HARITA.ID – Sebanyak 10 Persen warga Kota Cilegon terjaring pada pekerja seks komersial (PSK) di sebabkan faktor ekonomi.
Hal itu dibenarkan oleh Kasi Penyuluhan dan Penanganan Pelanggaran Peraturan Perundang-undangan Dinas Satpol PP Kota Cilegon, Anry Setiawan bahwa pada profesi PSK sendiri untuk warga Kota Cilegon itu kisaran 10 persen.
“Kalau untuk PSK di Kota Cilegon atau PSK yang orang Cilegon di Kota Cilegon hanya 10 persen,” ungkapnya, Senin 16 Januari 2023.
Dijelaskan Anry dari 10 persen profesi PSK bagi warga Kota Cilegon kebanyakanya beralasan karena faktor ekonomi. Sehingga para PSK tersebut dengan terpaksa menjualkan dirinya pribadi kepada lelaki si hidung belang.
“Ekonomi paling besar ekonomi. Kalau yang selama ini kita tangkap atau jaring ini kita rata-rata tidak punya suami. Bahkan, pengakuan dari PSK sendiri itu karena gak punya suami dan sebatang kara lah atau ekonomilah ngakunya,” pungkasnya. (Zar/Red)










