HARITA.ID – Paska insiden bau tak sedap dari PT. Chandra Asri Pacific (PT. CAP), Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Cikegon ungkapkan proses mengajar ke siswa siswi melalui darring atau kelas online.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadindikbud) Kota Cilegon, Heni Anita Susila menyebut sejumlah sekolah yang berada di area sekitar PT Chandra Asri Pacific (PT. CAP) sampai saat ini masih melakukan kegiatan belajar mengajar melalui daring.
Hal itu dilakukan, lantaran bau menyengat yang terjadi akibat kegagalan alat PT CAP pada Sabtu 20 Januari kemarin masih dirasakan warga sekitar pabrik.
“Iya tadi ada beberapa kepala sekolah yang ke kantor, menyampaikan bahwa anak-anaknya masih ada yang daring,” ujar Heni tak lama ini di Kota Cilegon (25/1/2024).
Dikatakan Heni, ada tiga Kecamatan di Kota Cilegon yang terdampak bau menyengat tersebut. Ketiga Kecamatan itu yakni, Kecamatan Ciwandan, Grogol dan Citangkil. Sehingga, pelajar yang berada di tiga Kecamatan itu sampai saat ini masih Daring.
“Kita memang belum tau sekolah mana saja, tapi ibu sudah mengimbau melalui grup WA (Whatsapp) kalau bau menyengat masih ada boleh belajar di rumah (daring),” ucap Heni.
Oleh karena itu, Heni mengimbau kepada seluruh kepala sekolah yang ada di tiga Kecamatan itu apabila menemukan adanya anak muridnya yang mengalami dampak bau menyengat itu agar segera dibawa ke Puskesmas terdekat rumah sakit. Hal itu dilakukan, guna mengantisipasi adanya korban jiwa akibat bau menyengat tersebut.
“Kalau kita (Dindikbud) tidak mendata kan per sekolah tapi per Kecamatan, ada tiga Kecamatan, Ciwandan, Grogol dan Citangkil. Kita imbau kalah masih ada merasakan dampak, kita himbau bila ada anak-anak yang masuk Puskesmas atau Rumah Sakit para kepala sekolah agar melaporkan ke kita,” katanya. (Zar/Red)










