Harita.id
Selasa, 6 Oktober 2026
  • Home
  • News
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Sosial
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Tokoh
  • Opini
  • Kesehatan
  • Lingkungan
  • Budaya & Religi
  • Advertorial
  • berita gosip artis terbaru
  • Info terkini
  • berita artis terbaru
  • tips kesehatan
  • Berita terbaru
  • berita artis terkkini
  • tips&trik
  • nunung srimulat
Harita.idHarita.id
Pengubah Ukuran FontAa
  • Home
  • News
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Sosial
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Tokoh
  • Opini
  • Kesehatan
  • Lingkungan
  • Budaya & Religi
  • Advertorial
Search
  • Home
  • Kanal
    • News
    • Daerah
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum
    • Ekonomi
    • Sosial
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Gaya Hidup
    • Tokoh
    • Opini
    • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Budaya & Religi
    • Advertorial
Sudah memiliki akun? Masuk
Ikuti KAMI
© 2026 darkslategrey-mongoose-970280.hostingersite.com. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com
Beranda » Melihat Kondisi UMKM, Kelompok 24 KKM UNIBA Kunjungi Sentra Pembuatan Tempe
Daerah

Melihat Kondisi UMKM, Kelompok 24 KKM UNIBA Kunjungi Sentra Pembuatan Tempe

admin
Diterbitkan: 23 Juli 2023
Bagikan
4 Menit Baca
- Advertisement -
Ad image

HARITA.ID – Untuk mengetahui kondisi salah satu Usaha, Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kampung Kemuncangan, Desa Kelapian, Kecamatan Pontang, Kabupaten Serang, mahasiswa Universitas Bina Bangsa (Uniba) Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) kelompok 24 mengunjungi usaha pembuatan tempe milik pasangan suami isteri yakni Ruyani (72) dan Bahriah (70), Sabtu 22 Juli 2023.

Diketahui usaha pembuatan tempe yang dilakukan oleh pasangan tersebut sudah berjalan cukup lama. Sementara untuk proses pembuatan tempe sendiri diawali dengan memilah kedelai lalu mencucinya sampai bersih. Setelah itu, kedelai yang sudah dicuci kemudian di rebus, dan dilanjutkan dengan perendaman kedelai selama satu malam.

Proses pembuatan tempe di tempat pasangan ini terbilang masih sangat tradisional. Langkah selanjutnya adalah kedelai dicuci kembali sampai bersih kira-kira hingga air cucian itu benar-benar bening dan tampak tidak keruh. Saat dibersihkan, ini bersamaan dengan proses penghancuran kedelai.

Kedelai kemudian diangkat dan ditiriskan. Setelah itu, kedelai yang sudah siap tadi ditaburi dengan ragi tempe lalu diaduk. Langkah yang terakhir adalah pembungkusan. Bungkus tempe di sini menggunakan plastik sesuai ukuran yang diinginkan. Plastik yang digunakan untuk membungkus tempe sebelumnya sudah diberi lubang sebagai ventilasi.

“Sekitar 10 tahunan (buat tempat), ngga diajari, berjalan saja. Dulunya kan orang tuanya bisa (buat tempe), diturunkan dari orang tua jadi bikin sendiri,” kata pria lansia ini.

Baca Juga

Dari Desa hingga OPD, Ini Para Peraih Penghargaan HUT ke-26 Banten
HUT ke-26 Banten, Andra Soni Ungkap Deretan Pembangunan yang Berdampak ke Warga
Satpol PP Cilegon Perluas Penertiban, Usaha hingga Taman Kota Diawasi
RSUD Cilegon Tak Cuma Andalkan Skill Medis, Cara Komunikasi Nakes Ikut Diasah

Diterangkan Ruyani, proses pembuatan tempe ini membutuhkan waktu 2 hari sampai tempe benar-benar jadi dan siap dipasarkan. Tempe yang sudah sedia kemudian dijual di masyarakat sekitar.

“Alhamdulillah berkat usaha ini, udah ke Mekah (naik haji) tahun kemarin,” ungkapnya.

Ia menceritakan ketika dulu dalam sehari menghabiskan 25 kilogram kedelai dalam sehari namun untuk sekarang hanya bisa mengolah 10 kilogram.

