Harita.id
Sabtu, 5 September 2026
  • News Room
    • Politik
    • Olahraga
    • Nasional
    • Pariwisata
    • Bisnis
  • Daerah
    • Kota Serang
    • Kota Cilegon
    • Tangerang Raya
  • Editorial
  • Opini
  • Sosbud
  • Wawancara
  • Video
    • Photo
  • berita gosip artis terbaru
  • Info terkini
  • berita artis terbaru
  • tips kesehatan
  • Berita terbaru
  • berita artis terkkini
  • tips&trik
  • nunung srimulat
Harita.idHarita.id
Pengubah Ukuran FontAa
  • Bisnis
  • Daerah
  • Kota Cilegon
  • Kota Serang
  • Lebak
  • Pandeglang
  • Tangerang Raya
  • Featured
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Pariwisata
  • Politik
  • Sosial Budaya
  • DPRD Provinsi Banten
  • Wawancara
Search
  • News Room
    • Politik
    • Olahraga
    • Nasional
    • Pariwisata
    • Bisnis
  • Daerah
    • Kota Serang
    • Kota Cilegon
    • Tangerang Raya
  • Editorial
  • Opini
  • Sosbud
  • Wawancara
  • Video
    • Photo
Sudah memiliki akun? Masuk
Ikuti KAMI
© 2026 darkslategrey-mongoose-970280.hostingersite.com. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com
Beranda » Pengrajin Tahu Tempe Makin Terhimpit Akibat Harga Kedelai Melejit. PSI : Pemprov Banten Jangan Diam Saja
BisnisKota Serang

Pengrajin Tahu Tempe Makin Terhimpit Akibat Harga Kedelai Melejit. PSI : Pemprov Banten Jangan Diam Saja

admin
Diterbitkan: 17 Maret 2021
Bagikan
6 Menit Baca
- Advertisement -
Ad image

SERANG – Kenaikan harga kedelai dirasakan pengrajin tempe dan tahu di Banten. Semua kota dan kabupaten merasakannya, salah satunya Kota Serang. Kenaikan harga kedelai terjadi dalam 6 bulan berturut-turut hingga saat ini. Bahkan pernah terjadi peningkatan harga sampai empat kali dalam satu bulan.

“Kedelai adalah bahan baku utama bagi perajin tempe. Kenaikan yang begitu besar sangat berdampak terhadap ekonomi perajin tempe se-Banten,” demikian diungkapkan anggota DPRD Banten dari PSI, Maretta.

Maretta menegaskan, dampak pandemi terhadap ekonomi sangat berat. Masyarakat secara umum mengalami penurunan kemampuan konsumsi termasuk konsumsi makanan harian. Salah satu yang menjadi penyelamat asupan protein bagi rakyat dengan harga terjangkau adalah tempe dan tahu.

“Kenaikan harga kedelai yang dialami perajin di Banten, tak hanya memukul margin perajin, namun juga berpotensi mengganggu kontinuitas supply tempe bagi masyarakat menengah bawah. Pemprov jangan diam saja. Ini masalah rakyat kecil yang butuh perhatian,” tandas Maretta yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPW PSI Banten itu.

Baca Juga

Pemkab Serang Hadirkan Aku Desa Digital Optimalisasi Pelayanan Dasar Publik
Festival Cikolelet 2026 Digelar, Mendes Yandri: Rawat Kearifan Lokal, Bangun Kesejahteraan
Hadiri Puncak HUT ke 81 RI di Desa Cisait, Wabup Serang Tekankan Teladani Perjuangan Pahlawan
HUT ke-88 RSDP Serang, Bupati Zakiyah Resmikan 10 Mesin Cuci Darah Baru

Harga kedelai yang bagus kualitasnya semula ada di kisaran 7.500/kg, namun saat ini harganya melonjak dalam jangka pendek hingga 10.200/kg di tangan pengrajin tahu dan tempe.

Maretta, bersama Pengurus PSI Serang, Nanang & Riad, langsung turun ke lapangan, menemui perajin tahu tempe di Kopti Serang, Kecamatan Kramat Watu Kabupaten Serang pada 16 Maret 2021.

“Kenaikan harga kedelai mengakibatkan perajin kesulitan mempertahankan skala usahanya. Konsumsi kedelai untuk diolah jadi tempe dan tahu terus merosot. Tentu kondisi ini memprihatinkan,” kata anggota Komisi 2 DPRD Banten.

