CILEGON – Dua orang mahasiswa dari Ikatan Mahasiswa Cilegon (IMC) mendatangi acara pelepasan Walikota dan Wakil Walikota Cilegon Edi Ariadi-Ratu Ati Marliati Periode 2016-2021 yang berlangsung di aula Setda III Pemkot Cilegon sambil membawa 4 ekot itik (anak ayam), Rabu (17/02/2021).
Namun saat hendak masuk kedalam acara pelepasan Walikota dan Wakil Walikota Cilegon, dua orang dari Ikatan Mahasiswa Cilegon ini dihalau dan dilarang masuk oleh petugas dari Satuan Gugus Tugas Covid-19 yang sudah menunggu diluar hingga terjadi adu mulut antara mahasiswa dengan petugas.
Ketua Ikatan Mahasiswa Cilegon Harianto mengatakan, kedatangannya ini untuk memberikan hadiah kepada Walikota dan Wakil Walikota Cilegon, Edi Ariadi-Ratu Ati Marliati yang kepemimpinannya dianggap gagal saat mengurus Kota Cilegon selama menjabat sebagai Walikota dan Wakil Walikota Cilegon.
“Kami menilai kepemimpinan beliau (Edi-Ati) sebagai Walikota dan Wakil Walikota Cilegon justru gagal dalam memimpin. Program prioritas RPJMD (Rencana Program Jangka Menengah Daerah) gagal terealisasi yang diantaranya penanganan banjir yang terus menerus terjadi, penekanan angka pengangguran. Padahal Kota Cilegon merupakan Kota yang dikelilingi industri, masalah angka kemiskinan hingga susahnya beraudiensi dengan Walikota maupun Wakil Walikota,” katanya.
Harianto juga menilai, selama menjabat Walikota dan Wakil Walikota Cilegon, Edi Ariadi-Ratu Ati Marliati sangat anti kritik oleh masyarakat.
“Sudah anti kritik dari masyarakat saat menjabat, gagal pula dalam mengurus Kota Cilegon. Maka dari itu karena gagal ngurus Kota Cilegon, ngurus anak ayam aja,” tukasnya.
Sementara itu, dalam pantauan di lapangan dua orang mahasiswa masih tetap menunggu Edi Ariadi-Ratu Ati Marliati hingga selesai acara pelepasan Walikota dan Wakil Walikota Cilegon. (Dm)










