Harita.id
Jumat, 16 Oktober 2026
  • Home
  • News
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Sosial
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Tokoh
  • Opini
  • Kesehatan
  • Lingkungan
  • Budaya & Religi
  • Advertorial
  • berita gosip artis terbaru
  • Info terkini
  • berita artis terbaru
  • tips kesehatan
  • Berita terbaru
  • berita artis terkkini
  • tips&trik
  • nunung srimulat
Harita.idHarita.id
Pengubah Ukuran FontAa
  • Home
  • News
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Sosial
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Tokoh
  • Opini
  • Kesehatan
  • Lingkungan
  • Budaya & Religi
  • Advertorial
Search
  • Home
  • Kanal
    • News
    • Daerah
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum
    • Ekonomi
    • Sosial
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Gaya Hidup
    • Tokoh
    • Opini
    • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Budaya & Religi
    • Advertorial
Sudah memiliki akun? Masuk
Ikuti KAMI
© 2026 darkslategrey-mongoose-970280.hostingersite.com. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com
Beranda » Dilantik Jadi Sekda Cilegon, Ahmad Aziz Dorong ASN Kompak dan Satu Langkah
Kota Cilegon

Dilantik Jadi Sekda Cilegon, Ahmad Aziz Dorong ASN Kompak dan Satu Langkah

admin
Diterbitkan: 31 Agustus 2026
Bagikan
7 Menit Baca
- Advertisement -
Ad image

HARITA.ID – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cilegon Ahmad Aziz Setia Ade Putra menegaskan komitmennya untuk memperkuat kekompakan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Cilegon. Ia ingin seluruh jajaran birokrasi bekerja bersama tanpa sekat, sehingga program pemerintah dapat berjalan lebih efektif dan pelayanan kepada masyarakat semakin optimal.

Aziz resmi dilantik sebagai Sekda Kota Cilegon oleh Wali Kota Cilegon Robinsar di Rumah Dinas Wali Kota Cilegon, Senin (31/8/2026).

Usai pelantikan, Aziz menyampaikan pesan yang diberikan Robinsar dalam amanatnya. Ia diminta menjadi Sekda untuk seluruh ASN dan mampu menjaga kebersamaan di lingkungan birokrasi.

“Pesan beliau pada saat memberikan amanat agar Sekda bisa menjadi komando di seluruh pegawai ASN di Kota Cilegon agar kompak, tidak mengkotak-kotakkan, tidak memilih-milih. Seluruhnya harus satu suara, satu bahasa, satu langkah untuk bisa mewujudkan semua program-program prioritas yang sudah direncanakan oleh Pak Wali dan Pak Wakil Wali Kota,” kata Aziz.

Menurut Aziz, kekompakan menjadi salah satu modal penting dalam menjalankan roda pemerintahan. Ia ingin membangun suasana kerja yang guyub dan solid agar setiap perangkat daerah dapat bergerak dalam arah yang sama.

Baca Juga

Pemkot Cilegon Siapkan Lahan 2.000 Meter Persegi untuk 53 PKL Bonakarta
Cegah Dampak Bencana Industri, DLH Cilegon Tekankan Pentingnya Mitigasi
BAZNAS Cilegon Buka Seleksi Pimpinan Periode 2026-2031, Ini Syaratnya
76,69 Hektare Permukiman Kumuh Masih Tersisa di Cilegon, Akses Damkar Jadi Kendala

“Komitmen saya adalah pertama kita harus menjaga kekompakan, keguyuban di antara seluruh pegawai di lingkungan Pemerintah Kota Cilegon. Semuanya harus bisa mendukung apa yang menjadi program-program prioritas Pak Wali Kota,” ujarnya.

Ia berharap tidak ada pengelompokan yang dapat mengganggu soliditas birokrasi.

“Intinya kita harus kompak. Jangan sampai nanti ada kelompok-kelompok. Saya harus bisa menyatukan seluruh PNS atau ASN yang ada di Kota Cilegon,” tegasnya.

