HARITA.ID – Harga jual beras di sejumlah pasar tradisional Kota Cilegon mengalami kenaikan yang signifikan yang terjadi sejak November 2022 lalu. Harga beras premium yang biasa dijual dari 12 ribu rupiah naik mencapai 17 ribu rupiah perkilogramnya.
Hal itu terlihat di sejumlah toko yang menjual beras di Pasar Tradisional Kranggot Kota Cilegon, seperti beras premium dan beras lokal yang biasa dijual sepuluh hingga sebelas ribu rupiah perkilogramnya, kini naik menjadi dua belas hingga empat belas ribu rupiah perkilogramnya.
“Sejak dari bulan November lalu sudah mengalami kenaikan, dan kenaikannya mulai terasa kang, karena saya biasa membeli setiap harinya untuk membuat nasi goreng,” kata Uun saat ditemui di toko beras, Rabu 01 Februari 2023.
Uun yang juga penjual nasi goreng ini mengaku, setiap hari dirinya harus membeli beras tujuh sampai sepuluh kilogram beras untuk kebutuhan dagangannya.
“Ya mau gimana lagi, dibilang berat ya berat harganya selalu naik,” ucapnya.
Ati salah seorang pedagang mengaku, selain beras premium beras jenis IR yang biasa dijual tiga belas ribu rupiah perkilogramnya kini naik menjadi tujuh belas ribu rupiah perkilogramnya. Sementara beras bolog jenis premium biasa dijual sembilan ribu empat ratus rupiah perkilogramnya.
“Semua jenis beras naik Pak,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala UPTD Pasar Kranggot Kota Cilegon Dani Rahmat mengatakan kenaikan harga beras terjadi pada November lalu menjelang perayaan hari besar keagamaan seperti Natal dan Tahun Baru dan juga Imlek serta tingginya permintaan beras dan juga terjadinya faktor cuaca yang saat ini masuk musim penghujan.
“Beras naik, tapi pasokan beras dijamin aman apa lagi akan mendekatinya bulan suci ramadan karena beras-beras yang dipasok di Kota Cilegon didatangkan dari sejumlah daerah seperti Lampung, Cianjur, Karawang, dan Jawa Tengah. Saya pastikan pasokan beras aman,” pungkasnya. (Red)










