat jalan, Junaenah sering bertukar cerita dengan pasien penerima bantuan lainnya. Ia mengaku puas karena pihak fasilitas kesehatan baik pertama maupun rujukan tidak membeda-bedakan perlakuan antara pasien JKN-KIS, maupun peserta umum.

“Pelayanannya sama cepatnya, sama ramahnya, sama baiknya. Tidak ada diskriminasi apalagi dikenai biaya tambahan itu tidak ada yang ada hanya akomodasi ruangan bila rawat inap,” ungkapnya.

Baca Juga

Tata Kelola Pemdes di Kabupaten Serang Diganjar Penghargaan APDESI
AWAS KUHP DAN KUHAP BARU MULAI BERLAKU HARI INI
Gubernur Banten Dorong Perluasan Kemitraan SMK dan Industri
Proyek Jembatan Jati Pulo Mangkrak, Anggota DPRD Banten Minta Pelaksana di Blacklist

Tiga tahun sebelumnya, suami Junaenah juga sempat merasakan pelayanan rawat inap dengan penjaminan dari JKN-KIS, karena sang suami mengalami Infeksi paru. Pekerjaan sehari-hari sebagai kuli panggul bangunan membuat sang suami tak dapat terhindari dari debu dan asap polusi proyek.

“Sekitar 3 tahun yang lalu, suami juga sempat rawat inap karena ada infeksi pada paru, ya Alhamdulillah semua di cover JKN-KIS dari BPJS, dan pelayananya bagus meski kita BPJSnya dibayarin pemerintah,” Jelas wanita paruh baya tersebut.

Di akhir pembicaraan, wanita yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga itu pun menyarankan agar BPJS Kesehatan terus meningkatkan pelayanan dan sosialisasi kepada masyarakat, apalagi pada masa seperti pandemi Covid -19 ini, termasuk para tenaga medis yang bekerja di rumah sakit agar pelaksanaan program JKN bisa berjalan semakin baik. (DM/red)

Baca Juga

Wakil Ketua Komisi V DPRD Banten Fitron Nur Ikhsan Nilai RSUD Labuan dan RSUD Cilograng Perlu Manajemen Secepatnya
Temui Bupati Irna, Kepala Kanwil DJP Banten Bahas Potensi Pajak di Pandeglang
Bangun Kebersamaan, DPRD Banten Bakal Gelar Pesta Makan Durian Gratis
Terima Kunjungan Kabinda Banten, Ketua DPRD Banten Harapkan Sinergitas
- Advertisement -
Ad image
Bagikan Artikel Ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Salin Tautan
Artikel Sebelumnya Kisah Isah dan Keluarga Rasakan Manfaat Jadi Peserta JKN-KIS
Artikel Berikutnya Pemkab Serang Mulai Distribusikan Bantuan Sembako
- Advertisement -
Ad imageAd image
TERKINI

Harhubnas 2026, Robinsar Gaspol Benahi Transportasi Cilegon hingga Jalan Nasional

TPP ASN Cilegon Dipangkas, Sahroni: Kita Harus Dukung Kebijakan Wali Kota

Kembali Digelar! Gebyar Kreativitas PAUD Cilegon Jadi Panggung Anak Unjuk Bakat

Wawali Cilegon Ingatkan ASN: TPP Bukan Satu-satunya Motivasi Kerja

60 Tahun KOHATI, Momentum Perempuan Muda Menjawab Tantangan Zaman

- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
Berita Terkait
Kota Cilegon Wawancara

Lurah Ciwedus Terbitkan SK Pengurus RW, Arwani Marchawi: Cacat Hukum dan Langgar Aturan

Wawancara

Dewan Minta Pemprov dan BUMD Berikan Kemudahan Permodalan Untuk Masyarakat Banten

Wawancara

Wakil Ketua DPRD Banten Minta Pemprov Banten Siaga Bencana dan Masyarakat Diimbau Selalu Waspada

Wawancara

Diskusi Dengan Jurnalis Tangerang, Anggota DPRD Banten Martua Nainggolan Sebut Media Partner Kerja Anggota Legislator

Wawancara

DPRD Banten Minta Pemprov Lakukan Audit Kelayakan Gedung

Harita.id
Harita.id menyajikan berita terpercaya, aktual, dan berimbang tentang berbagai peristiwa serta perkembangan yang penting bagi masyarakat.
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Disclaimer
  • Iklan

2016 © Harita.id. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com