PANDEGLANG, – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Pandeglang melalui Bidang Perkebunan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Pandeglang menggelar Sekolah Lapang (SL) Komoditas Kopi di Poktan Lawangtaji, Kelurahan Juhut, Kecamatan Karangtanjung, Kamis, 30 Mei 2024.
Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani kopi dalam hal teknik budidaya, pemilihan bibit unggul, perawatan tanaman, hingga proses pasca panen.
Dalam kegiatan tersebut, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Dr. Nasir, SP., MBA., MP., yang menyampaikan bahwa dengan kegiatan Sekolah Lapang Komoditas Kopi ini diharapkan dapat meningkatkan keterampilan para petani kopi di Kabupaten Pandeglang terutama dalam hal teknik budidaya, pemilihan bibit unggul, perawatan, hingga proses pasca panen.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan kesejahteraan petani melalui peningkatan produktivitas dan kualitas hasil pertanian,” tuturnya.

Dr. Nasir mengatakan, bahwa Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan berkomitmen akan terus mendampingi para petani melalui berbagai program pelatihan dan penyuluhan.
Para petani juga diberikan pengetahuan bagaimana cara pengolahan lahan yang baik, kemudian diberi pengetahuan soal proses jemur, sortasi, dan sebagainya untuk meningkatkan daya jual.
“Salah satunya memberikan pengetahuan dan edukasi kepada petani, bagaimana cara berbudidaya kopi yang bagus, memanen kopi yang baik sesuai dengan pedoman teknis, serta menghasilkan kopi olahan yang bagus, terbaik, yang akan meningkatkan harga, otomatis meningkatkan pendapatan bagi para petani,” pungkasnya.
Petani kopi di Lawang Taji Gunung Karang, Kang Maman mengungkapkan, kegiatan ini adalah salah satu bantuan dari DPKP Kabupaten Pandeglang dengan tujuan meningkatkan kualitas dari komoditas kopi yang ada di Kabupaten Pandeglang.
“Saya berharap kedepannya menjadi salah satu khas atau unggulan daripada kopi di Pandeglang, dengan adanya kegiatan seperti ini, akan membawa ephoria masyarakat ini untuk ikut serta di dalam proses pembuatan komoditas kopi unggulan tadi,” ujarnya..
Kegiatan ini ditutup dengan sesi tanya jawab, di mana para petani dapat menyampaikan permasalahan yang dihadapi dan mendapatkan solusi langsung dari para ahli. ***








