Harita.id
Jumat, 23 Oktober 2026
  • Home
  • News
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Sosial
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Tokoh
  • Opini
  • Kesehatan
  • Lingkungan
  • Budaya & Religi
  • Advertorial
  • berita gosip artis terbaru
  • Info terkini
  • berita artis terbaru
  • tips kesehatan
  • Berita terbaru
  • tips&trik
  • krisdayanti
  • berita kecanduan gadget
Harita.idHarita.id
Pengubah Ukuran FontAa
  • Home
  • News
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Sosial
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Tokoh
  • Opini
  • Kesehatan
  • Lingkungan
  • Budaya & Religi
  • Advertorial
Search
  • Home
  • Kanal
    • News
    • Daerah
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum
    • Ekonomi
    • Sosial
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Gaya Hidup
    • Tokoh
    • Opini
    • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Budaya & Religi
    • Advertorial
Sudah memiliki akun? Masuk
Ikuti KAMI
© 2026 darkslategrey-mongoose-970280.hostingersite.com. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com
Beranda » Pengamat Dan Akademisi Soroti Kebijakan Pemkot Terkait PSBB Tangsel
Tangerang Raya

Pengamat Dan Akademisi Soroti Kebijakan Pemkot Terkait PSBB Tangsel

admin
Diterbitkan: 9 April 2020
Bagikan
4 Menit Baca
- Advertisement -
Ad image

TANGERANG, – Dengan meningkatnya wabah pandemic Covid-19 di wilayah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) yang saat ini dikatagorikan sebagai Zona Merah, Walikota akan menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Namun, apakah Pemkot Tangsel sudah siap dengan segala konsekwensi yang terjadi jika diterapkannya PSBB di Tangsel, apakah akan menambah menyulitkan masyarakat kelas bawah dan UMKM yang notabene pendapatannya merosot drastis.

Dosen Fakultas Ushuluddin UIN Syarif HIdayatullah Jakarta, Dr. Amin Nurdin, M.A Kemudian, kebijakan Pemkot dengan diterapkan physical Distancing tidak linier dengan masyarakat yang saat ini banyak ditentang warganya sendiri. Seperti yang dijelaskan oleh Dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Dr. Amin Nurdin. Menurutnya, kebijakan pemerintah daerah dan para tokoh-tokoh agama dan informal lainnya perlu memberikan perhatian lebih terhadap lingkungannya.

“Memang pemerintah sudah mengeluarkan aturan physical distancing, namun aturan ini tidak dipatuhi oleh masyarakat, khususnya kelas menengah kebawah, khususnya yang terlibat dalam kegiatan usaha informal. Kegiatan ibadat, masih banyak yang shalat berjamaah, apalgi pada hari jumat. Pengajian masih berjalan dan ini tersiar melalui speaker2 mesjid. Hendaknya tokoh-tokoh agama dan informal perlu memberi perhatian terhadap lingkungannya. Beragama tidak cukup dengan sentimen keagamaan saja, tapi juga rasional dan gunakan akal sehat. Beberapa kasus wabah di ruang ibadat tidak buat mereka kapok atau jera,” jelas Amin Nurdin saat dimintai tanggapannya melalui whatsapp, Rabu (08/04/20) kemarin.

Namun dengan kondisi Tangsel yang saat ini sangat mengkhawatirkan, sikap ketegasan Pemkot terhadap masyarakat Tangsel harus diterapkan daripada menimbulkan banyaknya korban yang. Amin Nurdin sangat setuju diterapkannya PSBB di Tangsel mengingat wabah ini menjalar dengan cepat dan diberitakan oleh para dokter ahli akan berlangsung 5 bulan dan puncaknya pada akhir mei dan awal juni serta baru berakhir pada bulan agustus akan datang.

“Jadi sebaiknya segera dilakukan di tengah masyarakat yang anggap sepele denga wabah ini. Pemda Tangsel harus. lebih tangggap dan segera PSBB. Bila tidak wabah segera menjalar dan Pemda tentu saja perlu anggaran biaya untuk menanggulangi kesulitan yang dialami ekonomi masyarakat kecil. Disamping, itu juga mendorong warga agar gotong-royong mengatasi masalah wabah mulai dari tingkat paling bawah,” tandas Dosen, yang juga mantan Ketua Dekan di tahun 2019 lalu.

