KAB. SERANG, HARITA.ID – Kawasan wisata pantai Anyer dan Cinangka kembali membuktikan daya tariknya sebagai destinasi unggulan di Provinsi Banten. Momentum libur Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah yang berdekatan dengan libur nasional Hari Lahir Pancasila menjadi berkah tersendiri bagi sektor pariwisata Kabupaten Serang.
Selama sepekan terakhir, terhitung sejak menjelang hingga pasca-Idul Adha, tingkat hunian hotel di kawasan Anyer dan Cinangka mengalami lonjakan signifikan. Berdasarkan data Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Serang, okupansi kamar hotel bahkan mencapai 100 persen pada akhir pekan.
Tak hanya sektor perhotelan, jumlah kunjungan wisatawan ke destinasi pantai di wilayah tersebut juga meningkat tajam. Data Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Serang mencatat sedikitnya 25 ribu wisatawan mengunjungi Pantai Anyer dan Cinangka dalam empat hari terakhir.
Tingginya angka kunjungan tersebut menunjukkan bahwa kawasan pesisir Kabupaten Serang masih menjadi pilihan utama masyarakat, khususnya wisatawan asal Jakarta, Tangerang, Bogor, dan daerah sekitarnya yang ingin menikmati liburan singkat bersama keluarga.
Wakil Bupati Serang Muhammad Najib Hamas mengapresiasi seluruh pelaku industri pariwisata yang dinilai berhasil memberikan pelayanan terbaik kepada para wisatawan. Menurutnya, kenyamanan dan keamanan yang dirasakan pengunjung menjadi modal penting dalam membangun citra positif destinasi wisata Kabupaten Serang.
“Saya mengapresiasi kontribusi seluruh anggota PHRI dan pelaku wisata yang telah memberikan pelayanan maksimal sehingga wisatawan merasa nyaman, aman, dan ramah selama berlibur di kawasan Anyer dan Cinangka,” ujar Najib usai meninjau sejumlah objek wisata pantai di Anyer dan Cinangka, Senin (1/6/2026).
Najib mengatakan, kondisi tersebut sejalan dengan visi Pemerintah Kabupaten Serang di bawah kepemimpinan Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah yang ingin menjadikan kawasan wisata Kabupaten Serang sebagai destinasi alternatif unggulan bagi wisatawan dari luar Banten.
Menurutnya, keberhasilan sektor pariwisata tidak hanya ditentukan oleh keindahan alam semata, tetapi juga kualitas pelayanan yang diberikan seluruh pihak yang terlibat. Karena itu, ia mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari PHRI, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), hingga pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), untuk terus menjaga standar pelayanan.
“Produk yang dijual harus memiliki kualitas yang baik dengan harga yang terjangkau. Ketika wisatawan merasa nyaman, mereka akan memiliki pengalaman positif dan kembali lagi bersama keluarga maupun kerabatnya,” katanya.
Sementara itu, Ketua PHRI Kabupaten Serang Yurlena Rachman mengungkapkan bahwa lonjakan kunjungan paling tinggi terjadi pada akhir pekan, tepatnya Sabtu hingga Minggu, 30-31 Mei 2026.
“Hampir seluruh hotel di kawasan Anyer dan Cinangka mencatat okupansi 100 persen pada Sabtu dan Minggu. Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, peningkatannya mencapai sekitar 50 persen,” ujarnya.
Yurlena menjelaskan, tingginya tingkat hunian hotel turut dipengaruhi oleh rangkaian hari libur yang memberikan kesempatan lebih panjang bagi masyarakat untuk berwisata.
Menurutnya, puncak kepadatan terjadi pada Sabtu (30/5) yang bahkan menyebabkan arus lalu lintas menuju kawasan wisata mengalami kemacetan panjang.
“Itu memang puncak kunjungan. Mayoritas tamu masih berasal dari wilayah Jabodetabek, terutama Jakarta, Tangerang, dan Bogor,” katanya.
Di sisi lain, Kepala Disporapar Kabupaten Serang Anas Dwi Satya Prasadya menyebutkan bahwa tren positif juga terlihat dari meningkatnya jumlah wisatawan yang berkunjung ke objek wisata pantai.
Dalam empat hari terakhir, jumlah kunjungan mencapai sekitar 25 ribu orang. Angka tersebut menunjukkan peningkatan dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
“Peningkatan kunjungan didukung oleh kondisi cuaca yang cerah dan suasana pantai yang nyaman. Bahkan kemarin arus kendaraan menuju kawasan wisata cukup padat karena tingginya antusiasme masyarakat untuk berlibur,” ujar Anas.
Peningkatan kunjungan wisatawan dan okupansi hotel yang tinggi menjadi sinyal positif bagi pemulihan serta pertumbuhan sektor pariwisata Kabupaten Serang. Kondisi ini sekaligus memberikan dampak ekonomi yang luas, mulai dari sektor perhotelan, restoran, pelaku UMKM, hingga masyarakat sekitar kawasan wisata.
Dengan dukungan infrastruktur, pelayanan yang semakin baik, serta promosi destinasi yang terus diperkuat, kawasan Anyer dan Cinangka diyakini akan semakin kokoh sebagai salah satu tujuan wisata favorit di pesisir barat Pulau Jawa.
(Adv*)








