HARITA.ID – Guna meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kota Cilegon, Tiga Belas Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) yang tersebar di Delapan Kecamatan.
Bahkan tak sampai disitu,Dindikbud Kota Cilegon juga meyakini mampu meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kota Baja yang tertuju pada indikator peningkatan rata – rata lama sekolah .
“Di Cilegon ada tiga belas PKBM, tentunya dengan peran PKBM, bisa meningkatkan rata – rata lama sekolah masyarakat Cilegon, dan hal tersebut berpotensi meningkatkan IPM di Cilegon,” kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Cilegon Heni Anita Susila, Jum’at 26 Mei 2023.
Dijelaskan Heni, PKBM adalah lembaga pendidikan Non Formal dari, oleh dan untuk masyarakat dan diharapkan mampu menumbuhkan masyarakat belajar.
“Pendidikan Non Formal dapat menampung masyarakat dari segala umur, dan bisa mengikuti ujian kesetaraan paket A, B dan C,” jelasnya.
Disampaikan kadindik bahwa Ujian Kesetaraan Paket A, B dan C mempunyai hak yang sama dan bisa melanjutkan ke perguruan tinggi dan melamar pekerjaan, seperti paket C setara dengan lulusan Sekolah Menangah Atas (SMA).
“lulusan dari PKBM ujian kesetaraan punya hak yang sama seperti pendidikan formal, seperti melanjutkan keperguruan tinggi, dan melamar pekerjaan,” ungkapnya.
Diterangkan Kepala Dindikbud bahwa tutor di setiap PKBM sudah dibekali berbagai pelatihan yang dilaksanakan di tingkat Nasional.
“Tutor yang berada di PKBM pun tidak sembarang tutor, salah satu persyaratannya sudah mengikuti pelatihan mengajar di tingfkat Nasional,” terangnya. (Zar/Red)