Baca Juga

Jadi Irup Upacara HUT ke 81 RI, Bupati Serang Pastikan Maksimalkan Pelayanan Dasar
Seleksi Ketat Berbuah Prestasi, 55 Paskibraka Kabupaten Serang Resmi Dikukuhkan
Tinawati Andra Soni Dorong Lulusan SMK Sesuai Kebutuhan Industri
Alumni IKOPIN Pimpin DEKOPIN Banten, Tantangan Koperasi Kini Bukan Sekadar Bertahan

Dalam dialognya dengan Ketua Kopti Serang, Dadan dan perajin tahu tempe yang ditemui, akibat kenaikan harga kedelai ini perajin hanya mampu memproduksi 50kg kedelai per hari dengan keuntungan saat ini hanya bisa mencapai 50% persen dari keuntungan sebelum kenaikan harga. Pengrajin tidak bisa menaikkan harga jual karena tidak ada konsumen yang mampu membeli tempe tahu hasil produksinya.

“Ini yang membuat pasar tempe dan tahu berbeda. Konsumennya yang banyak adalah menengah bawah. Akibatnya, produksi sangat elastis terhadap harga. Jika ada kenaikan harga produk, konsumsi akan turun. Ini yang dirasakan perajin,” ujarnya.

Perajin menyiasati dengan mengurangi ukuran tahu tempe yang dijualnya, meskipun masih belum bisa mencapai keuntungan yang diharapkan seperti sebelumnya. Daya beli masyarakat tidak bisa dipaksakan mengikuti lonjakan harga kedelai ini.

Masih cukup beruntung bagi pengrajin tahu tempe yang tergabung dalam Kopti (Koperasi Produsen Tahu Tempe Indonesia) karena Kopti masih memiliki kebijakan untuk memberikan pinjaman bagi anggotanya karena dampak kenaikan ini. Bila tidak, maka biasanya pengrajin bisa terlilit hutang pada rentenir.

- Advertisement -
Ad imageAd image

“Perlu dipastikan bantuan usaha kecil pemprov bisa menyasar ke perajin tahu tempe. Pemprov juga wajib mengajak serta kota dan kabupaten di Banten untuk serentak turun membantu perajin tahu tempe,” tegas Maretta.

Maretta mengaku sedih saat interaksi dengan perajin. Saat ini untuk bertahan hidup sungguh berat. Hal-hal yang sederhana seperti memberikan uang jajan pada anak dan cucu menjadi sungguh sulit dilakukan.

Baca Juga

Rakor Forkopimda, Bupati Serang Pastikan Air Bersih untuk Warga Terdampak Kemarau Panjang
Rakor Forkopimda, Bupati Serang Pastikan Air Bersih untuk Warga Terdampak Kemarau Panjang
220 Siswa Diwisuda Tahfiz, Wabup Serang: Inilah Investasi Terbaik Bangsa
Mutu Pendidikan Dimulai dari Kepala Sekolah, Ini Pesan Tegas Wabup Serang

“Sebagai seorang ibu, tentu saya sedih melihat keluarga perajin tempe dan tahu bahkan tak mampu memberikan uang jajan untuk anak cucunya. Ini hal sederhana yang biasa dilakukan untuk membahagiakan anak cucunya,” katanya.

Penurunan pendapatan dibenarkan oleh Dadan. Kopti pun keberadaannya makin berat. Semangat koperasi yang dibangun dari awal adalah untuk menyejahterakan anggotanya jadi terimbas karena menurunnya pendapatan pengrajin. Namun demikian, Kopti tetap berkomitmen memberikan bantuan bagi anggotanya membutuhkan.

Upaya upaya Kopti untuk memperjuangkan nasibnya ke pemerintah pusat tidak mendapat respon positif. Kopti berharap kembali pada kebijakan awal agar bulog yang menangani import kedelai dan didistribusikan melalui Kopti. Saat ini pasar terlalu bebas menentukan harga dari importir. Fungsi pengawasan terhadap harga yang berkembang cenderung tidak terkontrol karena harga terkesan dibiarkan ditentukan oleh importir. Ketika terjadi kenaikan harga seperti ini, Kopti hanya bisa pasrah menerima harga yang ada. Bahkan bisa terjadi harga di Kopti akan lebih mahal sedikit dibandingkan dengan toko sebelah. Namun demikian hal ini terjadi karena Koperasi memang menyisihkan alokasi untuk kesejahteraan bersama anggota.