Baca Juga

Tak Ingin Ada Lagi Krisis Air, Pemkot Cilegon Kejar Tuntas Jaringan Pipa Merak
Pemkot Cilegon Mulai Tindak Parkir Liar, PKL hingga Balap Liar Pekan Depan
Disdukcapil Cilegon Jemput Bola, 141 Personel Polres Aktifkan IKD
Cilegon Dapat 91 Armada Sampah, LPS Sapu Bersih Dibentuk di 2 Kecamatan

Bagi Aziz, konsolidasi birokrasi bukan sekadar persoalan internal pemerintahan. Kekompakan ASN harus memberikan dampak terhadap pelaksanaan program dan kualitas pelayanan publik.

Aziz mengatakan seluruh jajaran pemerintah daerah harus memberikan pelayanan secara maksimal. Kebutuhan masyarakat, menurutnya, harus menjadi perhatian dalam menjalankan tugas pemerintahan.

- Advertisement -
Ad imageAd image

“Termasuk juga kita harus total melakukan pelayanan kepada masyarakat. Apa yang menjadi kebutuhan masyarakat, kita harus layani, kita harus penuhi,” katanya.

Ia menilai pemerintah juga perlu memiliki kepekaan terhadap kebutuhan masyarakat yang berkembang di lapangan. Menurut Aziz, tidak semua persoalan masyarakat selalu tercantum secara rinci dalam program prioritas maupun dokumen perencanaan daerah.

“Apabila ada yang tidak tercantum dalam janji-janji prioritas dan kemudian RPJMD, kalau memang itu kebutuhan masyarakat, tentu kita harus layani juga,” ujarnya.

Dalam menjalankan tugas sebagai Sekda, Aziz menyebut sejumlah persoalan yang menjadi perhatian Pemerintah Kota Cilegon. Di antaranya pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, pengangguran, dan kemiskinan.

Baca Juga

Bukan Cuma Warga Ciwandan, Pasien dari Anyer-Mancak Ikut Berobat ke Sini
Cegah Kekerasan, PATBM Jadi Ujung Tombak Perlindungan Perempuan dan Anak di Cilegon
Banyak Kecelakaan, Dishub Cilegon Siapkan Garis Kejut di 5 Titik JLS
Waspada! Puskesmas Ciwandan Ungkap 10 Penyakit yang Banyak Menyerang Warga

“Mulai dari infrastruktur, kemudian dari sisi bidang pendidikan, kesehatan, pengangguran, angka kemiskinan. Itulah beberapa hal yang menjadi PR Pemerintah Kota Cilegon,” ungkapnya.

Aziz mengatakan program yang telah disusun dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) akan dikawal agar dapat direalisasikan sesuai dengan kemampuan pemerintah daerah.

“Ke depan mudah-mudahan dari yang sudah direncanakan di dalam RPJMD, semua program-programnya kita bisa tuntaskan, selesaikan,” katanya.

Namun, ia menyadari pelaksanaan pembangunan harus disesuaikan dengan kemampuan fiskal daerah. Kondisi tersebut membuat pemerintah perlu menentukan skala prioritas dalam menjalankan berbagai program.

“Kita dengan keterbatasan harus bisa memilah-milah, menentukan skala prioritas. Prioritasnya adalah sesuai dengan apa yang sudah tertuang dalam program-program prioritas, janji-janji politik, termasuk kebutuhan masyarakat yang harus kita kedepankan,” jelasnya.

Terkait kemampuan fiskal daerah, Aziz mengatakan salah satu tantangan yang dihadapi pemerintah daerah berkaitan dengan transfer dari pemerintah pusat. Karena itu, Pemerintah Kota Cilegon juga akan berupaya menjaga dan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Yang lemah mungkin karena fiskalnya terkait dengan transfer dari pusat. Tapi kalau untuk daerah sendiri terkait dengan PAD, kita upayakan supaya tetap dijaga, sebisa mungkin kita tingkatkan,” ujarnya.

Ia menyebut Badan Pengelolaan Keuangan, Pendapatan dan Aset Daerah (BPKPAD) Kota Cilegon telah melakukan sejumlah upaya, termasuk pendataan terhadap wajib pajak.

“Dari teman-teman BPKPAD sudah melakukan pendataan terhadap wajib-wajib pajak dan sebagainya. Mudah-mudahan di 2026, di perubahan ini sudah mulai ada pergerakan kenaikan khususnya di fiskal yang bersumber dari Pendapatan Asli Daerah, termasuk untuk tahun 2027,” tuturnya.

Menurut Aziz, penguatan PAD menjadi bagian penting agar pemerintah memiliki ruang fiskal yang lebih baik dalam menjalankan program pembangunan dan pelayanan masyarakat.

