Harita.id
Rabu, 23 September 2026
  • Home
  • News
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Sosial
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Tokoh
  • Opini
  • Kesehatan
  • Lingkungan
  • Budaya & Religi
  • Advertorial
  • berita gosip artis terbaru
  • Info terkini
  • berita artis terbaru
  • tips kesehatan
  • Berita terbaru
  • berita artis terkkini
  • tips&trik
  • nunung srimulat
Harita.idHarita.id
Pengubah Ukuran FontAa
  • Home
  • News
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Sosial
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Tokoh
  • Opini
  • Kesehatan
  • Lingkungan
  • Budaya & Religi
  • Advertorial
Search
  • Home
  • Kanal
    • News
    • Daerah
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum
    • Ekonomi
    • Sosial
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Gaya Hidup
    • Tokoh
    • Opini
    • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Budaya & Religi
    • Advertorial
Sudah memiliki akun? Masuk
Ikuti KAMI
© 2026 darkslategrey-mongoose-970280.hostingersite.com. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com
Beranda » 4 Tips Aman Beraktivitas di Bawah Terik Sinar Matahari
Nasional

4 Tips Aman Beraktivitas di Bawah Terik Sinar Matahari

admin
Diterbitkan: 25 Oktober 2019
Bagikan
4 Menit Baca
ISTIMEWA
- Advertisement -
Ad image

Harita.id – Beraktivitas di luar ruangan bisa membuat kulit terbakar sinar matahari jika Anda tidak hati-hati. Pada akhirnya, ini bisa meningkatkan risiko Anda terhadap kanker kulit yang berbahaya. Namun, menghindari matahari sama sekali juga bukan solusi yang baik. Berikut ini beberapa tips yang bisa Anda contek untuk menghindari risiko terbakar sinar matahari saat sedang asyik beraktivitas.

Tips aman mencegah kulit terbakar sinar matahari saat beraktivitas di luar ruangan

Paparan sinar matahari secukupnya masih tergolong aman, malah justru bermanfaat. Vitamin D yang tubuh Anda produksi sendiri dari paparan sinar matahari sangat diperlukan untuk menjaga kesehatan tulang. Sinar matahari juga dapat membantu menurunkan risiko Anda terhadap kanker melanoma atau kanker kulit. Vitamin D dari sinar matahari bahkan bisa membantu Anda menurunkan berat badan.

Akan tetapi, Anda sudah cukup lama berada di bawah terik sinar matahari jika kulit Anda sudah berubah warna jadi sedikit kemerahan (jika kulit Anda sedang hingga sawo matang) atau berwarna pink pucat (jika Anda berkulit putih atau pucat).

Maka, agar terhindar dari risiko kulit terbakar sinar matahari selama beraktivitas, intip panduan berikut ini:

Baca Juga

Dua Tahun Prabowo: Antara Negara Kuat dan Pemerintahan Efektif
Dirut Bank Aceh Raih SMSI Aceh Award: Penggerak Ekonomi Daerah melalui UMKM dan Industri Kreatif
Dewan Pers Siapkan Rapat Bersama Konstituen Bahas HPN 2027, AMSI Dukung Usulan SMSI di Jakarta
Hadir di Dewan Pers, Hasyim Djojohadikusumo Ingatkan Media Jangan Sesatkan Publik

1. Pakai tabir surya atau topi

Berjemur matahari memang bermanfaat, tapi jangan juga kelamaan. Jika aktivitas atau pekerjaan Anda menuntut Anda untuk panas-panasan di luar dalam waktu lama, pakailah tabir surya yang khusus untuk wajah dan yang untuk tubuh.

Tabir surya dapat mencegah kulit terbakar sinar matahari yang bikin gosong, sekaligus mencegah risiko kanker kulit. Pastikan tabir surya Anda memiliki SPF minimal 30 dan bertuliskan “Broad Spectrum” yang dapat melindungi Anda dari radiasi sinar UVA dan UVB. Idealnya, tabir surya harus dioleskan kembali setiap dua jam sekali atau sesering mungkin apabila Anda berkeringat deras atau keluar dari air (misalnya saat berenang)

Baca Juga

JAM-Intel Kejagung Apresiasi Pokja Newsroom Jaga Desa SMSI Kepri
Jembatan Merah Putih Presisi di Bayah Diresmikan, Gubernur Banten Andra Soni Hadir Bersama Forkopimda
Dahnil Ceritakan Filosofi Berdirinya Ormas Matahari Pagi Indonesia
Resmi Dikukuhkan, PW Matahari Pagi Indonesia Provinsi Banten Fokus Bangun Gerakan Sosial Berbasis Optimisme 

Untuk lebih amannya, Anda bisa melindungi wajah yang terkena sinar matahari dengan topi dengan pinggiran lebar.