Baca Juga

Pemprov Banten dan BPS RI Kuatkan Integrasi Data untuk Percepatan Pembangunan Daerah
Tertinggi Angka Eliminasi TBC, Gubernur Andra Soni Jadikan Banten Panutan Nasional
AMAK Tangerang Raya Laporkan Dugaan Korupsi Aset Peralatan Mesin di Beberapa Kecamatan
Kapolresta Tangerang Kunjungi Warung Bhabinkamtibmas di Desa Sentul

Pengamat Ekonomi Dan Direktur Fiscal And Monetary Analysis Center, Ajib Hamdani

Di tempat yang berbeda Ajib Hamdani, Pengamat Kebijakan Ekonomi, yang kini juga aktif di BPP HIPMI sebagai Ketua Bidang Keuangan dan Perbankan, menurutnya PSBB ini memang akan menjadi langkah realistis dan paling masuk akal untuk memutus pandemi Covid 19 di wilayah Tangsel, yang notabene menjadi zona merah. Tapi, efek yang paling dirasakan adalah ekonomi akan melambat dan yang paling terdampak adalah sektor UKM.

“Pemerintah harus mempunyai desain kebijakan agar UKM tetap terjaga dengan baik di Tangsel. Apalagi menjelang puasa dan lebaran, yang seharusnya menjadi momentum pergerakan ekonomi. Kemudian, langkah selanjutnya, Pemkot bisa memberikan bantuan buat kemudahan modal, melalui Bank Pembangunan Daerah, dan bunganya disubsidi oleh Pemkot, dan selama masa PSBB, bisa dibebaskan dari cicilan, kebijakan yang seperti ini akan sangat membantu sektor UKM agar tetap hidup dalam masa PSBB,” saran Ajib Hamdani saat dimintai tanggapannya pada Kamis, (09/04/20).

Baca Juga

Segudang Prestasi Kejari Tangsel, Pangamat: Hati-Hati Akan Ada Perlawanan Coba Rusak Integritas
Sertipikat Elektronik Jadi Pelayanan yang Maju dan Modren
Kanwil BPN Banten Sosialisasikan Sertipikat Elektronik, Berikut Cara Cek Keasliannya
Iwan Firmansyah Kepala DBMSDA Layak Jadi Sekda Kabupaten Tangerang

Kemudian masih menurut Ajib, kebijakan lainnya, bisa berupa optimalisasi UKM lokal wilayah Tangsel untuk menjadi supply APD yang dibutuhkan, tentunya Tangsel mempunyai dana untuk penanggulangan Covid 19. “Saharusnya ini digelontorkan buat UKM yang ada di wilayah Tangsel. Jadi, ekonomi tetap akan berputar. Jangan sampai dana yang ada, malah terlalu banyak keluar dan tidak bermanfaat secara ekonomi di Tangsel,” kata Ajib.

Langkahnya seperti apa,? Pemkot bisa mendata, UKM-UKM yang bisa mensupply kebutuhan APD. Kemudian utamakan mereka yang mensupply ke Tangsel, tentu banyak yang bergerak dibidang tersebut,” pungkasnya. (DM/red)

- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad image
Bagikan Artikel Ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Salin Tautan
Artikel Sebelumnya Kembali Terima Bantuan, Jubir Gugus Tugas Covid-19: Gubernur Sangat Mengapresiasi
Artikel Berikutnya Ketua DPRD Banten Dorong Pemprov Sinergi Dengan Kabupaten/Kota Atasi Covid-19
- Advertisement -
Ad imageAd image
TERKINI

Ratu Zakiyah Usulkan Tata Ruang Serang 2026-2046, Investor Bakal Dapat Kepastian

Peluang Kerja ke Jepang Terbuka, 96 Warga Cilegon Dibekali Bahasa Jepang

763 Mahasiswa Terima Bantuan Beasiswa Cilegon Juare

Wagub Banten Achmad Dimyati Hadiri Resepsi Putri Ketum SMSI, Doakan Pengantin Jadi Keluarga Sakinah

Pemkot Cilegon Siapkan Lahan 2.000 Meter Persegi untuk 53 PKL Bonakarta

- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
Berita Terkait
Tangerang Raya

Polresta Tangerang bersama Forkopimda Gelar Apel Kesiapan Pengamanan Malam Takbir

Tangerang Raya

Jelang Ramadhan, Unit Resmob Polresta Tangerang Santuni Puluhan Anak Yatim

Tangerang Raya

Antisipasi Balap Liar, Kasat Narkoba Polresta Tangerang Pimpin Pendekar Raksa

Tangerang Raya

Melalui Jumat Curhat : Kapolresta Tangerang Kerahkan Tim Pendekar Banten Cegah Aksi Balap Liar

Tangerang Raya

2 Pria Bertato Ditangkap Satreskrim Polresta Tangerang, Ternyata Pelaku Pembunuhan di Pasar Kemis

Harita.id
Harita.id menyajikan berita terpercaya, aktual, dan berimbang tentang berbagai peristiwa serta perkembangan yang penting bagi masyarakat.
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Disclaimer
  • Iklan

2016 © Harita.id. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com