SERANG – Wakil Ketua DPRD Banten, Barhum MS meminta kepada kepada jajaran dan direksi untuk lebih kreatif lagi dalam meluncurkan program-programnya yang dapat menggaet kepercayaan publik sekaligus mendongkrak bisnis perusahaan.
Tidak banyak dari kalangan menengah dan kalangan atas, Barhum melanjutkan, Bank Banten juga harus bisa meyakinkan masyarakat kecil lainnya, mulai dari para petani dan UMKM lainnya agar mau menyimpan uangnya di Bank Banten.
Termasuk melalui upaya dengan mendekatkan diri kepada masyarakat dengan hadirnya Anjungan Tunai Mandiri (ATM) yang tersedar agar semakin mudah untuk dijangkau masyarakat.
Terlebih saat ini, Bank Banten diyakini dari sisi penganggaran telah lebih cair, pasca digelontorkannya penyertaan modal dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten kepada Bank Banten, tahun 2020 kemarin sebesar Rp 1,5 triliun lebih agar Bank Banten dinyatakan sehat oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
“Harus bisa menarik para pengusaha besar diwilayah Jabodetabek. Oleh karena itu, seluruh direksi membuat pogram agar mereka mau menanamkan saham. Selain itu, saat ini kondisinya sangat kompetitif, mulai dari pertanian, jasa, perikanan, apa saja. Ini perlu semacam program agar Bank Banten bisa menarik perhatian,” kata Barhum, saat menggelar acara pojok aspirasi bersama kelompok kerja (Pokja) wartawan harian dan elekttonik Provinsi Banten di KP3B, Kota Serang, Rabu (16/06/2021).
Barhum mengungkapkan, Bank Banten bisa meyakinkan kepada delapan Kabupaten dan Kota se-Provinsi Banten agar mau menanamkan sahamnya, sebagai bentuk upaya dan peran bersama.dalam memajukan perusahaan milik Provinsi Banten tersebut.
“Melalui gerakan bersama untuk menabungkan uangnya di Bank Banten. “Kalau bukan kita siapa lagi”. Ayo kita semuanya bangun perusahaan yang menjadi kebanggaan kita ini,” ujarnya.
Disisi lain, sambung Barhum, pihaknya berharap ada sebuah gerakan bersama yang dilakukan Pemerintah Daerah dalam mendongkrak percepatan pengembangan Bank Banten agar kedepan nantinya Bank Banten bisa lebih baik lagi sekaligus mendongkrak pendapan asli daerah (PAD).
“Harus ada gerakan bersama agar bisa mendongkrak Pendapatan Asli Daerah,” pungkasnya. (Dm)







