HARITA.ID – Pemerintah Kelurahan Lebak Gede, Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon menggelar Lomba Rabeg dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-78, pada Sabtu 02 September 2023.
Hadir dalam kesempatan tersebut, Lurah Lebak Gede Fatoni menilai kegiatan tersebut merupakan langkah positif dalam rangka melestarikan kuliner khas kebanggaan masyarakat Kota Cilegon.
“Jadi kali ini, dalam rangka memeriahkan HUT RI yang Ke-78, di RW 02 mengadakan perlombaan memasak rabeg khas Cilegon. lomba ini tentu merupakan upaya lain dalam melestarikan kuliner yang sejak lama sudah menjadi kebanggaan masyarakat Kota Cilegon. Lomba ini juga diadaptasi dari lomba rabeg yang kita adakan di tingkat kelurahan kemarin,”ujarnya.
Rabeg merupakan makanan khas Kota Cilegon pada umumnya masyarakat Provinsi Banten yang berbahan dasar daging kambing segar dipadukan dengan beberapa rempah-rempah yang memiliki cita rasa khas.
Mulai dari rasa gurih, manis, pedas dan rasa lain yang dihasilkan oleh perpaduan rempah serta daging kambing yang mempunyai ciri khas bau yang sedap
“Lomba memasak rabeg ini diikuti oleh RT atau masyarakat yang ada di RW 02 Kelurahan Lebak Gede. Dan saya lihat tadi mereka sangat antusias dalam mengikuti perlombaan ini,” jelas Lurah Lebak Gede, Fatoni.
Dalam perlombaan tersebut juga terdapat dewan juri seperti halnya dalam perlombaan memasak seperti master chef dan lain sebagainya.
Dewan juri dikatakan oleh Fatoni, adalah masyarakat Kelurahan Lebak Gede yang memiliki hobi dan merupakan penggiat kuliner khususnya makanan khas Kota Cilegon, Rabeg.
“Yang menjadi Dewan Juri ini menilai dari segi rasa, keserasian perpaduan rempah-rempahnya dan dewan juri ini diambil dari mereka atau warga Kelurahan Lebak Gede yang ahli khusus kuliner rabeg, atau yang menguasai kuliner rabeg,” pungkasnya.
Selain melestarikan warisan budaya Kota Cilegon di bidang kuliner, kata Fatoni, kegiatan tersebut juga dimanfaatkan sebagai ajang silahturahmi antar warga.
“Antusias masyarakat baik laki maupun perempuan Alhamdulillah sangat luar biasa. Setelah rabeg matang, rabeg dinilai lalu dimakan bersama-sama oleh warga, kita bacakan, makan bersama-sama dengan masyarakat dan unsur pemerintah. Hikmahnya disini adalah untuk mempererat hubungan silaturahmi, mungkin selama ini masyarakat tidak ada waktu ketemu, dan akhirnya momen ini bisa dijadikan sebagai ajang mempererat tali silahturahmi,” tutur Fatoni. (Zar/Red)







