CILEGON, Harita.id – Guna menurunkan kematian ibu karena hamil, melahirkan dan nifas, Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Cilegon menggelar kegiatan sosialisasi gerakan sayang ibu (GSI) di salah satu restoran, Selasa (16/4/19).
Kepala DP3AKB Kota Cilegon, Heni Anita Susila menjelaskan, GSI harus diterapkan, sehingga lingkungan atau warga bisa bersama-sama memiliki kesadaran dan rasa tanggungjawab untuk menjaga bersama, terutama saat adanya ibu hamil, seperti tersedianya kendaraan yang bisa dipakai kapan saja atau ambulans masyarakat.
“Lingkungan harus dibangun dengan kesadaran bersama, terutama untuk meningkatkan kesadaran warga atau kepedulianya kepada perempuan yang sedang hamil,” katanya kepada wartawan usai membuka sosialisasi GSI.
Heni menjelaskan, selain lingkungan, sejumlah pihak seperti swasta dan rumah sakit juga harus mampu memberikan fasilitas kepada perempuan yang hamil. Hal ini agar ketika ada kejadian bisa ditangani secara baik dan benar, sehingga tidak ada keterlambatan yang membahayakan ibu hamil tersebut.“Sudah ada (juga) sejumlah perusahaan yang sudah menerapkan GSI, namun kebanyakan masih belum. Diharapkan ini bisa diikuti oleh perusahaan lainnya,” ujarnya.
Sementara itu, Staf Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cilegon, Siti Yiningsih menyampaikan, selain perlu kesamaan pemikiran dan juga rasa tanggungjawab bersama terhadap ibu-ibu hamil yang ada di lingkungan, ibu hamil juga harus memiliki kesadaran untuk rutin mengecek kondisi tubuh dan kandungannya. “Soal kesehatan juga harus diingatkan para ibu hamil untuk periksa. Sebab, dengan pemeriksaan bisa diketahui kondisi tubuh yang berisiko. Misalnya, hipertensi atau lainnya,” papar saat memberikan materi. (DM/RED)