Baca Juga

Bagi Anak Pemegang KIA Kabupaten Serang, Bisa Nikmati Wahana Gratis di Anyer Wonderland
Bukan Sekadar Obati Warga, Puskesmas Ciwandan Diganjar Penghargaan Berkat Cegah Anemia-Stunting
JLS Cilegon Rawan Kecelakaan, Pemkot Siapkan Penutupan U-Turn
54.475 Warga Cilegon Kantongi IKD, Hampir 49 Ribu Lagi untuk Kejar Target

“(Dulu) 25 kilo waktu masih muda sekarang 25 kilogram dibikin dua hari karena udah tua. Dari 10 kilo (mendapat penghasilan) sekitar Rp200 ribu,” tuturnya.

Sejauh ini, pasangan ini tidak menggunakan sosial media untuk memasarkan tempe ia selaku pemilik UMKM kurang mengetahui akan pentingnya jual beli online yang akan mempermudah proses pemasaran dan sangat membantu terutama pada masa digitalisasi seperti sekarang ini.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Sementara itu, Wakil Ketua Bagian Tekhnologi Tepat Guna KKM 24 Uniba, Didi Rasidi yang melihat secara langsung pembuatan tempe, dengan cara pembuatan yang masih sangat sederhana, tentu jadi pengalaman yang luar biasa.

Ditambah lagi, kata Didi penjelasan yang disampaikan pemilik terkait proses pembuatan tempe sangat mendetail.

“Saya juga baru tau kalau proses pembuatan tempe ternyata tidak semudah yang dibayangkan, ditambah lagi kata abah banyak juga yang gagal ketika proses permentasi,” ujarnya.

“Ini ilmu yang sangat mahal tentunya, hanya saja ada beberapa kekurangan terutama dalam hal kebersihan, yang kita tau bahwa tempe makanan yang banyak mengandung gizi tapi jika pembuatan yang dilakukan tidak bersih, mungkin hilang kadar gizinya atau malah menjadi berbahaya,” tandasnya.

Baca Juga

Parkir Semrawut di Bonakarta Bikin Warga Resah, Dishub Cilegon Turun Tangan
Ratu Zakiyah Minta Sekolah Jadi Ruang Aman bagi Anak, Orang Tua Diminta Ikut Mengawasi
Gubernur Banten Andra Soni Dengar Curhat Nelayan Sidamukti: Dermaga Rusak hingga Muara Dangkal
Menggalakkan Semangat Jurnalistik, Wakil Ketua DPRD Kota Cilegon Hadir Berbagi Motivasi di JBS Cilegon

Ia berharap setelah adanya kunjungan dari mahasiswa Kelompok 24 KKM UNIBA ini nantinya bisa membantu kelancaran proses UMKM tempe dari pembuatan hingga pemasaran produk. (Red)

- Advertisement -
Ad image
Bagikan Artikel Ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Salin Tautan
Artikel Sebelumnya Progresif Banten Bertekad Kembalikan Kejayaan dan Berantas Korupsi di Tanah Jawara
Artikel Berikutnya Bersama Taman Baca Masyarakat, Walikota Serang Memeriahkan Peringatan Hari Anak Nasional 2023
- Advertisement -
Ad imageAd image
TERKINI

Peringati Haornas 2026, SIWO PWI Cilegon Beri Penghargaan kepada Walikota Robinsar dan 4 ASN Penggerak Olahraga

Algo Sapiens: Ketika Manusia Mulai Dikendalikan Mesin

Pemkot Cilegon Genjot PAD, Lahan Sawah 20 Hektare Jadi Sumber Cuan Daerah

Pedagang Pasar Kranggot Dukung Penataan Parkir, Ada Satu Syarat

Pelajar Apresiasi Workshop dan Pelatihan Jurnalistik SMSI Kota Cilegon

- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
Berita Terkait
Kota Cilegon

SMSI Cilegon Adakan Workshop dan Pelatihan, Cetak Jurnalis Siber Masa Depan

Kota Cilegon

Monev DPPK Cabang Juara, Balai Warga Periuk Disiapkan Jadi Ruang Publik Warga

Kota Cilegon

Monev Program DPPK, Pemkot Cilegon Pastikan Pembangunan Balai Warga Berjalan Baik

Kota Cilegon

Pemkot Cilegon Minta Proyek Wankai Dihentikan Sementara

Kota Cilegon

Harhubnas 2026, Robinsar Gaspol Benahi Transportasi Cilegon hingga Jalan Nasional

Harita.id
Harita.id menyajikan berita terpercaya, aktual, dan berimbang tentang berbagai peristiwa serta perkembangan yang penting bagi masyarakat.
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Disclaimer
  • Iklan

2016 © Harita.id. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com