Harita.id
Senin, 21 September 2026
  • Home
  • News
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Sosial
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Tokoh
  • Opini
  • Kesehatan
  • Lingkungan
  • Budaya & Religi
  • Advertorial
  • berita gosip artis terbaru
  • Info terkini
  • berita artis terbaru
  • tips kesehatan
  • Berita terbaru
  • berita artis terkkini
  • tips&trik
  • nunung srimulat
Harita.idHarita.id
Pengubah Ukuran FontAa
  • Home
  • News
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Sosial
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Tokoh
  • Opini
  • Kesehatan
  • Lingkungan
  • Budaya & Religi
  • Advertorial
Search
  • Home
  • Kanal
    • News
    • Daerah
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum
    • Ekonomi
    • Sosial
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Gaya Hidup
    • Tokoh
    • Opini
    • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Budaya & Religi
    • Advertorial
Sudah memiliki akun? Masuk
Ikuti KAMI
© 2026 darkslategrey-mongoose-970280.hostingersite.com. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com
Beranda » ICMI Kabupaten Serang Kritik Film The Santri
Nasional

ICMI Kabupaten Serang Kritik Film The Santri

admin
Diterbitkan: 19 September 2019
Bagikan
2 Menit Baca
- Advertisement -
Ad image

SERANG – Baru merilis trailer perdananya pada Senin (9/9) di yutube NU Chanel, film dengan judul The Santri Garapan Livi Zheng yang bekerjasama dengan pengurus PBNU, menuai pro kontra dari akademisi, ormas islam dan masyarakat pada umumnya.

Ketua Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) Kabupaten Serang, Lutfi Nawawi ikut mengkritisi film The Santri.

“Saya melihat trailer film the santri, sepertinya tidak ada kesesuaian antara wajah pesantren dengab yang di tampilkan dalam trailer tersebut,” katanya di Serang, Kamis (19/9/2019)

Lutfi Nawawi juga mengkritisi beberapa adegan dalam film The Santri, menurutnya ada keanehan dan ketidak sesuaian dengan santri yang seharusnya dengan yang di dalam film tersebut.

“Pertama saat santri berduaan di hutan memberikan kesan santri juga pacaran dan bebas berinteraksi, padahal dunia pesantren sangat selektif dalam hal tersebut, sehingga kehidupan santri jauh dari ikhtilat atau campur baur laki perempuan,” ujarnya.

Baca Juga

Dua Tahun Prabowo: Antara Negara Kuat dan Pemerintahan Efektif
Dirut Bank Aceh Raih SMSI Aceh Award: Penggerak Ekonomi Daerah melalui UMKM dan Industri Kreatif
Dewan Pers Siapkan Rapat Bersama Konstituen Bahas HPN 2027, AMSI Dukung Usulan SMSI di Jakarta
Hadir di Dewan Pers, Hasyim Djojohadikusumo Ingatkan Media Jangan Sesatkan Publik

Lanjut Lutfi, untuk menjukan rasa toleransi, tak perlu santri keluar masuk gereja, seperti dalam film. “Kedua saat ada santri masuk gereja membawa tumpeng atau makanan, ini memberikan anggapan santri bebas keluar masuk gereja dalam kepentingan apapun. Padahal tidak perlu demikian untuk menunjukkan toleransi umat beragama,” sambungnya.

Film The Santri ini, kata Ketua ICMI Kabupaten Serang ini, akan berdampak negatif pada masyarakat hususnya santri.

“Saya kira trailer film ini bisa berdampak negatif bila disaksikan kaum santri, karean bisa mempengaruhi pemahaman santri yang masih labil secara usia,” lanjutnya.

Baca Juga

JAM-Intel Kejagung Apresiasi Pokja Newsroom Jaga Desa SMSI Kepri
Jembatan Merah Putih Presisi di Bayah Diresmikan, Gubernur Banten Andra Soni Hadir Bersama Forkopimda
Dahnil Ceritakan Filosofi Berdirinya Ormas Matahari Pagi Indonesia
Resmi Dikukuhkan, PW Matahari Pagi Indonesia Provinsi Banten Fokus Bangun Gerakan Sosial Berbasis Optimisme 

Pihaknya juga berharap agar film The Santri ini diperbaiki dan di sesuaikan dengan dunia santri.

“Saya kira sebagai sebuah karya trailer film ini perlu perbaikan agar sesuai dengan wajah dunia santri yang sesungguhnya,” pungkasnya.

- Advertisement -
Ad imageAd image

(Adi/red)

- Advertisement -
Ad image
Bagikan Artikel Ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Salin Tautan
Artikel Sebelumnya Bupati Serang Ingatkan Bahaya Penggunaan Gadget Pada Anak
Artikel Berikutnya 3 Terdakwa Pungli Jenazah Korban Tsunami Selat Sunda Minta Dibebaskan
- Advertisement -
Ad imageAd image
TERKINI

TPP ASN Cilegon Dipangkas, Sahroni: Kita Harus Dukung Kebijakan Wali Kota

Kembali Digelar! Gebyar Kreativitas PAUD Cilegon Jadi Panggung Anak Unjuk Bakat

Wawali Cilegon Ingatkan ASN: TPP Bukan Satu-satunya Motivasi Kerja

60 Tahun KOHATI, Momentum Perempuan Muda Menjawab Tantangan Zaman

Mahasiswa Demo Soroti APBD Cilegon, Robinsar Buka Ruang Dialog

- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
Berita Terkait
Nasional

Jelang Kongres II, Garda Pemuda NasDem Banten Kompak Dukung Prananda Surya Paloh

Nasional

Saat Dunia Dilanda Turbulensi, FORMAS Dorong Strategi Perkuat Ekonomi RI

Nasional

Calon Komisioner KPI Ferdi Setiawan Dorong Regulasi Setara untuk Media dan Platform Digital

Nasional

Jelang Pengesahan RUU PFII, SMSI Desak Klausul Anti Tax Avoidance Diperkuat

Nasional

Ferdi Setiawan Maju Calon Komisioner KPI, Usung Gagasan Smart untuk Penyiaran Berkualitas

Harita.id
Harita.id menyajikan berita terpercaya, aktual, dan berimbang tentang berbagai peristiwa serta perkembangan yang penting bagi masyarakat.
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Disclaimer
  • Iklan

2016 © Harita.id. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com