HARITA.ID- Pemerintah Kelurahan Ciwaduk Kecamatan Cilegon menyelenggarakan acara peluncuran dua program inovatif yaitu GEMAS (Gerakan Menurunkan Angka Stunting) dan Posko SAHRUKAN (Sahabat dan Ruang Cerita untuk Tindakan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak) di Kantor Kelurahan Ciwaduk, Selasa 23 Juli 2024. Acara ini bertepatan dengan peringatan Hari Anak Nasional.
Lurah Ciwaduk Nurul Hadiyati mengatakan, GEMAS ini bertujuan untuk menurunkan angka stunting di kelurahan dengan melibatkan berbagai pihak dan masyarakat dalam upaya literasi dan intervensi gizi.
“Penurunan angka stunting di Kelurahan Ciwaduk terus menunjukkan tren positif. Namun, untuk mencapai hasil yang optimal, diperlukan intervensi dari berbagai pemangku kepentingan dan dukungan penuh dari masyarakat,” kata Nurul.
Nurul menjelaskan, program GEMAS dan Posko SAHRUKAN sebagai bagian dari upaya untuk mengatasi stunting dan kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kelurahan Ciwaduk.
“Ini adalah langkah lanjutan dari program-program inovatif sebelumnya seperti Kopi Darat, Bank Sampah, dan Kebun KWT di tiap RW. Harapan kami adalah Kelurahan Ciwaduk bisa mencapai zero stunting dan zero kasus kekerasan,” terangnya.
Lurah Nurul juga memperkenalkan Posko SAHRUKAN yang bertujuan untuk memberikan ruang aman bagi warga yang mengalami atau menyaksikan tindakan kekerasan.
“Masyarakat dapat melaporkan kejadian melalui formulir online di bit.ly/ceritayu atau langsung ke posko di kantor kelurahan. Dengan diluncurkannya program GEMAS dan Posko SAHRUKAN ini diharapkan di Kelurahan Ciwaduk dapat memberikan lingkungan yang lebih sehat dan aman bagi warga,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Cilegon, Lia Nurlia Mahatma, memberikan apresiasi tinggi terhadap upaya literasi stunting dan program preventif lainnya.
“Saya sangat mengapresiasi inisiatif literasi ini. Ini bisa menjadi contoh bagi kelurahan lain, terutama dalam pengembangan pojok literasi. Namun, perlu diakui bahwa pemahaman orang tua tentang pemberian pola gizi yang tepat masih menjadi tantangan utama,” tuturnya.
Lia juga menyebutkan bahwa audit stunting yang dilakukan menunjukkan perlunya peningkatan pemahaman dan edukasi gizi bagi para orang tua.
“Kami akan terus mendukung kader pendamping keluarga untuk memberikan edukasi yang optimal kepada para orang tua, terutama yang anak-anaknya mengalami stunting,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua TP PKK Kota Cilegon Hany Seviatry Helldy menyampaikan dukungannya terhadap program GEMAS dan Posko SAHRUKAN. Menurutnya, ini merupakan langkah penting dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan aman bagi anak-anak dan perempuan di Ciwaduk.
“Kami di TP PKK Kota Cilegon akan terus mendukung dan berkolaborasi dalam berbagai kegiatan yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terlebih berkaitan dengan upaya pencegahan stunting,” ucap Hany. (Zhar/Red).