2. Berteduh di waktu-waktu tertentu

- Advertisement -
Ad imageAd image

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Anda hanya perlu berjemur matahari setidaknya 5 sampai 15 menit di lengan, tangan, dan wajah, untuk dua sampai tiga kali dalam seminggu tanpa menggunakan tabir surya. Waktu berjemur yang direkomendasikan untuk wilayah Indonesia adalah mulai pukul 10 pagi hingga jam 2 siang.

Batasi waktu tubuh terkena sinar matahari, terutama antara pukul 10 pagi dan maksimal hingga pukul 4 sore. Di luar dari waktu ini, berteduhlah di bawah bayangan, pakai payung, atau mampir ke tempat tertutup yang sejuk. Jika Anda akan panas-panasan untuk waktu yang lama, lindungi diri Anda dengan pakaian lengan panjang dan topi.

3. Kosumsi vitamin tertentu

Pertimbangkan juga untuk minum vitamin tertentu, salah satunya adalah astaxanthin untuk memperoleh perlindungan ekstra dari sengatan matahari. Astaxanthin adalah antioksidan (sekaligus pigmen) ampuh yang diproduksi oleh alga air untuk merespon sinar UV.

Baca Juga

Ketum Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Himbau Kepada Pengurus dan Anggota Ikut PKPA Atau Pendidikan Mediator
Untuk Persatuan Indonesia, PWI Pusat dan Hotman Paris Sepakat Akhiri Polemik
Guru Besar Ilmu Politik Sebut Presiden Prabowo Tegak Lurus pada Konstitusi, Tidak Ada Ruang untuk Intervensi Hukum
Rakernas dan HUT ke 13 ASPRUMNAS, Bidik Bangun 50.000 Unit Rumah untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah

Biasanya, butuh konsumsi harian selama beberapa minggu sampai jaringan tubuh Anda melakukan cukup penyerapan dan siap menyediakan perlindungan dari terkena sinar matahari

4. Makan makanan kaya akan antioksidan

Mengonsumsi makanan sehat yang mengandung antioksidan alami adalah strategi lain yang berguna untuk memberikan perlindungan dari risiko kulit terbakar sinar matahari. Sayuran dan buah-buahan segar menyediakan nutrisi yang diperlukan tubuh untuk menjaga keseimbangan omega-6 dan omega-3 di dalam kulit, yang merupakan perlindungan pertama Anda terhadap sinar matahari.

Sayuran juga menyediakan banyak antioksidan berguna bagi tubuh yang akan membantu melawan radikal bebas yang disebabkan sinar matahari, yang dapat menyebabkan penuaan dan kanker kulit. (vha/red)

Sumber: Hellosehat.com

- Advertisement -
Ad image
DITANDAI:tips kesehatantips terhindar dari sinar matahari
Bagikan Artikel Ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Salin Tautan
Artikel Sebelumnya Tips Agar Gigi Tidak Kuning
Artikel Berikutnya Bupati Serang Ajak Pemuda Kampanyekan Anti Narkoba hingga Desa
- Advertisement -
Ad imageAd image
TERKINI

Harhubnas 2026, Robinsar Gaspol Benahi Transportasi Cilegon hingga Jalan Nasional

TPP ASN Cilegon Dipangkas, Sahroni: Kita Harus Dukung Kebijakan Wali Kota

Kembali Digelar! Gebyar Kreativitas PAUD Cilegon Jadi Panggung Anak Unjuk Bakat

Wawali Cilegon Ingatkan ASN: TPP Bukan Satu-satunya Motivasi Kerja

60 Tahun KOHATI, Momentum Perempuan Muda Menjawab Tantangan Zaman

- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
Berita Terkait
Nasional

Jelang Kongres II, Garda Pemuda NasDem Banten Kompak Dukung Prananda Surya Paloh

Nasional

Saat Dunia Dilanda Turbulensi, FORMAS Dorong Strategi Perkuat Ekonomi RI

Nasional

Calon Komisioner KPI Ferdi Setiawan Dorong Regulasi Setara untuk Media dan Platform Digital

Nasional

Jelang Pengesahan RUU PFII, SMSI Desak Klausul Anti Tax Avoidance Diperkuat

Nasional

Ferdi Setiawan Maju Calon Komisioner KPI, Usung Gagasan Smart untuk Penyiaran Berkualitas

Harita.id
Harita.id menyajikan berita terpercaya, aktual, dan berimbang tentang berbagai peristiwa serta perkembangan yang penting bagi masyarakat.
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Disclaimer
  • Iklan

2016 © Harita.id. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com