“Pemprov Banten harusnya membantu perajin. Menyampaikan aspirasi ke kementerian dan mencari jalan keluar bersama. Bukan diam saja dan berkilah itu sebagai mekanisme pasar belaka,” jelas Maretta.

Maretta menambahkan pemerintah pusat maupun daerah kurang berpihak pada masyarakat kecil. Kementan pernah menjanjikan harga kedelai turun pada bulan januari. Tapi yang terjadi justru sebaliknya.

“Selain menjalin komunikasi dengan kementerian, Pemprov perlu memaksimalkan peran Koperasi seperti Kopti ini. Alangkah baiknya ada pembinaan dan dukungan terutama bagi koperasi yang masih berjuang mewujudkan komitmen anggotanya seperti Kopti Serang ini,” imbuhnya.

Maretta berharap ranah pembinaan yang bisa dilakukan oleh pemprov Banten mampu membantu menguatkan kembali fungsi koperasi untuk menyejahterakan anggotanya.

Hal ini juga dibenarkan Dadan bahwa selama ini belum ada perhatian dari pemprov untuk mendukung perjuangan kopti ini.

“Permintaan kami agar harga kedelai dapat kembali di level 7.500 – 8.500 per kilogram, jangan sampai lebih dari itu. Beri kepastian standar harga kedelai yg dijamin pemerintah,” kata Dadan.

PSI tergerak untuk mengawal upaya pemerintah dalam upaya pengendalian harga kedelai hingga di pengrajin. PSI akan bergerak menyuarakan aspirasi/jeritan pengrajin kedelai ini di tiap wilayah Kab/Kota di Indonesia, agar kiranya pemerintah baik pusat maupun daerah akan serius menanggapi permasalahan ini.

“Kehadiran pemprov sangat urgent untuk memastikan ketersediaan kedelai di tingkat perajin agar perajin dapat tetap berproduksi. Jangan sampai pengrajin tempe gulung tikar,” kata Maretta menutup pembicaraan. (Adv)

- Advertisement -
Ad image
Bagikan Artikel Ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Salin Tautan
Artikel Sebelumnya Kebijakan FABA Tak Jadi B3 Buka Pemanfaatan Untuk Infrastruktur
Artikel Berikutnya DPD Nasdem Pandeglang Kejar Strutur Partai,Target 3 Besar Nasional
- Advertisement -
Ad imageAd image
TERKINI

Dewan Pers Siapkan Rapat Bersama Konstituen Bahas HPN 2027, AMSI Dukung Usulan SMSI di Jakarta

Pasar Baru Kranggot Bakal Digandengkan dengan Swasta, Pemkot Cilegon Kejar Penataan dan Pengelolaan Lebih Profesional

Fajar Hadi Prabowo: Atasi Kemiskinan Cilegon dengan Pemberdayaan, Bukan Sekadar Bantuan

Dilantik Jadi Sekda Cilegon, Ahmad Aziz Dorong ASN Kompak dan Satu Langkah

Dewan Pendidikan Cilegon Luncurkan Dompet Pendidikan, Syaiful: Jangan Ada Anak Putus Sekolah karena Biaya

- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
Berita Terkait
Kota Serang

Pemkab Serang Terapkan Manajemen Talenta ASN, Promosi Jabatan Kini Berbasis Kompetensi

Kota Serang

Diskominfo Kabupaten Serang Percepat Digitalisasi Desa, Pejaten Jadi Percontohan

Daerah Kota Serang

Komisi I DPRD Tangerang Studi Komparatif ke Diskominfo Serang, Dalami Strategi KIP dan Keamanan Informasi

Kota Serang

Bupati Ratu Zakiyah Optimistis Kabupaten Serang Raih Juara Umum MTQ Banten 2026

Daerah Kota Serang

KKM Uniba di Serang Tak Sekadar Pengabdian, Mahasiswa Ditantang Ciptakan Inovasi Pengelolaan Sampah

Harita.id
Harita.id menyajikan berita terpercaya, aktual, dan berimbang tentang berbagai peristiwa serta perkembangan yang penting bagi masyarakat.
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Disclaimer
  • Iklan

2016 © Harita.id. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com