Aziz juga menanggapi adanya pandangan mengenai pembangunan fisik di Kota Cilegon dalam dua tahun terakhir. Ia mengatakan penilaian terhadap pembangunan sebaiknya melihat keseluruhan program yang telah disusun pemerintah, termasuk yang tercantum dalam dokumen perencanaan daerah.

“Kalau pembangunan kan menyesuaikan dengan program prioritas dan apa yang tertuang dalam RPJMD. Kita kawal itu saja. Apakah itu dinilai krisis atau tidak, kita lihat di dokumen perencanaan kita,” jelasnya.

Menurut dia, pembangunan tidak hanya dapat dilihat dari proyek fisik. Pembangunan nonfisik juga menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat.

Meski demikian, ia menyebut sejumlah pembangunan fisik tetap berjalan. Di antaranya penataan taman, perbaikan trotoar, penataan lingkungan, perbaikan sekolah, hingga pembangunan infrastruktur yang menjadi kewenangan Dinas PUPR.

“Pembangunan bukan hanya fisik, tapi juga nonfisik. Kalau fisiknya kita sudah bisa lihat, misalnya pembangunan taman, kemudian perbaikan trotoar, penataan lingkungan, sekolah-sekolah, perbaikan dan sebagainya,” ujarnya.

“Termasuk infrastruktur di Dinas PUPR, ada jalan, pengairan, drainase dan sebagainya,” sambungnya.

Dengan dilantiknya Ahmad Aziz sebagai Sekda, konsolidasi birokrasi menjadi salah satu agenda penting yang akan dihadapi. Di saat bersamaan, pemerintah juga harus mengawal program RPJMD, menjaga kemampuan fiskal, meningkatkan PAD, serta menjawab berbagai kebutuhan masyarakat.

Pesan untuk bekerja kompak kini menjadi salah satu fondasi yang ingin dibangun Aziz bersama jajaran ASN Pemkot Cilegon.

“Satu suara, satu bahasa, satu langkah,” menjadi semangat yang ia bawa untuk mengawal program pemerintah daerah.

Ujian berikutnya tentu bukan lagi pada bagaimana pesan itu disampaikan, melainkan bagaimana semangat kebersamaan tersebut diterjemahkan menjadi kerja birokrasi yang efektif dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Cilegon.

(Red*)

- Advertisement -
Ad image
Bagikan Artikel Ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Salin Tautan
Artikel Sebelumnya Dewan Pendidikan Cilegon Luncurkan Dompet Pendidikan, Syaiful: Jangan Ada Anak Putus Sekolah karena Biaya
Artikel Berikutnya Fajar Hadi Prabowo: Atasi Kemiskinan Cilegon dengan Pemberdayaan, Bukan Sekadar Bantuan
- Advertisement -
Ad imageAd image
TERKINI

SMSI Siap Kawal Pembangunan Berdampak Bagi Masyarakat Banten

26 Tahun Provinsi Banten, Banten Bergerak, Maju Berdampak

Dari Konsolidasi ke Kolaborasi, HIPKA Banten Dorong Pengusaha Berdaya Saing

PB Mathla’ul Anwar Gandeng Kemnaker Perluas Akses Kerja dan Wirausaha

Pemprov Banten Pastikan APBD 2027 Fokus pada Kesejahteraan Warga

- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
Berita Terkait
Kota Cilegon

Citangkil Cilegon Masuk Zona Merah Narkoba, 88 ASN Jalani Tes Urine

Kota Cilegon

Cilegon Temukan Potensi Transaksi Restoran Tak Terlapor, Sistem Real-Time Dipasang

Kota Cilegon

Citangkil Zona Merah Narkoba, 240 Pegawai Wajib Tes Urine

Kota Cilegon

Rp10 Miliar Digelontorkan untuk Infrastruktur Cilegon, Jalan hingga Trotoar Dibenahi

Kota Cilegon

Cilegon Dapat 91 Sarana Pengangkut Sampah, Ada 59 Cator hingga Compactor

Harita.id
Harita.id menyajikan berita terpercaya, aktual, dan berimbang tentang berbagai peristiwa serta perkembangan yang penting bagi masyarakat.
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Disclaimer
  • Iklan

2016 © Harita.id. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com