Harita.id
Jumat, 2 Oktober 2026
  • Home
  • News
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Sosial
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Tokoh
  • Opini
  • Kesehatan
  • Lingkungan
  • Budaya & Religi
  • Advertorial
  • berita gosip artis terbaru
  • Info terkini
  • berita artis terbaru
  • tips kesehatan
  • Berita terbaru
  • berita artis terkkini
  • tips&trik
  • nunung srimulat
Harita.idHarita.id
Pengubah Ukuran FontAa
  • Home
  • News
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Sosial
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Tokoh
  • Opini
  • Kesehatan
  • Lingkungan
  • Budaya & Religi
  • Advertorial
Search
  • Home
  • Kanal
    • News
    • Daerah
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum
    • Ekonomi
    • Sosial
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Gaya Hidup
    • Tokoh
    • Opini
    • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Budaya & Religi
    • Advertorial
Sudah memiliki akun? Masuk
Ikuti KAMI
© 2026 darkslategrey-mongoose-970280.hostingersite.com. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com
Beranda » Nelayan Padang Pariaman Terjepit Persoalan BBM dan Alat Tangkap, Menanti Keberpihakan Pemerintah
Bisnis

Nelayan Padang Pariaman Terjepit Persoalan BBM dan Alat Tangkap, Menanti Keberpihakan Pemerintah

admin
Diterbitkan: 30 Juni 2026
Bagikan
4 Menit Baca
- Advertisement -
Ad image

HARITA.ID — Laut yang selama ini menjadi tumpuan hidup ribuan nelayan di Kabupaten Padang Pariaman masih menyimpan berbagai persoalan mendasar. Di tengah harapan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir, nelayan justru dihadapkan pada keterbatasan pasokan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi hingga persoalan penggunaan alat tangkap yang diduga melanggar ketentuan.

Dua persoalan tersebut dinilai menjadi hambatan utama bagi keberlangsungan usaha perikanan tangkap. Ketika cuaca mendukung untuk melaut, nelayan justru kerap terkendala memperoleh BBM. Sementara di laut, ruang tangkap mereka semakin terdesak oleh aktivitas penangkapan ikan yang dinilai tidak sesuai aturan.

Pelaksana Tugas UPTD Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Perikanan Kabupaten Padang Pariaman, Dedi Tama, mengatakan pasokan Pertalite bersubsidi masih menjadi persoalan yang paling sering dikeluhkan nelayan. Mayoritas kapal payang di wilayah tersebut menggunakan mesin tempel berbahan bakar Pertalite sehingga kelancaran distribusi BBM menjadi faktor penentu aktivitas melaut.

Menurut Dedi, secara administrasi penyaluran BBM kepada nelayan tidak mengalami hambatan selama mereka telah mengantongi surat rekomendasi. SPBU yang ditunjuk juga telah melayani sesuai wilayah masing-masing. Nelayan Ulakan dan Sunua memperoleh pasokan di SPBU Toboh, nelayan Ketaping dilayani SPBU Bandara, sedangkan nelayan Gasan mengambil BBM di SPBU Tiku.

“Permasalahan muncul ketika stok Pertalite di SPBU mengalami kekosongan atau distribusi terlambat. Akibatnya nelayan harus menunda keberangkatan melaut,” ujarnya, Selasa, 30 Juni 2026.

Baca Juga

HUT ke-12 Jamkrida Banten, Sekda: Jangan Hanya Kejar Laba, UMKM Harus Merasakan Manfaat
Alumni IKOPIN Pimpin DEKOPIN Banten, Tantangan Koperasi Kini Bukan Sekadar Bertahan
PT Marodex Energy Persada Perkuat Pengembangan Bisnis, Inovasi dan SDM Jadi Fokus Utama
SMSI Apresiasi Pemkot Cilegon, Kawasan Monumen Pers Digital Kini Lebih Asri

Di tengah tantangan tersebut, pemerintah daerah mulai menyiapkan langkah penguatan sektor perikanan. Salah satunya melalui rencana pembangunan dua kawasan Kampung Nelayan yang akan berlokasi di Nagari Mangguang dan Tiram. Program ini diharapkan menjadi pusat pengembangan ekonomi pesisir sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan melalui penyediaan infrastruktur dan fasilitas pendukung.

Namun, persoalan di laut tidak berhenti pada urusan BBM.

Ketua Kelompok Nelayan Semoga Jaya Ulakan, Safaruddin, mengungkapkan keresahan nelayan tradisional terhadap aktivitas penangkapan ikan oleh kapal dari wilayah Muara Anai yang diduga masih menggunakan pukat harimau. Menurutnya, praktik tersebut berlangsung di wilayah perairan Ulakan dan berdampak langsung terhadap menurunnya hasil tangkapan nelayan lokal.

