Harita.id
Jumat, 2 Oktober 2026
  • Home
  • News
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Sosial
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Tokoh
  • Opini
  • Kesehatan
  • Lingkungan
  • Budaya & Religi
  • Advertorial
  • berita gosip artis terbaru
  • Info terkini
  • berita artis terbaru
  • tips kesehatan
  • Berita terbaru
  • berita artis terkkini
  • tips&trik
  • nunung srimulat
Harita.idHarita.id
Pengubah Ukuran FontAa
  • Home
  • News
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Sosial
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Tokoh
  • Opini
  • Kesehatan
  • Lingkungan
  • Budaya & Religi
  • Advertorial
Search
  • Home
  • Kanal
    • News
    • Daerah
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum
    • Ekonomi
    • Sosial
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Gaya Hidup
    • Tokoh
    • Opini
    • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Budaya & Religi
    • Advertorial
Sudah memiliki akun? Masuk
Ikuti KAMI
© 2026 darkslategrey-mongoose-970280.hostingersite.com. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com
Beranda » Pandji Kecil, Sempat Jualan Lemper dan Gemblong
Wawancara

Pandji Kecil, Sempat Jualan Lemper dan Gemblong

admin
Diterbitkan: 26 Agustus 2020
Bagikan
2 Menit Baca
- Advertisement -
Ad image

SERANG, – Siapa sangka, Pandji Tirtayasa yang saat ini menjadi wakil bupati Serang, pernah menjalani masa kecil yang belum berkecukupan. Bahkan, Pandji pernah berjualan lemper dan gemblong untuk membantu ekonomi keluarganya.

Pandji bercerita, saat itu ayahnya bekerja sebagai tentara rakyat dan memiliki dua bintang setelah berhasil ikut perang kemerdekaan tahun 1945 dan perebutan Irian Jaya. “Dua bintang ini hanya didapatkan oleh pejuang yang ikut perang, makanya keluarga di rumah suka ditinggal jauh sama ayah untuk tugas. Termasuk pernah ke Irian Barat, ditugaskan berperang mempertahankan kedaulatan Republik Indonesia,” ujar Pandji saat bersilaturahmi dengan wartawan, Selasa (7/7/2020).

Selama ayahnya bertugas berperang memperebutkan dan mempertahankan kemerdekaan, maka secara finansial, kondisi ekonomi keluarganya berkurang. Apalagi, akses pengiriman uang pada zaman tersebut belum tersedia seperti sekarang.

“Jadi selama ayah tugas berperang, Ibu juga jualan kayu bakar dan saya jualan lemper dan gemblong untuk menambah penghasilan di rumah,” kata pria kelahiran Waringinkurung, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang ini.

Berdasarkan pengalaman yang sering ditinggalkan kepala keluarga, Pandji pun mendapat pesan dari ayahnya. Yakni harus memiliki pekerjaan yang memiliki waktu luang lebih banyak untuk keluarga. “Kami diminta agar fokus mengajari anak mengaji dan ibadah secara fokus agar menjadi orangtua secara utuh,” tuturnya.

Baca Juga

Tata Kelola Pemdes di Kabupaten Serang Diganjar Penghargaan APDESI
AWAS KUHP DAN KUHAP BARU MULAI BERLAKU HARI INI
Gubernur Banten Dorong Perluasan Kemitraan SMK dan Industri
Proyek Jembatan Jati Pulo Mangkrak, Anggota DPRD Banten Minta Pelaksana di Blacklist

Ia mengaku, mulai tahun 1965 baru bisa hidup secara normal seperti keluarga lainnya dengan ekonomi dan kebutuhan mulai tercukupi. Saat itu, ayahnya sudah kembali dari medan perang. “Saat itu, ayah sudah mulai tidak tugas bolak-balik ke berperang sehingga kebutuhan bisa terpenuhi,” ujar ayah dari empat anak dan satu istri ini.

Pandji menjelaskan, ayahnya meninggal karena insiden tabrak lari, saat akan salat magrib berjamaah ke masjid. “Alhamdulillah sebelum meninggal ayah tidak memiliki riwayat penyakit yang berat, jadi keluarga sudah ikhlas saat ayah meninggal pada usia 86 tahun,” ucapnya.

Sekadar diketahui, Pandji Tirtayasa lahir pada tanggal 12 Januari 1954 di Kecamatan Waringinkurung, Kabupaten Serang. Ia merupakan putra asli Kabupaten Serang dari pasangan Ma’mun dan Siti Atikah. Kini ia menjabat sebagai wakil bupati Serang mendampingi Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah. (DM/red)

Baca Juga

Wakil Ketua Komisi V DPRD Banten Fitron Nur Ikhsan Nilai RSUD Labuan dan RSUD Cilograng Perlu Manajemen Secepatnya
Temui Bupati Irna, Kepala Kanwil DJP Banten Bahas Potensi Pajak di Pandeglang
Bangun Kebersamaan, DPRD Banten Bakal Gelar Pesta Makan Durian Gratis
Terima Kunjungan Kabinda Banten, Ketua DPRD Banten Harapkan Sinergitas
- Advertisement -
Ad image
Bagikan Artikel Ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Salin Tautan
Artikel Sebelumnya Sosialisasikan Wajib Masker di KTN, Wagub: Ini Bukan untuk Menghukum
Artikel Berikutnya DPRD Banten Tunggu Evaluasi APBD-P Dari Kemendagri
- Advertisement -
Ad imageAd image
TERKINI

Algo Sapiens: Ketika Manusia Mulai Dikendalikan Mesin

Ratu Zakiyah Minta Sekolah Jadi Ruang Aman bagi Anak, Orang Tua Diminta Ikut Mengawasi

Gubernur Banten Andra Soni Dengar Curhat Nelayan Sidamukti: Dermaga Rusak hingga Muara Dangkal

Pemkot Cilegon Genjot PAD, Lahan Sawah 20 Hektare Jadi Sumber Cuan Daerah

Pedagang Pasar Kranggot Dukung Penataan Parkir, Ada Satu Syarat

- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
Berita Terkait
Kota Cilegon Wawancara

Lurah Ciwedus Terbitkan SK Pengurus RW, Arwani Marchawi: Cacat Hukum dan Langgar Aturan

Wawancara

Dewan Minta Pemprov dan BUMD Berikan Kemudahan Permodalan Untuk Masyarakat Banten

Wawancara

Wakil Ketua DPRD Banten Minta Pemprov Banten Siaga Bencana dan Masyarakat Diimbau Selalu Waspada

Wawancara

Diskusi Dengan Jurnalis Tangerang, Anggota DPRD Banten Martua Nainggolan Sebut Media Partner Kerja Anggota Legislator

Wawancara

DPRD Banten Minta Pemprov Lakukan Audit Kelayakan Gedung

Harita.id
Harita.id menyajikan berita terpercaya, aktual, dan berimbang tentang berbagai peristiwa serta perkembangan yang penting bagi masyarakat.
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Disclaimer
  • Iklan

2016 © Harita.id. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com