HARITA.ID — Di tengah penghasilan yang hanya cukup untuk makan sehari-hari, Muhajir, seorang tukang parkir di Kota Cilegon, akhirnya bisa bernapas lega. Rumah reyot yang selama ini ditempatinya bersama istri dan delapan anak kini direnovasi melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 Kodim 0623/Cilegon.
Muhajir yang tinggal di Lingkungan Kolelet, Kelurahan Warnasari, Kecamatan Citangkil, mengaku tak pernah membayangkan rumahnya bakal diperbaiki. Dengan penghasilan sekitar Rp20 ribu per hari sebagai tukang parkir, ia mengaku jangankan untuk renovasi rumah, memenuhi kebutuhan keluarga saja sudah sangat berat.
“Kalau melihat pendapatan jadi tukang parkir cuma Rp20 ribu sehari, nggak sanggup renovasi rumah pak. Buat makan sehari-hari saja susah,” kata Muhajir, Senin 11 Mei 2026.
Rumah berukuran 6×6 meter yang ditempatinya selama ini memang jauh dari kata layak. Tembok rumah dipenuhi jamur, pintu dan jendela dari triplek sudah lapuk, sementara bagian dapur nyaris roboh diterjang hujan.
Tak hanya itu, rumah tersebut juga minim ventilasi udara, atapnya bocor di berbagai titik, serta fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) terlihat kumuh dan memprihatinkan.
Kondisi itu membuat Muhajir dan keluarganya bertahun-tahun hidup dalam keterbatasan. Namun ia memilih pasrah karena merasa tidak punya kemampuan ekonomi untuk memperbaiki rumahnya sendiri.
“Tapi alhamdulillah, saya seperti dapat rezeki dari Allah SWT. Ada bantuan dari Kodim 0623/Cilegon sama Pak Lurah Warnasari yang mau merehab rumah saya. Saya sangat bersyukur,” ujarnya haru.
Program renovasi rumah tidak layak huni (Rutilahu) tersebut menjadi salah satu sasaran fisik TMMD ke-128 Kodim 0623/Cilegon Tahun Anggaran 2026. Total ada 10 rumah warga yang direnovasi di sejumlah wilayah.
Danramil 2307/Ciwandan Mayor Inf Indra Gunawan mengatakan, proses renovasi rumah Muhajir dilakukan melalui kolaborasi antara Kodim 0623/Cilegon, Pemkot Cilegon dan pihak industri, yakni PT Cabot.
“Harapannya keluarga Pak Muhajir bisa tinggal di rumah yang lebih layak, aman dan nyaman,” katanya.
Ia menjelaskan, kondisi rumah Muhajir memang mengalami kerusakan cukup parah sehingga perlu perbaikan menyeluruh. Renovasi ditargetkan rampung dalam waktu dua pekan.
“Pengerjaan dilakukan secara gotong royong bersama warga sekitar agar prosesnya lebih cepat selesai,” tuturnya.
(Adv*)