Baca Juga

Andra Soni Gandeng BPJT dan Operator Tol, Pelayanan Tol Jakarta-Merak Dibedah Total
Sambut Investor Jepang, Pemkot Cilegon Tegaskan Siap Jaga Iklim Investasi
Indosat Ooredoo Hutchison Group dan Google Cloud Hadirkan Solusi Sovereign Cloud dan Edge Cloud bagi Indonesia
Tingkatkan Kapasitas Infrastruktur Jaringan, Indosat Ooredoo Hutchison Siap Dukung Perayaan HUT ke-79 Republik Indonesia di IKN

Selain itu, ia juga menyoroti keberadaan jaring milenium milik nelayan Pasie Jambak, Kota Padang, yang hanyut hingga memasuki kawasan pesisir Ulakan Tapakis. Kondisi tersebut dinilai mengganggu aktivitas nelayan tradisional karena jaring kerap tersangkut dengan alat tangkap milik warga.

Safaruddin menjelaskan, berdasarkan ketentuan, jaring milenium seharusnya dioperasikan pada jarak sekitar dua mil laut dari garis pantai. Namun di lapangan masih ditemukan aktivitas penangkapan yang dilakukan sekitar satu mil laut dari bibir pantai, wilayah yang selama ini menjadi ruang tangkap nelayan tradisional.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Akibat tumpang tindih wilayah tangkap tersebut, nelayan tidak hanya kehilangan ruang mencari ikan, tetapi juga menghadapi risiko kerusakan alat tangkap serta penurunan hasil produksi yang berimbas langsung pada pendapatan keluarga.

Bagi masyarakat pesisir, persoalan ini bukan sekadar masalah teknis perikanan. Ketersediaan BBM bersubsidi, kepastian aturan penggunaan alat tangkap, serta perlindungan terhadap wilayah tangkap tradisional menjadi faktor penting yang menentukan keberlanjutan mata pencaharian mereka.

Karena itu, para nelayan berharap pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta instansi terkait memperkuat pengawasan terhadap penggunaan alat tangkap yang diduga tidak sesuai regulasi, menjamin distribusi BBM bersubsidi tetap lancar, dan mempercepat realisasi pembangunan Kampung Nelayan sebagai bagian dari upaya membangun ekonomi pesisir yang lebih tangguh.

Harapan tersebut menjadi pengingat bahwa pembangunan sektor kelautan tidak hanya diukur dari besarnya produksi perikanan, tetapi juga dari sejauh mana negara mampu menghadirkan kepastian usaha, perlindungan ruang tangkap, dan keberpihakan terhadap nelayan kecil yang selama ini menjadi ujung tombak ketahanan pangan laut.

Baca Juga

Investor Pasar Modal Tembus 13 Juta, Kolaborasi dengan Komunitas dan IDX Mobile Jadi Andalan
IM3 Freedom Internet Kini Lebih Spesial dengan Kuota Harian, Begini Penjelasanya
Ibadah Haji dan Umrah Lebih Nyaman dengan Paket Khusus dari Indosat Ooredoo Hutchison
Bjb Harap Kejari Cilegon Bisa Atasi Kredit yang Macet

(Red*)

- Advertisement -
Ad image
Bagikan Artikel Ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Salin Tautan
Artikel Sebelumnya Kelurahan Ciwaduk Cetak Pemandi Jenazah Profesional, Perkuat Pelayanan Sosial Keagamaan
Artikel Berikutnya Robinsar Lantik Dua Pejabat Eselon II, Tegaskan Rotasi Murni Demi Tingkatkan Kinerja Pemkot Cilegon
- Advertisement -
Ad imageAd image
TERKINI

Algo Sapiens: Ketika Manusia Mulai Dikendalikan Mesin

Ratu Zakiyah Minta Sekolah Jadi Ruang Aman bagi Anak, Orang Tua Diminta Ikut Mengawasi

Gubernur Banten Andra Soni Dengar Curhat Nelayan Sidamukti: Dermaga Rusak hingga Muara Dangkal

Pemkot Cilegon Genjot PAD, Lahan Sawah 20 Hektare Jadi Sumber Cuan Daerah

Pedagang Pasar Kranggot Dukung Penataan Parkir, Ada Satu Syarat

- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
Berita Terkait
Bisnis

Pengusaha Muda Kota Cilegon Luncurkan Toko Agniya di Sukadamai Panggung Rawi, Amir Harap Dapat Berikan Kontribusi ke Masyarakat

Bisnis

BJB Ajak Alumni HMI Cilegon Terlibat Aktif Berbisnis di Perbankan

Bisnis

Saham Bank Banten Anjlok Drastis

Bisnis

Buka Pelayanan 5 Hari di Mall Of Serang, Masyarakat Diminta Datang ke Adira Sajikan Pembelian Mobil Secara Kredit

Bisnis

ASTON Hotels Cluster Banten Jadi Rekomendasi Sambut Tahun Baru 2024

Harita.id
Harita.id menyajikan berita terpercaya, aktual, dan berimbang tentang berbagai peristiwa serta perkembangan yang penting bagi masyarakat.
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Disclaimer
  • Iklan

2016 © Harita.id. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com